Posesif Husband

Posesif Husband
Sarapan Seblak


__ADS_3

Esok harinya baik Candra maupun Shasa. Sudah nampak rapi dengan setelan nya masing masing. Jika Candra akan berangkat ke kantor dengan setelan formalnya. Sedangkan Shasa memakai baju casual nya karena ia akan ke kampus hari ini.


Wajah Candra pagi ini nampak sedikit pucat. Karena sejak bangun tidur, Candra terus saja muntah muntah. Bahkan ia tidak berniat sarapan di rumah pagi ini. Bau sarapan yang biasa ia makan di setiap pagi. Malah membuatnya semakin mual saja.


Candra hanya meminum teh hangat buatan istrinya. Selain itu perutnya belum terisi apapun juga. Padahal ia sangat lapar sekali. Bahkan ia pagi ini tak bersemangat untuk menyetir mobilnya.


Dengan berat hati pagi pagi sekali asisten Tomy harus stay di rumah bosnya itu.


"Apa masih mual??? ".Tanya Shasa sembari mengusap punggung tangan suaminya pelan.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil.Shasa tidak di izinkan bawa mobil sendiri lagi oleh candra Karena ia sedang hamil muda. Candra takut kenapa kenapa dengan istri dan calon anaknya.


Oleh karena itu, Candra rela bolak balik untuk mengantarkan istrinya terlebih dahulu ke kampus. Baru setelah itu ia kembali putar balik menuju perusahaan. Karena kampus istrinya kuliah dengan perusahaan nya berbeda jalur.


"Hentikan mobilnya Tom!!! ".Perintah Candra tiba tiba.


" Sayang kenapa ??.Mual lagi?? ".Tanya Shasa merasa khawatir akan keadaan suaminya. Candra pun hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.


Sedangkan Asisten Tomy hanya bisa menghela nafasnya pelan. Ia juga sempat prihatin akan kondisi bosnya itu. Karena tak biasanya Candra lesu dan tak bersemangat seperti ini. Apalagi wajah tampan nya itu terlihat sedikit pucat.


"Terus kenapa berhenti disini??? ".Shasa belum mengerti kenapa tiba tiba suaminya minta untuk berhenti di tengah jalan begini.

__ADS_1


" Aku hanya ingin membeli seblak itu sayang".Jawab Candra santai.


"What???... ".Tomy langsung terkejut akan penurunan Bosnya. Sebab, yang Tomy tahu selama ini Bosnya itu tidak pernah makan seblak dan ia juga tidak begitu menyukai makanan pedas. Apalagi makanan yang jual sembarangan.


Tomy masih belum percaya jika Candra akan makan makanan dari pedagang di pinggir jalan raya begini. Karena, selama bertahun-tahun ikut mengabdikan dirinya pada Candra Dan menjadi asisten kepercayaan nya. Tomy jauh lebih paham dan hafal betul bagaimana karakter Candra.


Candra hanya makan makanan sehat, yang dimasak oleh koki khusus saat di rumahnya. Dan jika makan di luar, Maka Candra akan memilih restoran higienis dan bersih.


Tapi kali ini Tomy seperti tidak mengenali bosnya itu. Malah dia sendiri yang meminta beli seblak di pinggir jalan.


"Mau makan disini atau di kantor saja sayang??? ".Shasa malah bertanya dengan santainya. Membuat Asisten Tomy kembali tak paham akan kondisi ini.


" Di bungkus saja sayang. Tapi cabenya yang banyak!!!. Pasti sangat segar".Seru Candra sambil meneguk air liur nya sendiri.


"Tapi Nyonya Tuan tidak...


" Aku tahu Tom. Tapi ini bukan keinginan suamiku. Tapi baby ini".Potong Shasa sambil mengusap perut datarnya.


Tomy kembali tercengang masih tak paham. Membuat Candra geram sendiri karena seblak nya tak kunjung di pesan oleh Tomy.


"Istriku sedang hamil Tom. Dan berhentilah menatap nya begitu!!! ".Seru Candra menatap tajam kearah Tomy.

__ADS_1


Meskipun sempat terkejut mendengar penuturan Tuan dan Nyonya nya itu. Tapi Tomy langsung keluar dari mobil. Dan melangkah menuju gerobak yang ada di pinggir trotoar jalan raya. Untuk memesan seblak sesuai keinginan bosnya tadi.


" Kenapa dia jadi seperti orang bodoh begitu??? ".Guman Candra menggeleng kan kepalanya menatap sang Asisten nya yang tak paham paham.


" Sayang, Tomy hanya terkejut saja. Nanti juga dia kembali menyebalkan sama seperti biasanya ".Sahut Shasa yang kadang sangat membenci Tomy. Karena Asisten suaminya itu sangat datar dan kaku. Bahkan lebih mendukung suamiya daripada dirinya


" Apa kau perlu seorang Asisten juga sayang??? ".Tawar Candra sembari menyansarkan kepalanya pada dada istrinya.


" Tidak perlu sayang. Aku hanya membutuhkan kamu".Sahut Shasa menggombal.


"Sejak kapan istriku ini pintar membual ??? ".


" Sejak aku jatuh cinta pada pria mesum dan cabul seperti kamu sayang".Shasa langsung terkekeh setelah ia menjawab pertanyaan konyol suaminya tadi.


"Kau memang yang terbaik sayang".Puji Candra yang langsung menyambar bibir ranum istrinya dengan sesapan lembutnya.


Bahkan Shasa mulai ikut membalasnya. Membuat mereka berdua saling sesap satu sama lainnya. Dan ciuman itu berhenti ketika Tomy kembali membuka pintu mobil. Dengan membawakan seblak pesanan tuannya.


"Maaf Tuan, Nyonya saya ti...


" Masuklah, kita hampir terlambat!! ".Potong Candra yang sudah membenarkan posisi duduk nya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2