
Keesokan harinya setelah kemarin Anton dan cinta melepaskan rindu dengan olahraga panas.Pagi ini keduanya kembali disibukkan oleh rutinitas nya masing masing.Baik Anton dan cinta sama sama kembali memulai aktivitas nya.
Anton sibuk dengan perusahaan yang sudah satu Minggu ini ia tinggalkan.Sedangkan Cinta sibuk dengan skripsinya yang akan siap ujian beberapa hari lagi.Setelah selesai sarapan keduanya langsung beranjak pergi meninggalkan rumah.
Anton membukakan pintu mobil untuk sang istri dan membantunya masuk kedalam mobil.Itulah yang selalu dilakukan oleh Anton jika ia dan cinta akan pergi.Bahkan Anton tidak pernah bisa melihat istrinya pergi seorang diri.Dan ia tidak akan mengizinkan itu.
Semakin hari sikap posesif Anton semakin terlihat.Bahkan kemarin ia terus membahas tentang Regen.Hal itu membuat Cinta semakin merasakan besarnya rasa sayang dan cemburuan dari suaminya.Tapi cinta tidak mau membuat suaminya salah paham akan masa lalunya dengan Regen.Oleh sebab itu cinta sudah menceritakan semuanya pada Anton.Karena cinta tidak mau jika suaminya yang posesif itu mendengar cerita dari orang lain.Sebab,bisa saja orang akan melebihkan kata atau kalimat nya untuk memperburuk keadaan.
"Pelan pelan sayang!!!".Ucap Anton saat cinta masih saja bersikap sembrono padahal perutnya yang buncit itu sering kali membuatnya kesusahan.Anton saja kadang nampak ngeri dan khawatir dengan kondisi istrinya.
"Tenang saja by,istri dan anakmu ini pasti kuat".Sahut Cinta sambil nyengir kuda.
"Tetap saja.Itu bisa membahayakan kalian berdua sayang".
Anton membenarkan posisi duduk istrinya setelah dirasa nyaman.Anton segera menutup pintu mobilnya dan ia pun langsung berbelok lagi untuk duduk di jok sopir.
Sepanjang perjalanan menuju kampus karena Anton mengantarkan istrinya terlebih dahulu sebelum ia pergi ke perusahaan.Selain suara musik yang selalu cinta dengarkan saat dalam perjalanan.Jangan lupakan juga ocehan Cinta yang selalu saja membuat kuping Anton panas.Karena bumil itu sangatlah cerewet sekali.Bahkan ia tidak mau diam sedikitpun.
Namun hal itu juga yang membuat Anton tidak pernah kesepian atau bahkan merasa nagantuk saat sedang menyetir.Kekonyolan cinta nyatanya bisa membuat Anton terhibur.
"By,nanti pulang dari kampus aku mau beli perlengkapan baby lagi,Apa Hubby mau nemenin aku belanja???".Tutur cinta sambil menatap kearah suaminya yang saat ini masih sibuk menyetir.Karena perjalanan dari rumah kekampus Cinta memakan waktu lebih kurang 30 menit.
"Tentu saja sayang.Nanti kalo sudah selesai bimbingan skripsinya.Langsung telpon saja biar aku bisa jemput kamu".Jawab Anton sambil melirik sekilas pada istrinya.
__ADS_1
"Siap by".Seru Cinta tersenyum dan memberikan hormat pada suaminya.
Anton hanya terkekeh sambil mengelus rambut panjang cinta lembut.Dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi tetap memegang setir mobilnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Anton turun dari mobil duluan saat ia sudah memarkirkan mobilnya tepat di parkiran kampus Cinta.Dengan sigap Anton membantu sang istri ikut turun dari mobil setelah pintu mobilnya dibukakan oleh Anton.
"Hup....Hati hati sayang!!!".Ucap Anton khawatir.Bahkan ia belum melepaskan pegangan tangannya dibahu sang istri.
"Pagi bumil...Pagi kak Anton".Sapa Tia yang baru juga turun dari mobilnya.Dan langsung menghampiri Cinta dan Anton.
