Posesif Husband

Posesif Husband
Jadi Rebutan


__ADS_3

"Gue bercanda kali Sha. Serius amat. Lagian mana mau temen laki loe sama cewek kismin kayak gue ini. Kuliah aja cuma ngandelin beasiswa doang".


Tiara sambil tersenyum tipis. Awalnya saja ia sangat minder berteman dengan Shasa. Apalagi ketika tahu jika Shasa adalah putri bungsu keluarga Erlangga. Membuat Tiara malu dengan dirinya sendiri. Yang tak sebanding dan sederajat dengan Shasa.


Ayahnya hanya seorang sopir angkot. Sedangkan ibunya entah pergi kemana. Dari kecil sampai ia kuliah begini. Tiara belum pernah melihat wajah ibunya sama sekali.


Mungkin karena faktor ekonomi. Ibunya memilih pergi meninggalkan anak dan juga suaminya. Miris memang, tapi itulah kenyataan yang harus Tiara terima.


"Cinta itu tidak memandang materi Ra. Optimistis dong!! ".Sahut Shasa yang paham arah pembicaraan Tiara.


" Itu kan hanya di dunia novel saja Sha. Beda jauh sama dunia nyata ".Tiara terkekeh sambil mulai membuka buku menu. Karena saat ini mereka berdua sedang berada di dalam kantin kampus.


" Loe mau pesen sekalian gak nih??? ".Tawar Tiara saat ia ingin memesan nasi goreng dan teh hangat.


" Gue mau mie ayam bakso aja deh, Sama teh manis juga!!! ".


" Sejak kapan horang kaya minumnya teh manis??? ".Sindir Tiara sambil tersenyum.


" Udah tinggal pesenin aja kok pake acara meledek segala!!. Tenang gue yang traktir ".Jawab Shasa dengan sombongnya.


" Wah, jadi ngerepotin nih . Masa di traktir mulu sih Sha. Kan gue jadinya keenakan".


"Gak usah lebay".Timpal Shasa sambil terkekeh.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


Di tempat yang berbeda juga saat ini. Icha tak kalah sibuknya. Karena hari ini ia ada jadwal dinas pagi. Membuat nya selalu keteteran. Belum lagi Sean sudah dua hari ini rewel.


Sedangkan Niko masih di luar kota sejak tiga hari yang lalu. Karena mengecek anak cabang perusahaan nya yang ada di Semarang.


"Mba Tri saya titip Sean dulu ya!. Nanti sebelum makan siang saya udah pulang kok".Seru Icha sambil menyerahkan baby Sean pada baby sitter nya.


" Baik Nyonya".


"Sean sayang, Mama kerja dulu ya. Jangan rewel nanti sore Papa pulang kok".Ucap Icha pamit pada putranya yang ikut menatap wajah cantik Mamanya. Yang sudah memakai seragam dokternya.


Icha mengecup pipi putranya sebelum ia beranjak pergi. Sedangkan Sean terus memperhatikan Mamanya. Dalam gendongan baby sitter nya. Sampai mobil Icha hilang di balik pagar tinggi menjulang rumahnya.


"Pagi Cucu Oma yang tampan".Seru Cinta yang baru turun dari mobil. Bersama suami dan juga mama Mertuanya.


" Pagi Oma, Opa, eyang".Sang baby sitter menimpali sebagai wakil Sean untuk menjawab salam dari Oma Cinta.


Anton pun langsung mengambil alih Sean dari gendongan baby sitter nya. Dan membawanya masuk kedalam rumah. Tanpa menghiraukan lagi istri nya.


"Wah, sekarang dia lebih sayang sama cucunya . Sehingga melupakan istrinya".Lirih Cinta menggeleng kan kepalanya.


Membuat sang baby sitter dan juga Mama mertuanya hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


" Kok pagi pagi rumah udah sepi aja?. Icha sama Niko kemana?. Udah pergi kerja ya??? ".Tanya Cinta mulai mencari keberadaan anak dan menantunya.


" Iya Nyonya besar, Nyonya Icha baru saja berangkat. Kalau tuan Niko sudah tiga hari pergi ke Semarang ".Jawab baby sitter itu menjelaskan.


Cinta pun hanya manggut manggut saja. Sembari mulai mendaratkan bokongnya di sofa empuk yang ada di ruang tamu. Sembari menyuruh Mama mertuanya untuk ikutan duduk juga di sana. Sedangakan Anton sudah berada di halaman belakang bersama Sean.


Cinta memang sengaja datang tanpa memberitahukan dulu pada menantunya. Karena meraka juga hanya sekedar mampir. Sebab, Anton dan Cinta ingin ke Bandung bersama sang mertuanya. Sekalian mau ziarah ke Makam Ayahnya Anton.


"Hubby... " Teriak Cinta memanggil suaminya. Yang sedang asyik bermain dengan cucunya.


"Ada apa sayang?? ".Jawab Anton sembari melangkah menuju ruang tamu dengan Sean yang masih berada di dalam gendongannya.


" Sean kita ajak saja ya ke Bandung. Hubby yang minta izin sama Niko dan Icha gih!!! ".


" Sean masih membutuhkan asi Mamanya sayang. Lagian mana mungkin Niko mengizinkan kita pergi membawa putra nya".Anton kini duduk di samping istrinya sambil memangku Sean.


Sean sibuk mengoceh dengan suara khas bayi seumurannya. Membuat Cinta semakin gemas saja melihat cucunya itu. Siska saja sudah gatal ingin menggendong cicitnya.


"Coba kamu udah mam nasi sayang. Oma pasti udah ajak kamu ketemu Eyang Grandma dan Grandpa juga ke Korea".Seru Cinta sambil mencubit gemas pipi gembul Sean.


Karena kedua orang tuanya sama sekali belum bertemu dengan Sean, Sejak Sean sudah mulai MpAsi ini. Mereka terlalu menikmati moment nya sehingga lupa akan anak cucu dan cicitnya di Indonesia.


TBC

__ADS_1


__ADS_2