
Shasa langsung memasang wajah polosnya. Ketika Niko menghampiri nya. Tatapan Niko yang tajam membuat Shasa sudah bisa menebak apa yang ada dalam pikiran sang abang saat ini. Tapi Shasa hanya memasang wajah lugu seperti tak tahu apapun. Meskipun jantungnya sudah mau copot dan tubuhnya sudah sedikit gemetaran.
"Hehehe... Abang kapan datangnya??? ".Shasa langsung nyengir kuda menatap wajah Niko yang sudah menahan emosinya.
" Jangan pura pura tidak melihat abang datang.Bukankah sejak tadi kau hanya berdiri di balkon? ".Niko menjawab dengan suara datarnya dan sedang menahan sesuatu.
Shasa hanya bisa tersenyum kaku. Dan menggaruk tekuknya yang tidak gatal. Sambil mencari cela agar bisa meloloskan diri dari abangnya. Tanpa harus mendapatkan wejangan dari manusia kutub satu ini.
Niko berulang kali menarik nafasnya kasar. Mencoba mentralkan dirinya. Agar tidak emosi dalam menyikapi semua ini. Jika saja tidak memandang adiknya yang amat disayang oleh seluruh keluarga nya. Mungkin saat ini Niko sudah membuat gadis itu jerah.Tapi mau bagaimana lagi.
Apa yang tadi diceritakan oleh sang Mommy. Membuat Niko serba salah, di lain sisi ia memang mendukung hubungan Shasa dan Candra. Tapi, hal seperti ini sama sekali tidak Niko setujui. Namun, Niko juga setuju jika Shasa dan Candra agar secepatnya di Nikahkan saja. Daripada nanti ujung ujungnya mereka lepas kendali. Dan melakukan hal yang lebih gila lagi.
"Aduh, perut Shasa mules bang".Gadis sejuta akal itu nampak memegangi perutnya. Sambil melirik kearah Niko dengan menyipitkan salah satu matanya.
Tapi Niko hanya menatap nya dengan wakah datarnya. Nyaris tanpa ekspresi apapun. Namun, sorot mata Niko semakin membunuh nyali gadis itu.
" Duh, kayaknya Shasa harus ke toilet dulu deh bang. Abang boleh lanjutkan saja melihat taman dari balkon kamar Shasa ya!!! ".Shasa pun beranjak dari tempat nya berdiri sebelum Niko sempat menimpali kata katanya.
Karena bagi Shasa melarikan diri dari hadapan Niko saat ini adalah jalan terbaik. Ia tahu bagaimana abangnya satu ini kalau sudah marah. Bisa bisa telinga nya panas akan kata kata pedas yang keluar dari bibir sensual itu.
__ADS_1
Tapi sayangnya Niko tetap saja terlihat tampan. Malah semakin tampan jika sedang emosi. Hal itu tidak dipikirkan lagi oleh Shasa. Ia lebih baik lari dan menjauh sementara dari hadapan abangnya.
" Jangan pura pura Sha!!! ".Suara dingin Niko kembali membuat Shasa gemetar. Ia tahu apa yang akan dibahas oleh abang nya itu.
Oleh karena itulah, lebih baik dia melarikan diri secepatnya. Daripada harus kena dakwah oleh Niko.
" Siapa yang pura pura?. Shasa tidak sedang bercanda bang. Cius deh".Jawab Shasa sembari mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Aww... Aduh... duh... Mau keluar nih".Shasa masih saja memegangi perutnya dan juga pantatnya. Seolah ia memang sudah tidak tahan lagi untuk BAB.
Dan ia pun segera bergegas pergi, sebelum Niko kembali menghentikan langkahnya. Bahkan suara terikan Niko yang memanggil namanya. Tak di gubris oleh gadis itu.
Padahal tadi ia terlihat seperti sembelit. Tapi sekarang malah berlari keluar kamar. Meninggalkan Niko di balkon kamarnya. Niko semakin geram, karena benar Shasa sudah mengerjainya. Dengan pura pura sakit perut.
"Neysha Erlangga Putri.... ".
" Oh astaga, kenapa bang Niko belum menyerah juga? ".Guman Shasa sambil terus berlari menuju lantai bawah.
Sesekali ia menoleh kebelakang untuk melihat abangnya yang kini juga sedang mengejar nya. Shasa pun semakin mempercepat langkah kakinya.
__ADS_1
" Mommy... "Teriak Shasa ketika melihat Cinta di lantai dasar sedang membawa nampam berisi cemilan.
Brakkk....
Shasa pun langsung tersentak ketika ia menabrak dada bidang. Seorang pria yang sangat ia kenal dengan hanya mencium bau badannya saja. Dimana pria itulah yang membuatnya seperti sekarang ini.
" Abaaaang.... Tolongin!!! ".Rengek Shasa setelah ia berhasil menatap wajah pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.
" Shasa... "Lagi Lagi Niko terus meneriakan nama adik bungsunya sembari menuruni anak tangga.
Sedangkan Shasa saat ini sudah bersembunyi dibalik punggung lebar Candra. Dan hanya mengintip dari samping tubuh maskulin Candra. Membuat Cinta menggeleng kan kepalanya. Melihat aksi putrinya yang tak beda jauh seperti dirinya waktu muda dulu.
" Kau pasti melihat jati dirimu di dalam semua sikap Shasa sekarang ini kan??? ".Anton pun menatap wajah istrinya yang kini juga masih sama cantiknya dengan 23 tahun yang lalu.
" Apa aku sebar bar itu ya by??? ".Lirih Cinta sambil mengulum senyumnya.
" Kau pikir saja sendiri!!!. Gadis mana yang berani menggoda seorang pria tulen dan malah senang saat di renggut kesucian nya begitu saja dengan pria yang belum ia kenal sama sekali ".Ledek Anton dengan suara pelan nya. Agar tidak didengar oleh anak anak dan calon menantunya.
Cinta pun hanya terkekeh geli".Kalau tidak seperti itu. Mana mungkin aku bisa melahirkan merek yang sangat sempurna begitu".Sahut Cinta dengan bangganya.
__ADS_1