
Shasa pun langsung menimpuk kepala Lulu dengan bantal gulingnya. Karena Lulu malah terus menatap kearah Naufal. Sedangkan Luna terang saja melihat kearah Nikki. Saudara kembar L ini memang sangat berbeda pemikiran batin Shasa menggeleng kan kepalanya. Bahkan sudah ditimpuk pun Lulu masih tak berkedip menatap Naufal.
"Woy... Mingkem!. Mangap aja loe kayak ikan mas. Masukin lalat baru tahu rasa loe".Ledek Shasa sambil mengusap wajah Lulu.
" Kenapa loe kagak bilang kalo ada cowok cakep dirumah loe ??? ".Bisik Lulu seraya melirik kearah Naufal yang saat ini malah berdiri tepat di depan pintu kamar. Karena Nikki sudah masuk kedalam kamar adiknya.
" Iihhh... Dasar mata cogan kagak musnah musnah ya. Itu sepupu gue, dan loe tahu dia udah ada yang punya tahu".Bisik Shasa sambil menahan senyumnya.
"Yaah... Sayang sekali".Sahut Lulu lirih.
Shasa pun hanya bisa menahan diri untuk tidak tertawa melihat ekspresi wajah Lulu. Karena ia juga tidak tahu jika Naufal sudah punya pacar atau belum. Tapi Shasa hanya melihat cincin yang melingkar di jari manis abang sepupunya itu.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui jika Naufal sudah bertunangan dengan seorang gadis. Tapi mereka juga belum tahu masalah itu. Sebab, ketika Naufal bertunangan hanya dihadiri oleh dua keluarga yang bersangkutan saja. Tanpa mengundang pihak lain. Sebab, waktu itu suasana di rumah Anton. Sedang berduka karena meninggal nya besan mereka.
Nikki yang sudah masuk kedalam kamar Shasa. Langsung menarik tangan Luna dan mengajaknya keluar begitu saja. Tanpa memperdulikan suara cempreng Shasa. Sedangkan Lulu hanya diam karena walau bagaimana pun juga ia pernah mencintai Nikki dalam diam. Mungkin hatinya masih terasa begitu berdenyut tiap kali melihat kedekatan Nikki dan Luna.
Padahal Lulu sudah membiasakan diri untuk ikhlas dan tidak perduli tapi yang namanya cinta itu memang tidak semudah kata untuk melupakan nya begitu saja.
Shasa pun hanya melirik kearah Lulu. Lalu Shasa menepuk bahu sahabatnya itu. "Udahlah, yang sabar ya!!!. Loe kan udah dapet yang lebih care dan juga ngebet banget lagi sama loe".Shasa berusaha menghibur Lulu karena ia sudah tahu cinta segitiga yang tak berbalas di antara abang dan juga kedua saudara kembar itu.
Jika Nikki mah, ia hanya bersikap masa bodoh. Meskipun ia tahu jika Lulu pernah menyimpan rasa untuknya. Nikki berpikir akan lebih baik ia pura pura tidak tahu saja. Daripada harus melihat dua saudara terpecah belah karena mencintai pria yang sama.
" Masih enak loe, meskipun cinta tak terbalaskan. Lah gue... "Shasa menghela nafasnya kasar membuat Lulu menautkan keningnya bingung.
__ADS_1
" Loe kenapa??? ".Tanya Lulu penasaran. Tapi Shasa bukannya menjawab, ia malah terkekeh sendiri.
" Gue kagak papa sih. Habisnya loe kayak galau gitu pas lihat.... "
"Stop Sha!!. Jangan dibahas lagi!!! ".Potong Lulu mendengus kesal. Karena lagi lagi Shasa malah meledek nya. Padahal Lulu tidak tahu saja jika Shasa sebenarnya hanya berusaha mengalihkan pembicaraan.
Masa iya Shasa harus bilang jika dirinya sedang penasaran dengan seorang pria. Dan lebih parahnya lagi, ia tidak kenal dan juga tahu siapa nama dan dimana tempat tinggalnya.
"Ah, malangnya nasibku ini".Batin Shasa sedih.
Ia hanya bisa berharap jika suatu saat ia akan di pertemukan kembali dengan pria itu. Meskipun hatinya masih sempat penasaran dengan asisten kepercayaan abangnya. Karena yang namanya Shasa jika sudah penasaran, maka sampai kapan pun akan ia cari sampai dapat.
__ADS_1
Tapi di lain sisi, kini pikiran Shasa malah selalu tertuju pada sosok pria yang menolongnya tadi malam. Ia juga dibuat penasaran dengan sosok pria itu. Berulang kali Shasa menggeleng kan kepalanya.
"Ah, ayolah Sha!!. Jangan sampai loe gila sendiri karena mikirin dua pria yang kagak tahu wujudnya itu! ".Shasa terus membatin dalam hati.