Posesif Husband

Posesif Husband
Maaf


__ADS_3

"Bang, kita sebenarnya mau kemana sih??? ".Icha kembali bertanya saat Niko sudah memarkirkan mobilnya di basement sebuah Hotel mewah di dekat pusat perbelanjaan mewah yang ada di pusat kota.


" Ayo turun!!! ".Niko bukannya menjawab malah ia membantu membukakan pintu mobilnya untuk icha.


Dengan sedikit ragu icha akhirnya mau juga menurut dan keluar dari mobil Niko. Niko pun langsung menggandeng tangan Icha melangkah menuju arah pintu masuk hotel.


Saat Niko masuk kedalam hotel ia langsung di sambut sopan dan ramah oleh seluruh karyawan hotel. Termasuk resepsionis yang ada di meja depan. Mereka nampak membungkuk kan badannya memberi hormat pada Niko.


"Selamat sore tuan muda".Sapa seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan. Dan berpenampilan rapi dengan tatapan datar dan dingin.


" Bagaimana uncle???. Apa semuanya sudah selesai disiapkan??? ".Tanya Niko pada pria paruh baya itu.


" Seperti yang anda inginkan tuan muda. Sudah hampir selesai 90%".


Icha hanya diam tanpa ingin menyela pembicaraan keduanya yang tidak ia ketahui sama sekali. Membahas tentang apa. Tapi Icha bisa melihat lirikan pria paruh baya itu yang sedikit melirik kearahnya dengan sangat datar.


"Baiklah, lalu kamar yang aku minta apa sudah di siapkan??? ".


" Sudah tuan muda ada di lantai 17".


"Hm, Sekarang Uncle boleh pergi!!! Dan pastikan Daddy dan Mommy tidak tahu tentang ini!!! ".Ucap Niko penuh perintah.


" Baik tuan Muda, sejauh ini Tuan belum tahu apa apa".Niko hanya menganggukkan kepalanya saja. "Oh ya tuan muda siapa gadis ini??? ".Tanya pria paruh baya itu sambil menatap sekilas ke arah Icha.


" Saya...


"Dia pacar saya Uncle".Potong Niko cepat sebelum Icha sempat memperkenalkan dirinya.


Pria itu menganggukkan kepala nya paham. " Ingat tuan muda jangan berbuat di luar jalur!!!".Pria paruh baya itu kembali mengingatkan putra sulung atasannya.

__ADS_1


"Uncle Lana tenang saja!!!. Aku tahu apa yang akan aku lakukan".Jawab Niko sambil tersenyum tipis dan melirik ke arah Icha.


" Baik tuan muda Uncle percaya. Kalau begitu Uncle permisi dulu".Pamit Lana sambil sedikit membungkukkan kepalanya.


"Uncle... " Niko kembali memanggil Lana saat Lana ingin melangkah keluar hotel. Meninggalkan nya dengan Icha di depan pintu lift.


"Iya tuan muda. Apa masih ada yang tuan muda butuhkan lagi??? ".


Niko nampak melepaskan genggaman tangan Icha dengannya. " Tunggu aku di sini dulu !!!. Aku ingin bicara sebentar dengan Uncle Lana!!! ".Ucap Niko pada Icha. Sedangkan Icha hanya bisa mengangguk patuh.


Lalu Niko berjalan menghampiri Lana yang masih berdiri di depan pintu keluar hotel.


" Ada apa tuan Muda??? ".Tanya Lana lagi.


" Tolong Uncle urus mobil warna hitam flat nomor xxx. Sepertinya sejak tadi mereka mengikuti ku!!! ".Ucap Niko penuh perintah.


" Baik tuan muda".Lana langsung paham apa maksud dari tuan mudanya itu. Dan tidak salah lagi Niko benar benar menuruni sifat Daddy nya dan juga Grandpa nya. Karena ia begitu jelih dan teliti. Bahkan saat di ikuti saja ia masih nampak santai. Seolah tidak tahu apa apa.


