
Kini di ruangan itu tinggal tersisa Lana dan Raya. Raya juga bingung harus bersikap seperti apa dihadapan Lana saat ini . Jangankan untuk bicara menatap Lana saja ia tidak punya keberanian sama sekali. Gadis itu hanya bisa meremas gaun pengantin nya yang masih saja melekat indah ditubuh rampingnya.
"Sampai kapan kau akan duduk disana??? ".Pertanyaan Lana membuat Raya semakin gugup ia memberanikan diri untuk menatap wajah tampan pria yang sudah sah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu. Bahkan pria itu juga yang sudah merenggut kehormatan nya.
" Kita kembali kekamar sekarang!!! ".Seru Lana tanpa basa basi lagi. Ia pun langsung melangkah pergi begitu saja. Tanpa ingin menunggu Raya terlebih dahulu.
Gaun pengantin yang panjang menjuntai. Membuat Raya kesulitan untuk berjalan. Sedangkan ia harus ikut mengejar langkah Lana yang lebar itu. Raya berjalan terseok seok dibelakang Lana. Hal itu membuat Lana mengulum senyumnya. Karena Lana bisa melihat Raya berjalan dari pantulan camera cctv hotel itu.
Saat sudah sampai di depan pintu lift. Lana membalikkan tubuhnya hingga Raya yang berjalan tanpa melihat kedepan karena ia fokus kebawah dengan menarik gaun panjangnya.
Brakkkk....
"Aw... " Pekik Raya saat jidad nya terbentur dengan dada bidang Lana.
"Makanya kalau jalan itu pakai kaki dan mata".Sentak Lana dengan suara datarnya.
" Maaf".Lirih Raya dengan suara bergetar. Ia sangat takut saat dibentak begitu. Karena rasa trauma nya sewaktu kecil tiba tiba saja muncul kembali di ingatan Raya.
Tanpa di sadari air mata Raya terjun tanpa permisi.Bahkan tubuh Raya gemetaran. Hal itu justru membuat Lana mengerutkan keningnya bingung.
"Kamu kenapa??? ".Tanya Lana mulai sedikit panik. Tapi Raya hanya bisa diam sambil terus saja menangis.
__ADS_1
" Hei... Raya... Raya... Kamu kenapa??? ".Tanya Lana lagi.
Bukannya menjawab Raya malah ambruk. Ia pingsan begitu saja. Beruntung Lana cepat meraih tubuh mungil Raya.
" Raya... Raya... "Lana menepuk nepuk pipi Raya pelan tapi gadis itu masih tak sadarkan diri.
Dengan sigap Lana pun membopong tubuh Raya menuju kearah lift. Bahkan Lana memencet tombol lift sampai kesulitan sendiri.
🌿🌿🌿🌿🌿
Lana merebahkan tubuh Raya dengan sangat hati hati di kasur king size yang ada dikamar khusus untuknya malam ini. Kamar yang sudah di dekor sedemikian rupa oleh orang orang Anton tentunya. Bahkan Lana sampai menggelengkan kepala nya melihat dekorasi kamar nya itu.
Lana pun merogoh ponselnya dan menelpon seseorang. Setelah selesai menelpon Lana mencari mintak kayu putih di dalam nakas samping tempat tidur.
"Soal".Panik Lana sambil menjambak rambutnya kasar.
" Raya... Ray... "Lana kembali menepuk nepuk pipi Raya. Ia pun menggoncang bahu Raya pelan. Tapi gadis itu tidak kunjung sadar. Hal itu semakin membuat Lana semakin panik.
Tok tokkk...
Suara pintu kamar diketuk dari luar. Lana pun segera berlari kearah pintu.
__ADS_1
" Cepat masuk dan segera periksa dia!!! ".Perintah Lana tegas saat ia melihat wajah sahabat nya ada didepan pintu kamarnya.
" Loe apakan sih sampe bisa pingsan begitu???. Makanya mainnya jangan kasar kasar lah".Ledek Dokter Lucky sahabat Lana.
"Bacot loe ky. Buruan, gue takut dia kenapa napa lagi".Desak Lana yang sudah panik sejak tadi.
Dokter lucky hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Ia belum pernah melihat Lana sepanik ini sebelumnya. Bahkan Lucky tahu hubungan nya dengan Tia seperti apa. Tapi Lana belum pernah sekhawatir ini pada Tia.
" Loe sadar tidak sih. Kalau elo itu udah jatuh cinta ??? ".Celetuk Lucky. Membuat Lana menatapnya tajam.
" Dia lagi hamil bro, gue harap loe juga bisa jaga perasaan nya!!!. Jangan buat dia stres karena janinnya nya sangat lemah!!! ".Ucap Dokter Lucky setelah ia memeriksa kondisi Raya.
"Lalu kenapa tiba tiba dia bisa pingsan begitu??? ".
" Istri loe kekurangan tenaga bro. Apa dia belum makan ??? ".Tanya Dokter lucky
Lana hanya menggelengkan kepalanya. Membuat Dokter Lucky menepuk jidad nya. " Loe mau nyiksa anak dan istri loe sendiri bro??? ".Ucap Dokter Lucky tak habis pikir.
" Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi!!. Jika tidak gue kagak jamin janinnya akan bertahan".
Ucapan dokter Lucky membuat Lana terkejut. Ia tidak menyangka jika hal sepele saja bisa berakibat fatal bagi kehamilan Raya.
__ADS_1
"Gue tahu loe masih mencintai Tia bro. Dan tidak mudah bagi loe untuk menerima semua ini. Tapi sekarang keadaan nya sudah berbeda bro. Tia bukan jodoh loe, Dan lebih baik mulai saat ini loe coba buka hati loe untuk Raya istri loe sendiri!!!. Ingat dia sedang mengandung anak loe darah daging kalian".Nasehat dokter lucky sebelum ia pamit pada Lana.
TBC