
Setelah pulang dari rumah kedua orang tuanya. Dan hari itu juga Shasa menghabiskan banyak uang untuk mentraktir Mommy dan Omanya shoping. Kini sudah tiga hari berlalu.
Hari ini Shasa sudah tidak sabaran menunggu kepulangan suami tercinta nya. Karena ia juga tidak sabaran untuk memberi kejutan pada suaminya itu. Jika ia sedang mengandung darah daging mereka berdua.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam. Jika di perkirakan Candra akan tiba dirumah beberapa menit lagi. Karena tadi ia menelpon sudah mendarat di Bandara.
Malam ini Shasa juga sudah berdandan sangat cantik. Meskipun ia tidak memakai riasan make up. Hanya memoles sedikit bibirnya dengan lipstik bewarna mencolok. Menimbulkan kesan yang sangat seksi untuknya. Belum lagi lingerie yang ia kenakan malam ini. Nampak begitu menggoda yang sangat pas di tubuhnya. Dan juga klop dengan warna kulitnya yang putih seperti susu.
Sebenarnya hari ini juga bertepatan dengan hari lahir suaminya. Dimana Candra berulang tahun di usinya yang genap 33 tahun.
Deru mesin mobil yang sangat Shasa kenal. Mulai memasuki halaman depan. Dan berhenti tepat di depan teras rumahnya. Senyum Shasa langsung mengembang sempurna kala melihat suaminya yang baru turun dari mobilnya. Dari jendela kaca di kamarnya.
"Daddy kamu udah pulang sayang".Seru Shasa sembari mengusap perutnya yang masih datar itu.
Shasa pun langsung naik ke atas ranjang nya. Dan memakai selimut. Ia ingin pura pura tidur saja sebelum suaminya itu masuk kedalam kamarnya.
Tak berselang lama, pintu kamar pun mulai terbuka dari arah luar.
Ceklek...
Degup jantung Shasa semakin kencang. Ketika merasakan wangi aroma parfum khas milik suaminya. Yang semakin lama semakin mendekati nya. Lampu dikamar sengaja Shasa matikan lebih dulu sebelum suaminya datang.
Yang sekarang hanya bercahaya oleh lampu tidur di atas nakas. Candra tersenyum mendapati istrinya yang nampak tertidur dengan posisi membelakangi nya.
"Kupikir aku akan di sambut mesra oleh istriku. Tapi, malah ditinggal tidur".Candra sengaja berucap sedikit jelas agar dapat di dengar oleh istrinya.
__ADS_1
Tapi di luar dugaan. Shasa malah tak bergeming sedikit pun. Ia masih setia memejamkan matanya. Tak perduli dengan ucapan suaminya yang membuat Shasa ingin sekali langsung berhamburan memeluk tubuh maskulin suaminya.
"Oh, jadi istriku tidak merindukan ku ya. Baiklah kalau begitu. Lebih baik aku tinggal mandi saja".Ucap Candra lagi sambil melirik lirik kearah istrinya. Namun, Shasa tetap saja tak tergoda sedikitpun .
Ketika Candra sudah masuk kedalam kamar mandi. Shasa langsung bernafas lega. Lalu ia pun mengambil kue tar yang sudah ia siapkan sejak tadi.Yang ia letakkan di bawah meja kaca depan sofa nya.
Shasa menunggu suaminya tepat di depan pintu kamar mandinya. Setelah ia bisa memastikan Candra keluar dari dalam sana. Karena Candra bisa memakan waktu hingga 20 menit di dalam sana jika tanpa dirinya. Tapi jika sudah mandi bersama, dapat dipastikan akan memakan waktu lebih dari satu jam.
Ceklek...
"Happy birthday Sayang".Seru Shasa ketika Candra baru saja membuka pintu kamar mandi . Ia juga masih memakai handuk setengah pinggang.
Candra sempat terkejut tapi kemudian nia tersenyum. Melihat kue tar berbentuk love dengan hiasan lilin serta usianya saat ini.
" Tiup dulu lilinnya!!! ".Ucap Shasa sambil tersenyum manis pada suaminya.
" Aku tidak ingin apapun lagi. Yang aku ingin sekarang ada di depan mataku. Tapi satu yang aku harapkan sampai saat ini".Candra malah menggoda istrinya dengan tatapan mesumnya.
"Apa??? ".Tanya Shasa penasaran.
" Aku sudah menyebutkan nya di dalam hati sayang".Candra tersenyum yang membuat wajah istrinya cemberut.
"Aku hanya minta pada yang maha kuasa. Jika boleh berikan lah kami rezeki anak yang akan menambah kebahagiaan di dalam rumah tangga kami".
Candra mengucap kan hal itu cukup di dalam hati saja. Karena ia tidak ingin menyinggung perasaan istrinya.
__ADS_1
" Terimakasih sayang. Kau telah mengingat nya ".Ucap Candra tulus lalu mengecup singkat bibir istrinya. Candra pun sejak tadi tak berkedip melihat penampilan istrinya malam ini.Shasa pun hanya mengangguk kan kepalanya.
Lingerie seksi dan sangat tipis itu melekat sempurna di tubuh moleknya. Membuat Candra merasa terpancing untuk melampiaskan rasa rindunya selama satu minggu ini.
"Tunggu sayang!!!".Shasa menghentikan gerakan suaminya. Kala Candra sudah memberi kode untuk mengajaknya bertempur.
" Aku ada hadiah untuk mu sayang".Shasa kembali tersenyum membuat Candra menghela nafasnya. Apalagi ketika Shasa malah Melangkah kearah sofa. Meletakkan kue tar nya di atas meja sana. Lalu ia kembali dengan membawa kotak kecil yang ada ditangannya.
"Ini adalah hadiah spesial untuk suamiku tersayang".Shasa menyodorkan kotak tersebut yang telah ia bungkus tapi dan ada pita warna putih di atasnya.
Dengan sedikit ragu Candra pun menerima. Dan membuka pelan pelan kotak tersebut. Hingga beberapa kali bungkusan kotak itu tak kunjung kelar untuk dibuka.
Dan ketika pembungkus terkahir terbuka. Candra mulai membuka perlahan untuk melihat isi di dalam kotaknya itu apa.
Seketika mata Candra melotot sempurna kala ia melihat alat test kehamilan menunjukkan garis dua yang sangat jelas dimatanya.
"Sayang, ini... ".
" Iya sayang, aku hamil. Ada anak kita disini".Potong Shasa yang terlihat sangat bahagia mengatakan nya.
Candra pun tak mampu berkata apa apa lagi. Ia langsung memeluk erat tubuh istrinya. Memasukannya dalam dekapan nya. Sembari melayangkan kecupan bertubi tubi pada sang istri.
"Terimakasih sayang, kadonya sangat istimewa sekali".Lirih Candra saking bahagia nya.
" Mau mengunjungi baby sekarang sayang??? ".Tawar Shasa sembari mengedipkan salah satu matanya.
__ADS_1
" Itu yang aku tunggu daritadi sayangku".
TBC