
Shasa hanya diam sambil makan salad buahnya. Saat Mommy nya ngomel sejak tadi datang kerumah nya. Sedangkan Candra memang sudah berangkat kerja sejak satu jam yang lalu. Jauh sebelum kedua mertuanya datang. Mungkin Candra sudah punya feeling jika Mommy mertuanya pasti akan datang kerumah mereka. Makanya Candra lebih baik menghindari daripada telinga nya panas karena omelan sang Mommy mertua.
"Kamu itu dengar tidak sih kalau Mommy ngomong Sha??? ". Kesal Cinta yang sejak tadi memperhatikan putrinya hanya fokus sama cemilan nya saja. Sambil selonjoran di sofa empuk yang ada di ruang keluarga.
" Iya Mommy ku sayang. Shasa belum tuli". Jawab Shasa santai.
"Semoga saja cucuku nanti tidak mengikuti jejak ibunya yang seklek kayak begini". Sindir Cinta kesal dan beranjak pergi meninggalkan anak bungsu nya.
Sedangkan Shasa menghela nafasnya lega,ketika Mommy nya sudah hilang dibalik pintu. " Bang awas saja kau kalau pulang nanti tak bejek bejek".
Shasa sekarang paham kenapa pagi pagi sekali suaminya itu sudah bangun dan pamit meeting dadakan. Karena ia tahu Nyonya besar akan datang kerumah mereka.
🌿🌿🌿🌿🌿
Saat Shasa sedang kedatangan Nyonya besar. Dan menutup telinga nya akan omelan Nyonya besarnya. Di tempat yang berbeda juga saat ini Tiara baru saja selesai mengantarkan suaminya sampai kedepan teras. Karena sang suami akan berangkat bekerja.
__ADS_1
"Hati hati mas!". Teriak Tiara saat suaminya sudah masuk kedalam mobilnya. Tomy pun melambaikan tangan nya pada istrinya.
Setelah memastikan mobil suaminya sudah hilang di balik pagar tinggi yang menjulang . Dan kini ia kembali masuk kedalam rumahnya. Hari ini ia hanya ingin menghabiskan waktunya seharian di rumahnya saja. Kebetulan juga kuliahnya sedang free.
"Nyonya ponsel nya sejak tadi bunyi". Ucap art nya saat Tiara akan masuk kedalam kamarnya.
" Oh iya bik, makasih ya". Tiara mengambil ponselnya dari tangan sang art sebab ponselnya tadi tertinggal di meja makan.
Tiara pun mengerutkan keningnya saat melihat nomor ponsel yang baru saja menelpon nya. Lalu ia kembali menelpon balik.
" Ada apa Ma??? ". Tanya Tiara sedikit khawatir karena dari nada bicara Mama nya ia sedang tidak baik baik saja.
" Adik kamu sedang di rawat di rumah sakit nak. Dan dia membutuhkan biaya untuk operasi nya. Sedangkan Mama tidak pegang uang sama sekali. Mama mohon nak hanya kamu harapan mama saat ini!! ". Bu Mita nampak memohon dengan suara seraknya. Dan Tiara yakin saat ini mama nya itu sedang menangis.
Meskipun sesak dada Tiara saat ini. Karena mendengar suara mamanya yang begitu tampak mengkhawatirkan keadaan anak nya. Sedangkan dirinya juga anak kandung mama nya. Yang sejak kecil tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari mamanya.
__ADS_1
Jika ia berpikir jika Mamanya pilih kasih ya itu memang benar adanya. Bahkan ia tak pernah di anggap anak oleh Mamanya sendiri.
Tapi, sekarang disaat mereka tak memiliki apapun lagi. Mama nya baru ingat dengan dirinya dan meminta bantuan nya.
"Berapa yang Mama butuhkan??? ". Dengan menahan air matanya Tiara bertanya pada Mama nya. Meskipun ia merasa sedih dan kecewa tapi Tiara bukanlah orang yang jahat yang tidak akan perduli pada orang yang sedang membutuhkan pertolongan nya. Terlebih lagi itu adalah keluarga nya sendiri.
" Lima puluh juta nak". Lirih Ibu Mita sedikit ragu karena sejujurnya ia juga tidak mau merepotkan tiara. Bu Mita sudah sadar diri jika ia bukanlah ibu yang baik selama ini. Bahkan ia juga tidak pernah sekalipun mau tahu akan putrinya.
Wanita paruh baya itu pun sudah sadar jika ia pernah berniat jahat akan Tiara dan suaminya. Hanya karena uang ia rela menukar kebahagiaan anaknya sendiri yang sejak kecil tidak pernah ia mau tahu.
"Silahkan kirim nomor rekening Mama sekarang!!. Biar nanti Tiara transfer uangnya". Jawab Tiara . " Salam untuk putri Mama!. Semoga Operasi nya berjalan lancar ". Sambung Tiara lagi menahan sesak di dadanya.
Belum sempat Mita mengucapkan terimakasih. Tiara sudah lebih dulu memutuskan sambungan telpon nya. Sungguh ia tidak bisa lagi menahan air matanya. Namun, Tiara berusaha untuk tetap kuat sekarang ia hanya ingin fokus pada keluarga nya saja. Yaitu suami dan juga calon baby nya.
Mungkin ini salah satu cara Tuhan membuatnya tetap berbakti pada orang tuanya. Meskipun Mamanya tidak pernah mau perduli dengan dirinya.
__ADS_1
TBC