
Mension Candra...
Suara tangis baby Ayana membuat Shasa harus membuka matanya. Yang padahal baru setengah jam yang lalu ia memejamkan matanya. Shasa melirik suaminya yang malah menarik selimut nya menutupi tubuhnya.
Hal itu membuat Shasa menggeleng kan kepalanya saja. Laki laki memang seperti itu kalau sudah punya anak. Dengar tangisan anak bukan nya bangun. Untuk ikut nenangin mereka malah pura pura tuli dan melanjutkan tidurnya lagi.
"Dasar, mau enaknya aja". Gerutu Shasa sambil bangkit dari ranjangnya.
Tangis baby Ayana semakin pecah saat Mommy nya telat menggendong nya. Tapi, Alana malah tak terusik sedikitpun akan tangisan saudara kembarnya itu. baby cantik itu malah terdengar mengorok. Hingga Shasa benar benar yakin kalau Alana memang mirip dengan Daddy nya.
"Anak sama Daddy nya. Sama sama datar dan arogan". Gerutu Shasa kembali. Lalu ia memilih untuk duduk di sofa memberikan Asi untuk Yaya. Baby Ayana memang kerap sekali terbangun. Berbeda dengan Alana.
Hampir lima belas menit Ayana minum Asi tapi baby itu malah tidak mau tidur kembali. Matanya juga tampak begitu bening. Seakan rasa kantuknya sudah hilang. Shasa tersenyum menatap wajah cantik Ayana. Yang saat ini juga ikut menatap nya.
Bayi gemoy itu memainkan jari Mommy nya. Sambil menyesap nutrisi dari sumber nya. Mata Ayana yang bulat dan indah tampak mengerjap saat sang Mommy berbicara padanya.
__ADS_1
"Uuhh, gemes banget sih anak Mommy . Bobo lagi!!. Masih gelap sayang di luar". Namun Ayana malah mengucilkan empengnya hingga air Asi Shasa ikut menetes membasahi wajah sang baby.
" Sayang, jangan seperti itu. Kan jadi basah ". Baby Ayana malah melengeh sembari kakinya ikut di gerakan.
Shasa akhirnya paham jika Yaya sedang ingin bermain dengannya. Membuat Shasa semakin gemas saja akan tingkah Baby Yaya. Namun, saat ia sedang asyik bersenda gurau dengan baby gemoy itu. Tiba tiba ia merasa ingin pipis.
Shasa pun langsung mendekati arah ranjang dan membangun kan suaminya. "Bang... Abang... Bangun!!! ".
" Hem... ".Candra hanya berdehem saja. Membuat Shasa sedikit kesal. Padahal ia juga udah sangat kebelet.
Sebenarnya Shasa bisa meletakkan kembali baby Ayana pada boxnya. Tapi, Shasa takut Ayana malah mengganggu tidur kakaknya. Karena begitulah biasanya, Mereka berdua malah jadi nangis secara bersamaan.
Candra membuka matanya dan langsung membenarkan posisi nya dengan tidur miring. " Letakkan saja disini yang!!! ". Ucap Candra sembari menepuk tempat tidur di sampingnya.
Tanpa pikir panjang Shasa pun meletakkan baby Ayana di samping suaminya. Ia juga meletakkan bantal guling di sebelah Ayana. Lalu pergi dengan sedikit berlari kedalam kamar mandi.
__ADS_1
" Mommy itu mengganggu tidur Daddy saja". Guman Candra seraya menatap wajah putrinya. Membuat baby Ayana malah ikut tersenyum memperlihatkan gigi susunya.
Candra pun menciumi sekilas pipi gembul baby Ayana. Sambil menepuk nepuk bokong Ayana. Berharap putrinya bisa tertidur kembali.
"Astaga abang... ".Pekik Shasa setelah ia keluar dari kamar mandi. Dan malah melihat Ayana hampir saja jatuh karena baby itu sudah berada di bawah kaki Daddy nya.
Mendengar istrinya berteriak tak hanya Candra yang kaget. Baby Alana pun ikut kaget dan langsung menangis. Begitupula dengan baby Ayana.
" Untung aku kembali kalau tidak Yaya bisa jatuh ke lantai tadi bang". Shasa sedikit kesal. Tapi mau marah juga tidak bisa.
"Maaf sayang. Aku ketiduran lagi". Candra pun sangat merasa bersalah. Untung saja Istrinya masih sempat menangkap bayi gemoy itu. Dan tidak biasanya Ayana bisa sampai ke ujung kaki seperti tadi.
Mungkin karena Shasa kelamaan di dalam kamar mandi. Sebab Shasa langsung pup. Dan suaminya juga ketiduran lagi. Jadi, karena usia baby itu jalan tiga bulan. Ia mulai menambah akalnya. Dan terus bergerak tanpa terasa sudah sampai dibawah kaki Daddy nya.
Tak ingin melihat istrinya semakin kesal. Candra pun berinisiatif untuk menenangkan baby Alana. Dan langsung menggendong nya. Jam di dinding juga sudah menunjukkan hampir setengah tujuh pagi. Candra juga harus bekerja hari ini.
__ADS_1
Helaan nafas Shasa membuat Candra masih saja merasa bersalah. Ia sudah teledor menjaga putrinya. Karena rasa kantuknya hingga membuat Ayana hampir saja jatuh.
TBC