" Tidak ada apa apa. "Elak Niko santai. " Ayo kita lihat kamar kamu".Ajak Niko sambil langsung menarik tangan Icha memasuki lift.


🌿🌿🌿🌿🌿


Ceklek...


Niko membuka pintu kamar yang sudah di siapkan untuk Icha menginap. Entah apalah motif Niko membawa Icha ke Jakarta.


"Bang, kenapa Icha di bawa kesini??? ".Lagi lagi Icha bingung. Karena sejak awal Niko sama sekali tidak pernah menjelaskan kenapa ia dibawa ke Jakarta dan sekarang malah di suruh menginap di hotel mewah begini.


" Untuk di ajak kawin lari".Jawab Niko santai sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk yang ada di kamar Presidential itu.

__ADS_1


"Bang Icha serius nih!!!. Bercanda mulu dasar nyebelin".Ketus Icha kesal.


" Awas sana minggir!!!. Icha juga capek pengen istirahat, Abang tidur di sofa saja!! ".Icha berusaha membangunkan Niko yang sudah mulai memejamkan matanya dengan di tutupi oleh lengan kekarnya.


" Kau bisa istirahat di sebelahku Cha!!! ".Sahut Niko dengan santainya. Membuat Icha melotot sempurna.


" Disebelah abang???.Ck... Yang benar saja bang. Kita itu bukan Muhrom. Tidak baik berada di dalam kamar yang sama seperti ini. Apalagi satu ranjang, nanti bisa ada orang ketiga yaitu setan".Cerocos Icha panjang lebar.


"Yasudah kalau begitu kita menikah saja sekarang".Jawab Niko asal. Membuat Icha semakin tak habis pikir akan jawaban asal jeplak nya Niko.


" Dasar payah... Sudah nembak cewek gak ada romantis romantisnya. Ini juga ngajak cewek nikah kayak mau ngajak beli cabe di pasar. Cewek itu di lamar baik baik bang, atau bila perlu bikin suasana seromantis mungkin. Di ajak Dinner kek, kasih cincin kek. Masa ngelamar cewek kayak ngajak tarung aja".Cerocos Icha lagi asal saking kesalnya dengan Niko.


"Itu curhatan atau keinginan kamu cha??? ".Niko bertanya sambil merubah posisinya yang tadi tidur terlentang kini menjadi posisi miring bertopang tangan kanannya untuk menopang kepalanya.


" Dua duanya".Sahut Icha semakin kesal saja. Icha juga terus ngomel sambil berniat beranjak dari ranjang itu. Tapi tangannya di tarik oleh Niko. Hingga...


"Aww.... "


Cup...


Icha terpekik tertahan saat tubuhnya juga ikut terhuyung ke arah ranjang karena oleh saat Niko menarik tangannya tiba tiba. Bahkan Bibir keduanya saling timpa satu sama lain. Mata Icha melotot tak percaya tapi Niko hanya berekspresi datar tanpa berkedip sedikitpun.


Sesaat keduanya saling tatap terkejut tapi dengan ekspresi wajah yang berbeda. Icha yang sadar jika ini tidak benar berusaha untuk langsung bangkit dari atas tubuh Niko. Tapi Niko lagi lagi malah menahan tekuk lehernya.


Hingga Niko dengan beraninya mengecup dan menyesap bibir ranum Icha yang berwarna merah muda itu. Aroma cherry langsung di rasakan oleh Niko yang terasa manis.Tubuh Icha langsung menegang dibuat nya. Sungguh Icha bingung harus bersikap seperti apa. Ini ciuman pertama nya dan Niko tahu itu. Karena Icha hanya diam dengan mata yang melotot sempurna.


Sadar akan ulahnya yang sembrono. Niko langsung mendorong tubuh Icha hingga kini Icha yang tidur terlentang di atas ranjang. Niko bangkit dari tidurnya dan duduk di ranjang dengan membelakangi Icha.


"Maaf... " Lirih Niko pelan. Bahkan Niko tidak berani menatap wajah Icha.

__ADS_1


TBC


__ADS_2