
Shasa memarkirkan mobilnya tepat di parkiran sebuah salon kecantikan ternama di kota itu. Kedatangan Shasa jelas langsung disambut ramah oleh semua karyawan disana. Karena salon itu adalah langganan Mommy Cinta. Itulah sebabnya semua karyawan sudah sangat paham dan kenal dengan Shasa. Putri bungsu keluarga Erlangga.
"Selamat sore nona muda".Sapa sang manajer salon ramah. Dan langsung datang menghampiri Shasa.
" Mbak Tiwi... Gak banyak celoteh!. Buruan saya mau paket komplit hari ini!!! ".Ucap Shasa sambil tersenyum membuat wanita cantik itu ikut tersenyum. Karena Shasa memang begitu jika bertemu dengannya.
Tapi ada salah satu pengunjung wanita yang sejak tadi terlihat memperhatikan Shasa. Ia menatap Shasa dari dari ujung kaki sampai ujung kepala.Tapi tatapan wanita itu nampak terganggu akan kedatangan Shasa. Padahal tadi mbak Tiwi sedang berbicara padanya. Tapi begitu Shasa datang Tiwi langsung pamit dan datang menyambut kedatangan Shasa.
Tentu saja ia sinis melihat Shasa. Dan memperhatikan penampilan Shasa dengan senyum meremehkan. "Siapa gadis itu??? ".Tanyanya pada salah satu karyawan salon. Karena ia masih memilih paket untuk perawatan nya hari ini.
" Oh itu nona pelanggan vvip di salon ini mbak".Jawab salah satu karyawan salon.
Wanita itu semakin nampak sinis melihat nya. Apalagi saat tahu jika Shasa adalah pelanggan vvip. Yang tentunya sudah pasti pelanggan yang memang orang orang khusus. Dan memang bukan orang orang sembarangan.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di perusahaan saat ini Niko dan Miki sedang menangani proyek baru mereka. Dan baru saja tiba di lokasi. Untuk meninjau pembangunan nya.
__ADS_1
Niko pun nampak mengobrol dengan mandor pembangunan. Sedangkan Miki selalu siaga di samping antasannya.
"Bang, sepertinya saya langsung pulang saja. Karena saya harus jemput Icha di kampusnya".Ucap Niko setelah mereka selesai melihat proyek bangunan dan bicara pada mandor penanggung jawabnya.
" Baik tuan muda".Jawab Miki masih saja bersikap formal padahal hanya tinggal mereka berdua saja di dalam mobil.
Jam memang sudah menunjukkan pukul empat sore. Dimana Icha juga baru saja keluar kampus. Tentu Icha selalu mengabari suaminya jika jam kuliahnya usai.
Hari ini memang Icha seharian di kampus. Karena kuliahnya dari pagi sampe sore."Cha, loe nungguin siapa??? . Suami loe ya??? ".Goda teman sekelas Icha. Yang memang sudah pada tahu jika Icha sudah menikah.
Dan Hal yang membuat mereka sempat histeris ketika salah satu teman Icha. Mengenal Niko karena Ayahnya adalah seorang pengusaha. Jadi, tidak heran jika koran dan majalah di rumahnya adalah tentang majalah bisnis. Sedangkan Niko adalah salah satu Ceo muda yang namanya sedang di agung agungkan oleh para pengusaha.
"Iya dong, siapa lagi".Jawab Icha sambil tersenyum. Kini ia sudah mulai terbiasa akan ledekan teman teman nya.
Padahal waktu ia memberikan kado ulang tahun untuk teman nya. Icha sempat terkejut dan ingin mengelak jika ia sudah menikah dengan seorang Ceo muda yang sangat terkenal itu..
Menurut Icha ia tidak mau di anggap sebagai orang sombong. Tapi para teman temannya ternyata sangat memahami nya . Bahkan mereka tidak pernah menganggap Icha sebagai anak yang sombong ataupun angkuh. Sebab, meraka tahu apa yang membuat Icha tidak mau jujur pada mereka.
__ADS_1
"Ciye... Ciyeee... Enak ya yang udah punya suami".Ledek salah satu teman nya lagi.
" Makanya buruan kawin sono!!! ".Sahut yang lainnya lagi. Dan disambut galak tawa oleh yang lainnya juga.
Ketika Icha sedang mengobrol dan bercanda dengan teman temannya. Mobil Niko pun mulai memasuki parkiran kampus.Icha pun langsung sadar karena ia sangat mengenali mobil suaminya.
" Duluan ya".Pamit Icha pada teman temannya yang masih berdiri di depan lobi kampus.
"Yah, kita daritadi yang ikut nemenin loe kagak sekalian dikasih tumpangan juga nih cha??? ".Goda teman nya lagi.
" Enggak ah, nanti loe pada malah ganggu gue lagi".Canda Icha sambil melambaikan tangannya pada teman temannya.
Sedangkan Niko sudah turun dari mobilnya dan malah sudah membukan pintu mobil untuk istrinya. Untung saja keadaan kampus sudah agak sepi. Hanya tersisa beberapa orang saja. Jadi, kedatangan Niko tidak menjadi pusat perhatian semua mahasiswa.
Apalagi Niko memang kuliah di tempat yang sama dengan Icha. Tapi ia mengambil jam weekend. Dan itu pun jalur khusus. Karena Niko lebih suka belajar yang tanpa banyak gangguan. Tidak masalah baginya untuk masalah bayaran lebih besar. Tapi setidaknya ia bisa belajar dengan nyaman dan tenang.
"Loh katanya tadi abang perginya sama asisten abang. Sekarang kok sendiri bang??? ".Tanya Icha ketika mereka sudah di dalam mobil dan siap untuk tancap gas.
__ADS_1
" Oh, Asisten abang sudah pulang duluan. Soalnya kan mobilnya tadi masih ada di kantor".