Posesif Husband

Posesif Husband
Mulai Nakal


__ADS_3

"Bang ayo tidur!!!. Udah malam nih".Shasa sejak tadi menunggu suaminya di kamar tapi tak kunjung masuk juga.


Ternyata suaminya masih saja bermain dengan Sean. Yang juga belum tidur padahal jarum jam sudah di angka 11 malam.


Di sana juga masih ada Niko dan Daddy nya. Serta Mommy cinta yang sedang senderan di bahu suaminya sambil menonton televisi di dalam ruangan keluarga. Sedangkan Icha sudah terlelap sejak satu jam yang lalu di dalam kamar.


"Sean ayo sini sama Papa. Daddy mau istirahat sayang kan Daddy baru keluar dari rumah sakit".Niko ingin mengambil alih baby Sean dari pangkuan Candra. Tapi Sean malah merengek seolah enggan untuk jauh dari Candra.


" Biarkan saja dulu Sha!!!.Sean belum mau bobok gitu".Sela Cinta yang kini ikut membenarkan posisi duduknya.


"Tapi Mom, bang Candra juga harus istirahat, dia baru pulang dari rumah sakit".Shasa mulai mendaratkan bokongnya pada sofa empuk yang ada di samping suaminya.


" Ah alasan saja".Lirih Cinta menimpali.


Sean menatap Shasa sambil melengeh seolah ia juga ingin dekat dengan Shasa. "Apa sayang???. Mau bobok sama Mommy dan Daddy malam ini??? ".Tanya Shasa sambil tersenyum. Mencubit gemas pipi gembul Sean.


Dan hal tak terduga Sean malah mengulurkan kedua tangannya ke arah Shasa. Seolah ia ingin ikut Shasa ke kamar dan menyetujui tawaran Shasa.


" Sean mau sayang, Ayo kita bawa ke kamar!!! ".Seru Candra antusias.


Cinta dan Anton hanya mengulum senyumnya saja. Melihat interkasi Shasa dengan suaminya. Niko pun hanya menggeleng kan kepalanya saja. Tak habis pikir jika putranya akan sedekat ini dengan adik ipar dan juga adik bungsunya itu.

__ADS_1


Padahal Sean termasuk baby yang susah dekat dengan siapapun. Selain orang yang susah sering ia lihat. Pengasuhnya saja dulu awalnya kesulitan momong Sean.


Tapi kenapa dengan Candra, Sean malah bisa langsung akrab. Padahal Candra sangat jarang terlihat oleh baby Sean.


"Apa boleh bang??? ".Tanya Shasa pada Niko.


Niko mengangguk kan kepalanya. "Tapi nanti kalau Sean menangis bawa saja ke kamar kami kembali!!! ".Ucap Niko


" Siap ".Jawab Candra cepat. " Ayo sayang kita tidur!!! ".Ajaknya sambil meraih tangan istrinya.


" Yang mana yang harus tidur itu, Mata atas atau mata mata yang lain nya??? ".Sindir Cinta santai.


" Sayang... "Tegur Anton membuat Cinta langsung nyengir kuda memperlihatkan gigi rapi dan putihnya.


" Udah bobok belum Sean nya bang??? ".Tanya Shasa pelan. Karena Candra sedang menimang nimang Sean dalam gendongan nya.


Sedangkan Shasa hanya menatap dan terus memperhatikan suaminya yang sedang menidurkan Sean keponakan ny. Shasa jadi membayangkan kelak jika anaknya lahir.


Bagaimana telaten nya suaminya itu dalam mengurus baby. Padahal jika di perusahaan Candra malah terkenal garang yang melebihi raja hutan.


Candra mengangguk kan kepalanya. Lalu mulai menidurkan Sean di sebelah istrinya dengan sangat pelan dan hati hati. "Kenapa dia bisa setampan ini sayang??? ".Lirih Candra bertanya pada istrinya.

__ADS_1


Ternyata suaminya itu sejak tadi terus memperhatikan wajah Sean.Shasa pun hanya mengulum senyum nya saja.


" Tentu saja dia sangat tampan. Karena bang Niko juga tampan sayang".Jawab Shasa bangga. "Tapi bagiku suamiku ini jauh lebih tampan".Puji Shasa mengedipkan matanya.


" Benarkah??? ".


" Iya sayangku... Cintaku... Belahan jiwaku".Sahut Cinta sembari tersenyum menggoda.


"Baiklah,Kalau begitu aku ingin menuntaskan kegiatan yang sempat tertunda di rumah sakit tadi siang sekarang sayang!! ".Bisik Candra dengan suara beratnya.


"Kirain udah lupa".Sindiri Shasa mengerucut kan bibirnya.


" Mana bisa lupa, hanya sedikit teralihkan oleh ketampanan Sean saja sebentar sayang".


Dan Candra pun mulai menyambar bibir ranum istrinya. Dengan gerakan perlahan hingga lama kelamaan. Shasa juga ikut membalasnya.


Tangan Candra mulai nakal menjelajah kesana kemari. Mencari tempat tempat favoritnya. Yang selalu menambah gairahnya membuncah buncah.


"Akh... ".


Suara lenguhan Shasa mulai keluar , Membuat Candra mengulum senyum liciknya. Dan kini ia mulai menurunkan kepalanya kearah pangkal paha istrinya.

__ADS_1


" Sayang... Di sofa saja!!!. Ada Sean ".Lirih Shasa pelan yang sudah mulai di penuhi kabut gairah.


__ADS_2