Posesif Husband

Posesif Husband
Bertemu teman Lama


__ADS_3

Tia mulai mengisi troli belajaannya dengan bahan bahan makanan. Dan kebutuhan dapur, sedangkan Daren yang mendorong troli nya.


"Mom, biar Daren yang bantu ambil buahnya ya!!! ".


" Oke sayang... Mommy mau ke sana dulu ya beli tisu juga".


Tia pun melangkah menuju arah rak tisu dan sedikit jauh dari tempat buah dimana Daren sedang memilih beberapa buah buahan favoritnya.


Saat Tia sedang ingin mengambil barang ia sedikit kesulitan. Dan mencari pramuniaga nya tapi sayang tidak ada disana juga.


"Ini.... " Seorang pria tampan dengan memakai seragam polisi pun menyodorkan satu kotak besar tisu yang tadi ingin di ambil oleh Tia. Dengan wajah ramahnya ia juga tersenyum manis pada wanita satu anak itu.


"Terimakasih ".Ucap Tia tulus dan sambil ikut tersenyum tipis.


" Sama sama".Jawab Pria itu dan kembali tersenyum. "Seperti nya kita pernah bertemu sebelum nya ??? ".Sambung pria itu sambil menelisik wajah Tia.


Tia hanya mengerutkan keningnya. Karena ia juga terlihat tidak asing lagi dengan wajah pria yang ada di hadapan nya saat ini. Tapi sayangnya Tia juga tidak mengingatnya.


Lalu Tia membaca nama yang ada di kemeja polisi pria itu dengan takename Edo D. Kemudian Tia kembali menatap wajah pria itu sambil kembali mengingat wajah nya.


"Kamu bang Edo temennya....


" Iya, ternyata kamu masih ingat aku ya? ".Potong pria itu sambil tersenyum. Membuat Tia mengangguk kan kepalanya. " Apa kabar?. Lama tidak kelihatan??? ".Tanya pria itu sambil menyodorkan tangannya.

__ADS_1


" Alhamdulillah baik".Tia pun menyambut sodoran tangan pria yang bernama Edo itu. "Aku kan tinggal di Amerika dan baru beberapa hari ini pulang".Jawab Tia sambil tersenyum.


" Oh gitu. Wajar aja kota Jakarta sepi ternyata satu penghuni nya udah pindah ke Negara orang".Guyonan Edo membuat Tia langsung terkekeh.


"Ternyata abang masih sama kayak dulu ya?. Suka gombal".Ledek Tia sambil menggeleng kan kepalanya.


Edo pun hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum. Keduanya nampak terlibat perbincangan beberapa saat sebelum Daren memanggil Tia.


" Mommy... Sudah selesai belum??? ".Tanya Daren sambil mendorong troli belanjaan dan berjalan menghampiri Tia dengan Edo.


" Sudah sayang".Sahut Tia sambil tersenyum kearah putranya. Membuat Edo mengerutkan keningnya.


Tia yang paham akan tatapan Edo langsung angkat bicara. "Kenalkan bang, ini Daren putra ku!!!".Ucap Tia memperkenalkan Daren pada Edo. " Daren kenalin ibu Om Edo temen Mommy !!! ".


" Bang... Are you okey??? ".Tanya Tia yang melihat perubahan wajah Edo.


" Ah, iya aku baik baik saja. Hanya teringat dengan Almarhum anak saya kalau dia panjang umur pasti usianya sudah seperti Daren putramu ini Tia".Jawab Edo sambil tersenyum.


"Om, bisa anggap Daren seperti anak om juga kalau om mau!!! ".Celetuk Daren membuat Tia langsung menatap putranya. Tapi Daren pun langsung tersenyum. " Iya kan Mom??? ".Daren malah meminta persetujuan Mommy nya. Dan Tia langsung mengangguk kan kepalanya.


Pria yang bernama Edo itu pun menepuk bahu Daren pelan sambil tersenyum. " Ayahmu pasti bangga memiliki putra seperti kamu Daren".Puji Edo yang langsung menbuat Tia menundukkan kepalanya. Karena nyatanya tidak pernah sekalipun Ayah biologis Daren datang untuk mencarinya ataupun putranya hingga saat ini.


Edo yang sadar akan perubahan sikap dan wajah Tia serta Daren pun langsung meminta maaf. "Maaf, apa ucapan ku ada yang salah?. Dan menyinggung kamu Tia??? ".Tanya Edo pelan.

__ADS_1


" Mommy dan Daddy sudah berpisah om. Bahkan aku saja tidak tahu dimana Daddy sekarang".Daren yang menjawab pertanyaan Edo.


"Tia maafkan aku!!. Aku tidak bermaksud untuk...


" Tidak papa bang. Ini bukan salah abang kok. Itu juga semua sudah berlalu. Sekarang hanya Daren yang aku miliki di dunia ini".Potong Tia sambil berusaha untuk tersenyum.


Edo sangat merasa bersalah karena ia sudah salah kata.Setelah beberapa saat kembali terlihat obrolan dengan Daren juga. Akhirnya Tia dan Daren pun pamit pulang . Karena Edo juga sudah mendapatkan telpon dari komandan nya. Tapi sebelum berpisah di tempat parkiran Tia dan Edo juga sempat saling bertukar nomor ponsel.


Hal itu membuat Daren mengulum senyumnya. Karena dari sekian banyak pria yang mencoba dekat dengan Mommy nya. Baru kali inilah Daren melihat Mommy nya mau mengobrol dan sampai memberikan nomor ponselnya pada pria itu.


"Mom, om Edo itu sepertinya orang baik ya??? ".Tanya Daren setelah mereka sudah dalam mobil dan mulai membelah jalanan ibu kota.


" Iya sayang. Dari dulu juga om Edo udah baik malah sangat baik. Tapi kadang suka konyol juga".Jawab Tia antusias. Membuat Daren kembali mengulum senyumnya.


"Kenapa pria sebaik Om Edo malah di tinggal selingkuh istrinya ya Mom??".Daren kembali bertanya membuat Tia menoleh pada putra semata wayangnya itu.


" Sayang, selingkuh terjadi karena manusia itu tidak pandai bersyukur, dan hanya mementingkan diri sendiri. Tidak bisa memahami pasangan nya. Dan hanya meninggalkan penyesalan di kemudian hari".Jawab Tia jujur. Ia hanya berkata sesuai fakta hidupnya sendiri.


Sebab dulu Tia juga seperti itu. Rela selingkuh di belakang tunangan nya karena merasa kurang di perhatikan. Dan tidak pandai bersyukur mendapatkan pria sebaik Lana. Hingga akhirnya ia malah masuk dalam jebakan pria yang tak bermoral dan tidak bertanggung jawab. Hanya termakan bualan belaka saja.


**TBC


Ayo siapa yang masih ingat Edo???. Cung angkat jempol kaki kalian gengs🀭🀭🀭 yg coment pertama dan bisa tebak othor kasih pulsa 20k deh 😁😁😁**

__ADS_1


__ADS_2