Posesif Husband

Posesif Husband
Hal Tak Terduga


__ADS_3

Di sebuah tempat hiburan terbesar di kota ini. Seorang pria bertubuh gagah baru saja turun dari mobilnya. Dengan di ikuti oleh sang asisten nya yang selalu setia berada di sampingnya.


Ia pun langsung masuk di dalam ruangan khusus. Sedangkan sang asisten segera mencarikan pesenan atasannyaatasannya tersebut.


Pria itu nampak duduk santai sambil meminum wine terbaik si tempat itu. Tak berselang lama datang dua orang wanita berpakaian sangat minim. Pria itu nampak menatap kearah dua wanita itu. Hanya dengan tatapan datarnya. Membuat kedua wanita yang berpakaian minim itu sedikit takut.


"Apa yang bisa kalian lakukan untukku malam ini??? ".Tanya pria itu dengan memainkan gelas berisi wine ditangannya.


Bahkan ia bertanya tanpa melihat kearah dua wanita itu. Dengan ragu salah satu wanita pun mulai menjawab.


" Apapun yang tuan inginkan, Saya pasti mau melakukan nya".Jawabnya dengan bibir yang sedikit bergetar.


Pria itu tersenyum sinis. Lalu kembali meneguk wine nya hingga tandas. "Apa kau yakin dengan jawabanmu itu?.Hm? ".Tanya kembali dengan sudut bibir yang terangkat.


Kedua wanita itu saling pandang lalu dengan yakin menganggukkan kepalanya. Membuat si pria semakin tersenyum yang sulit di artikan.


" Kalau begitu, ambil ini!!! ".Pria itu mengeluarkan sebuah pistol yang selalu ia bawa kemana mana. Dan ia selipkan di pinggangnya.


Kedua wanita itu sedikit bingung dan tak mengerti apa maksud dari si pria. Mereka hanya saling tatap satu sama lain. Membuat pria itu kembali menarik sudut bibirnya sinis.

__ADS_1


"Apa yang harus kami lakukan dengan benda itu tuan??? ".Tanya salah satu wanita memberanikan diri untuk bertanya. Walaupun ia sadar jika mereka saat ini tidak sedang baik baik saja.


" Silahkan tembak kepala kalian masing masing di hadapan saya sekarang juga!!!! ".Ucap Pria itu dengan penuh perintah.


Gleg...


Kedua wanita itu kembali terkejut bahkan tubuh mereka berdua telihat tegang. Ingin rasanya mereka lari saat ini juga. Bahkan keduanya menyesal karena mau menyerahkan diri pada pria berkuasa sepertinya. Padahal mereka berharap malam ini bisa merasakan belaian si pria itu. Yang terkenal sangat kuat di ranjang. Tapi, Jangankan untuk melihat tubuhnya, disentuh oleh tangannya pun mereka belum tahu bagaimana rasanya. Yang ada mereka berdua malah diperintahkan untuk bunuh diri.


Melihat kedua wanita itu menegang ditempatnya berdiri. Si pria hanya tersenyum tipis. Namun, disaat ia ingin berucap tiba tiba pintu ruangan terbuka. Dan sang asisten nampak terburu buru untuk menyampaikan sesuatu.


"Kalian berdua boleh pergi!!! ".Ucap sang asisten menatap kedua wanita yang tadi kehabisan kata kata karena di perintahkan untuk bunuh diri.


Dengan cepat keduanya pun langsung menganggukkan kepalanya. Dan tidak menolak sama sekali untuk disuruh pergi.


" Tuan di luar ada nona muda. Dan dia sudah duduk di dimeja baru sambil.... ".


Belum juga selesai sang asisten berbicara. Pria itu sudah bangkit dan langsung keluar ruangan tanpa ingin mendengar lebih lanjut ucapan asisten nya.


Sedangkan di luar ruangan dentuman suara musik mengalun kuat. Dan tatapan pria itu langsung nyalang ketika ia melihat Shasa. Yang ternyata sudah duduk di meja baru depan Bartander. Shasa juga memakai gaun sedikit terbuka membuat para pria hidung belang menatap nya dengan tatapan lapar.

__ADS_1


Pria itu pun langsung melangkah lebar sambil menggertak kan rahang nya. Bahkan tangannya mengepal kuat. Menahan emosi di dalam dadanya. Apalagi ketika Shasa mulai di dekati oleh seorang laki laki. Emosinya semakin naik tak terkendali lagi.


Prangggg....


Suara gelas yang jatuh karena di lempar begitu saja oleh pria itu. Membuat Shasa terkejut, Lalu Shasa kini menatap pria yang sudah berani menyambar minumannya yang tinggal setengah lagi. Bahkan melempar gelas nya hingga pecah di lantai.


Sedangkan laki laki yang tadi mendekati Shasa, kini sudah pergi menjauh ketika ia melihat pria datang menghampiri mereka. Karena mereka sangat kenal dan paham siapa pria itu. Jadi, daripada terkena masalah, lebih baik menjauh saja.


Shasa bukannya takut malah ia tersenyum senang. Saat melihat wajah pria yang terlihat menahan emosinya itu.


Tanpa pikir panjang pria itu pun langsung menarik tangan Shasa dan pergi meninggalkan tempat hiburan itu. Shasa juga nampak pasrah dibawa oleh pria itu.


"Masuk!!! ".Perintah pria itu tegas setelah ia membuka pintu mobilnya. Sedangakan sang asisten hanya melihat dari kejauhan dan mendapatkan kode dari pria itu sebelum ia masuk kedalam mobilnya.


" Sial... "Upat pria itu kasar ketika ia melihat Shasa yang sudah menggeliat seperti cacing kepanasan di kursi samping kemudi.


Pria itu pun langsung menghubungi asisten nya lewat earphone yang selalu terpasang di telinganya. " Cari pria itu dan bereskan dia malam ini juga!!! ".Perintahnya penuh amarah.


Setelah mengucapkan itu ia pun kembali fokus pada setir mobilnya. Sedangkan Shasa sudah mulai membuka tali gaun yang ia kenakan. Hingga gaun Shasa melorot menampilkan benjolan tanggung kembar yang masih dilapisi bra bewarna hitam.

__ADS_1


" Stop....!!! ".Cegah pria itu ketika Shasa malah kembali ingin menurunkan gaunnya. " Hais... Sial".Upat pria itu kembali sambil menambah kecepatan mobilnya.


TBC


__ADS_2