Posesif Husband

Posesif Husband
Kegelisahan Icha


__ADS_3

Kini semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan. Tak terkecuali Icha dan Niko juga, bahkan si kembar pun sudah duduk di kursi nya masing masing.


Cinta membantu mengambilkan nasi berserta lauk untuk suaminya. Begitu pun dengan Icha yang juga ikut mengambilkan punya Niko. Membuat si kembar Saling tatap dengan ekspresi kecut nya. Bagaimana tidak hanya mereka berdua disini yang tidak ada pasangan. Tapi beberapa saat kemudian keduanya langsung terkekeh geli sendiri.


"Nikki... Shasa".Anton langsung menatap si kembar. Membuat mereka berdua langsung bungkam dan menutup rapat mulutnya. Karena peraturan di rumah ini tidak boleh mengeluarkan suara saat sedang makan.


Setelah selesai menikmati makan malam bersama. Dan dengan bertambahnya satu anggota keluarga baru yaitu Icha di dalam rumah itu. Kini mereka semua masih duduk di meja makan sambil menikmati hidangan penutup.


"Dad, Mom... Besok Niko sudah harus kembali ke Amerika lagi".Ucap Niko mulai membuka suara. " Niko titip Icha dan rencanya Niko akan pulang setiap selesai ujian semester ".Sambngnya lagi sambil menatap ke arah Icha.


Niko tahu jika Icha pasti belum begitu nyaman untuk tinggal di rumah orang tuanya ini. Tapi demi kebaikan hubungan mereka Niko tidak bisa mengambil resiko. Apalagi ia tahu teman teman Icha di Bandung selama ini bisa menjadi musuh dalam selimut.


" Kamu tenang saja sayang!. Mommy pasti akan jagain calon mantu Mommy dengan baik".Cinta tersenyum manis pada Icha.

__ADS_1


"Shasa juga akan jagain Mbak Icha, abang tenang saja!!!. Iya kan bang Ikki??? ".


Nikki pun langsung menganggukkan kepalanya cepat. " Tentu bang, kakak ipar akan aman tinggal bersama kami dirumah ini".Seru Nikki tegas.


Anton pun mengulum senyumnya saat melihat raut ketulusan dari anak anak dan juga istrinya. Apalagi Anton tahu betul apa yang ada didalam pikiran Niko saat ini. Sebab Anton juga tahu apa yang menjadi sebab Niko bersikeras membawa Icha pindah ke Jakarta.


"Yang dikatakan Mommy dan adik adikmu benar Niko. Icha akan aman bersama kita disini. Lagian Icha juga kuliah nya akan di antar jemput sopir. Jadi kamu bisa tenang dan tetap fokus kuliah disana!! ".Anton memberikan semangat pada putra sulungnya agar Niko tidak terlalu mengkhawatirkan calon istrinya saat ia berada di luar Negeri.


Tapi ketika Niko melirik kearah Icha, gadis itu nampak sedikit murung. Entah apa yang ia pikirkan saat ini. Namun, yang jelas Niko selalu percaya jika Icha juga tidak akan mengkhianati dirinya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Niko langsung menarik tangan Icha saat Icha akan masuk kedalam kamarnya. Karena setelah mengobrol di ruang makan tadi mereka saat ini langsung masuk kedalam kamar masing masing. Hanya tersisa Anton dan Cinta saja yang memilih untuk duduk santai di ruang keluarga.

__ADS_1


"Katakan apa yang sedang kamu pikirin?. Hm??? ".Niko langsung bertanya tanpa harus bertele tele lagi. Karena sejak di meja makan tadi Niko selalu saja memperhatikan Icha. Yang menurutnya tidak seperti biasanya.


" Icha tidak lagi mikirin apapun bang".Elaknya sambil berusaha untuk tetap tersenyum agar Niko pun tidak merasa ikut khawatir tentang apa yang ada didalam pikirannya saat ini. Kegelisahan yang tidak pernah Icha rasakan sebelum nya.


"Jangan bohong Cha!. Abang tahu kau sedang memikirkan sesuatu. Jawab abang dengan jujur!. Apa yang sebenarnya membuatmu tidak nyaman seperti ini??? ".Niko terus saja mendesak Icha agar gadis itu mau jujur dan membagi sedikit bebannya padanya. Karena Niko berharap setelah mereka menikah nantinya semua masalah harus di kompromi kan terlebih dahulu. Jangan ada yang saling ditutup tutupi. Niko ingin mengajar kan Icha tentang saling berbagi , saling percaya dan saling jujur.


Dengan menghela nafasnya berat Icha mulai membuka suaranya. "Icha hanya kangen sama Ayah dan Bunda saja bang".Lirih Icha jujur. Bahkan ia nampak berkaca kaca saat mengatakan itu. " Icha juga tidak tahu kenapa tiba tiba perasaan Icha tidak enak begini?. Icha seakan merasakan sesak tapi pikiran Icha selalu tertuju pada Ayah dan Bunda".Sambung Icha lagi sambil menundukkan kepalanya.


Niko yang mendengarkan ungkapan hati Icha kini pun langsung memeluk dan memasukkan Icha kedalam pelukan nya.


"Jangan khawatir kan tentang Ayah dan Bunda!!. Mereka pasti baik baik saja, Apa kau mau aku menelpon Ayah sekarang??? ".Tawar Niko membuat Icha langsung mendongakkan kepalanya menatap mata indah seorang Niko.


Icha menganggukkan kepalanya cepat. Seakan memang tidak sabaran jika ia ingin berbicara langsung pada Ayah dan juga Bunda nya.

__ADS_1


__ADS_2