"Pagi tak".Balas Cinta sambil tersenyum.Sedangkan Anton hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum sekilas pada Tia.
"Hubby pergi saja!!!.Udah ada Tia kok,jangan khawatir!!!".Karena Anton masih saja seperti tak tega melihat istrinya jalan sendirian menuju gedung kampus dalam keadaan hamil besar begitu.
"Iya sayang ku".Jawab Cinta sambil tersenyum.
"Yaudah,aku pergi dulu".Pamit Anton dan Cinta pun langsung mengambil tangan Anton dan mencium punggung tangan suaminya.Setelah itu Anton dengan santainya malah mengecup kening dan bibir Cinta secara bergantian.Membuat Tia membuang pandangannya kearah lain.
"Uh...Benar benar ya ni sahabat dan suaminya yang sama sama tidak berakhlak.Udah tau gue masih jomblo.Malah di komporin terus sama keuwuan mereka berdua.Kan gue mupeng nih".Gerutu Tia lirih.
"Titip istri saya ya,tolong jagain dan temenin dia saat dikampus!!!".Seru Anton pada Tia.Gadis itu langsung mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
"Oh sudah pasti.Kakak tidak usah khawatir!!!.Cinta pasti aman sama gue kok".Jawab Tia sambil tersenyum.Anton hanya mengangguk kan kepalanya.Dan pamit pergi pada istri dan juga Tia.
"Beruntung banget sih Loe cin.Punya suami kayak kak Anton".Ucap Tia ketika mobil Anton sudah hilang dibalik pagar kampus.
"Perjuangan gue juga panjang buat dapatin tuh manusia kutub".Sahut Cinta sambil terkekeh.
"Apa gue harus kayak Loe juga buat dapatin cintanya kak ..."Tia langsung menutup rapat mulutnya saat ia sadar akan keceplosan.
"Kak...kakak siapa????".Selidik cinta penuh rasa penasaran.Bahkan cinta sambil menaik turunkan alisnya.Membuat Tia nyengir kuda.
"Hehee...lupakan saja lah.Gue hanya halu doang buat dapatin cintanya Lee min hoo"Seloroh Tia kikuk.
"Halah,bilang aja sekarang Loe udah punya inceran cowok kan.Hayo ngaku Loe!!!".Ledek Cinta sambil terkekeh.
"Sok tau banget sih Loe cin.Gue itu tipe cewek yang menjunjung tinggi harga diri gue.Tidak ada kamusnya dalam hidup gue ngincer cowok ataupun berniat ngedeketin cowok.Gue bukan elu peak".Elak Tia tak mau harga dirinya direndahkan.
Bisa brabe urusannya kalau cinta tau siapa cowok yang ia taksir saat ini.Yang ada cinta malah sering meledek nya dan ia bakalan jadi Bullyan si cinta.Mungkin itulah batin Tia yang belum berani bercerita pada Cinta.Tentang pria yang sudah membuatnya terusik beberapa hati belakangan ini.
"Ayo kita masuk!!!.Gue laper nih belum sarapan.Temenin gue ke kantin bentar ya!!!".Seru Tia mengalihkan pembicaraan agar cinta berhenti menyelidikinya dengan detail.
"Ayo,gue juga udah lama nggak makan bakso nya ibu kantin".Sahut Cinta sambil tersenyum.
"Lega".Batin Tia karena Cinta langsung setuju saja tanpa embel embel memperpanjang pertanyaan nya kembali.
__ADS_1
Keduanya langsung masuk menuju kantin kampus.Sambil menunggu dosen pembimbing nya datang.Cinta dan Tia ingin mengisi perutnya dan memanjakan lidah mereka dengan jajanan kampus yang memang jarang mereka nikmati akhir akhir ini.Karena selain jarang kekampus keduanya juga berada dikampus hanya sebentar hanya untuk bertemu dosen pembimbing saja.Selepas itu mereka berdua akan langsung pulang kerumah masing masing atau kalau tidak ke mall bareng untuk melepaskan penatnya.
Tanpa mereka sadari jika sejak tadi gerak gerik cinta selalu dipantau oleh seorang pria.