
"Mana orangnya??? ".Shasa berguman sendiri mencari keberadaan Candra saat ia sudah sampai di ruang tamu. Tapi orang yang ia cari tidak terlihat batang hidungnya sama sekali.
" Mikimose... "Shasa sampai terkekeh sendiri saat ia memanggil nama itu.
" Bang... abang... ".Shasa terus saja mencari keberadaan pria yang baginya sangat cabul itu.Sampai ia mencari kearah teras tapi yang ia lihat hanya seorang pria yang berdiri di samping mobil Candra dengan bodyguard nya.
" Hei... Mana bos mu??? ".Tanya Shasa dengan tidak sopannya pada Tomy.
Membuat pria itu pun memgerutkan keningnya bingung Karena sejak masuk tadi Candra belum keluar sama sekali.
" Bukankah tuan masih didalam Nona".Sahut Tomy jujur.
Shasa kali ini yang dibuat bingung. Tidak mungkin juga Candra langsung masuk ke ruang lainnya. Karena pasti ia melewatinya.
"Kemana dia??? ".Batin Shasa sambil mengedarkan pandangannya kembali.
Shasa pun langsung balik badan untuk mencari keberadaan Candra. Tapi ketika ia akan melangkah menuju ruang keluarga. Dari arah samping di dekat tangga. Candra menarik tangannya hingga tubuh Shasa membentur dada bidangnya. Dengan gerakan cepat pula Candra pun menarik juga pinggang gadis itu.
Dalam beberapa saat keduanya terlihat saling tatap. Dengan satu tangan Candra yang menbekap mulut Shasa. Agar gadis itu tidak berteriak. Shasa pun hanya melotot, memberi kode dengan ekor matanya agar Candra melepaskan dirinya.
Tapi Candra malah tersenyum yang sulit di artikan. Seolah ia memang sengaja melakukan nya agar dilihat oleh kedua orang tuanya Shasa.
"Emmm... " Shasa masih saja berontak ingin melepaskan belitan tangan Candra yang kekar itu pada pinggang rampingnya.
Tapi bukannya melepaskan nya. Candra malah kini membalikkan tubuh Shasa hingga membentur dinding dibawah tangga. Candra juga langsung mengunci kedua tangan Shasa keatas kepalanya.
__ADS_1
Membuat Shasa kembali berontak. Tapi tangan Candra satunya tetap membekap mulut Shasa. "Hussstt... Jika kau teriak maka kedua orang tuamu akan datang. Dan kita pasti akan dinikahkan hari ini juga".Bisik Candra dengan seringai liciknya.
Shasa pun hanya bisa melotot tak percaya akan kenekatan pria dewasa satu ini. " Haiss... Dasar cabul mesum. Lepas!!! ".Seru Shasa pelan sambil menatap Candra dengan tajam.
Tapi pria itu malah kini memegangi kedua tangan Shasa dengan sangat erat di atas kepalanya Shasa. Menempel pada dinding. Sedangkan tubuhnya yang kekar itu menempel erat pada tubuh ramping gadis remaja. Yang saat ini hanya memakai piyama tidur yang sangat tipis. Bahkan outher yang tadi dipakai oleh Shasa kini sudah terbuka sampai kebahu.
Candra menghirup dalam dalam aroma tubuh Shasa. Yang selalu saja memabukkan untuknya itu. Candra mulai bertingkah. Membuat Shasa juga mulai takut.
"Kau... ".
" Hussttt... Diam atau aku akan melakukan yang lebih konyol lagi!!! ".Ancam Candra lagi membuat Shasa mau tak mau hanya bisa bungkam sambil menahan emosi nya.
Tapi ia juga menikmati setiap sentuhan lembut Candra. Yang kini sudah mulai meraba salah satu bukit sintalnya.Piyama tipis itu pun membuat Candra leluasa untuk melancarkan aksi gilanya.
Ingin rasanya Shasa mendesah tapi ia tahan agar tidak keluar ketika kini Candra dengan gilanya sudah menyesap salah satu bukit sintal milik Shasa.
"No...!!! ".Lirih Shasa ketika salah satu tangan Candra kini mulai bertambah nakal menyelinap masuk kedalam segitiga tipis Shasa dibawah sana.
" Sudah masuk tidak akan mudah untuk keluar sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan".Bisik Candra sambil terus meraba apa yang ada di dalam sana.
Shasa meremas rambut Candra kuat dan kembali memejamkan matanya. Sambil menggigit bibir bawahnya ketika jari Candra sudah memainkan perannya pada benda favoritnya dibawah sana.
"Sha,... Sayang".
Suara panggilan Cinta membuat Shasa sadar dan panik. Tapi pria itu masih nampak tenang dengan kegiatan nya juga. Sedangkan Shasa hanya bisa harap harap cemas. Ia takut jika sampai Mommy nya itu memergoki nya dengan Candra. Sedang melakukan hal gila.
__ADS_1
Keringat di pelipis Shasa mulai menetes ketika ia merasakan nikmat beserta gugup secara bersamaan. Tapi hal itu membuat Candra tersenyum senang.
" Mudah sekali kau basah".Ledek Candra sambil menarik jarinya dan menunjukkan nya pada Shasa.
Shasa pun langsung mendorong tubuh Candra dan menatap nya dengan tajam. Lalu dengan sedikit takut Shasa mulai melangkah.
"Setidaknya ucapkan dulu terimakasih padaku!!! ".Seru Candra ketika Shasa sudah menaiki anak tangga.
Gadis itu hanya bisa mencelos sambil melotot pada Candra. Tapi belum juga ia akan naik kembali. Suara Mommy nya langsung membuat Shasa menarik nafasnya dengan kasar.
" Sayang, kamu darimana aja?. Mommy udah cari sampai ke taman belakang loh. Oh ya Candra mana??? ".Tanya Cinta dari arah samping.
" Siang tante".Sapa Candra sopan. Berlagak seperti pria polos dan ramah. Membuat Shasa kembali melotot tak percaya. Pria cabul dan mesum seperti Candra bisa bersikap seperti itu di depan Mommy nya.
"Siang, kok kamu ada...
" Tadi Candra numpang ke toilet tante dan di antar oleh Shasa".Candra menatap kearah Shasa yang kini hanya bisa menggeleng kan kepalanya akan akting Candra.
"Hah... ".Shasa menghela nafasnya sambil memicingkan matanya bahkan bibir Shasa nampak naik mencebik kesal akan perubahan sikap pria itu.
Melihat Shasa yang sedang menahan kesalnya Candra malah tersenyum mengejek.
" Shasa naik dulu Mom. Mau mandi gerah".Pamit Shasa cepat karena ia sudah sangat jengah melihat wajah pria tampan nan menyebalkan itu.
TBC
__ADS_1