Posesif Husband

Posesif Husband
Ampun Bang Jago!


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman keluarga Erlangga. Ketika semua orang sudah duduk manis di kursi meja makan. Sebab, hari ini semua orang akan menjalankan aktivitasnya masing masing.


"Loh, Shasa mana bang??? ".Nikki yang baru sadar jika belum ada Shasa si adik cerewet nya itu di meja makan pagi ini.


Niko pun langsung ingin bangkit dari tempat duduknya . Karena ia sudah bisa menebak jika saat ini Shasa pasti masih berada di dalam kamarnya. Kalau tidak kelamaan dandan pasti dia kesiangan bangun. Karena Shasa sudah terbiasa begitu. Hampir setiap pagi Mommy nya mengeluarkan suara cempreng nya. Untuk membangun putri semata wayangnya. Yang tidurnya kayak kebo itu.


"Lanjutin saja sarapan nya bang, Biar aku aja yang panggilin Shasa!!! ".Icha berucap sambil meletakkan teh hangat di depan meja suaminya.


Namun, belum juga sempat Icha akan pergi melangkah. Ternyata Shasa sudah memperlihatkan dirinya. Tapi penampilan Shasa pagi ini membuat Nikki langsung tertawa terbahak bahak.


" Mppprrttt... Hahahha.... Loe kenapa?. Habis jaga lilin semalam??? ".Ledek Nikki sambil terus tertawa.


Shasa langsung duduk di kursi nya. Lalu mengambil jus buah segar yang setiap pagi memang selalu ia minum dan sudah di siapkan oleh Icha dan art nya tadi.


" Sha, kamu kenapa??? ".Icha pun ikut bertanya. Sedangkan Niko hanya menatap dengan tatapan datarnya.


" Sudahlah mbak fix Shasa pasti udah jaga lilin semalaman mbak, lihat aja matanya itu udah kayak mata hantu. Pasti semalam dia tidak tidur ".Nikki terus saja meledek adiknya. Tapi pagi ini Shasa tetap diam sepertinya dia enggan meladeni abang durjana nya itu.

__ADS_1


" Kalau sudah tahu harus masuk sekolah pagi pagi. Seharusnya tidur tepat waktu!. Biar belajarnya fokus".Ucap Niko mulai ikut berbicara.


"Iya bang, semalam banyak nyamuk dikamar bang, makanya sulit tidur".Bohong Shasa. Tidak mungkin juga ia bilang kalau semalam ia sibuk mencari wajah pria yang membuatnya penasaran. Bisa bisa di geprek nanti dia sama abangnya sendiri.


" Sejak kapan kamar loe jadi sarang nyamuk??? ".


Nikki memang benar benar tidak bisa di ajak kompromi. Membuat Shasa langsung melotot tajam pada saudara kembarnya itu. Tapi di tatap hanya mengangkat bahunya acuh.


Meskipun Niko sedikit curiga pada adik bungsunya itu. Tapi, Niko hanya diam saja. Ia tidak akan banyak bicara. Tidak seperti Nikki yang memang suka jahil tapi juga kadang mampu membuat orang kesal dengan tingkahnya itu.


"Loe beneran ngak bisa tidur karena banyak nyamuk sha??? ".Nikki masih saja kepo dan kembali membuat Shasa kesal.


Beruntung nya Nikki bertanya setelah mereka kini berada di dalam mobil. Dan sudah dalam perjalanan ke sekolah mereka.


" Iya berisik".Sahut Shasa masih saja tidak jujur.


Nikki hanya terkekeh karena ia curiga. Tidak mungkin ada nyamuk di kamar saudara kembarnya. Karena Shasa itu adalah orang yang sangat pembersih sekali. Ia tidak bisa melihat apapun yang kotor. Sebab, Shasa juga paling tidak menyukai hewan. Meskipun hewan itu lucu.

__ADS_1


Kalau pun ada banyak nyamuk pasti Shasa sudah menjerit keluar kamarnya sejak semalam. Ada kecoa saja dia langsung lari terbirit birit. Apalagi banyak nyamuk. Sudah pasti sejak tadi malam ia membuat geger orang satu rumah.


"Awas saja jika perkataan loe itu bohong. Karena gue bakal cari tahu sendiri".Guman Niko seraya menarik sudut bibirnya. Tersenyum licik.


Tapi Shasa malah masih saja memikirkan cara untuk bisa melihat langsung. Sosok pria yang sangat ingin ia ketahui identitasnya. Sebab, ia tidak pernah merasa sepenasaran ini. Tapi entah kenapa sejak hari itu, tiba tiba saja ia ingin tahu lebih detail tentang pria yang sifatnya mungkin sama dengan abangnya yaitu Niko.


"Woy.... " Nikki yang duduk di kursi depan di samping sopir. Langsung melambaikan tangan nya tepat di depan wajah adiknya. Karena sejak tadi Shasa terlihat melamun saja.


"Bang Ikki iihhh.. Resek deh".Shasa yang terkejut langsung kembali memanyunkan bibirnya.


" Makanya jangan kebanyakan melamun loe!. Entar kesambet baru tahu rasa ".Jawab Nikki seraya membenarkan kembali posisi duduknya.


"Kesambet setan cakep mah gak papa kali".Sahut Shasa sambil nyengir kuda kala melihat tatapan tajam abangnya dari pantulan kaca spion depan.


" Ampun bang jago ".Lirih Shasa pelan karena meskipun Nikki terkenal playboy. Tapi ia dan Niko tidak membiarkan adik perempuan satu satunya sampai dekat dengan pria manapun juga. Sebelum Shasa benar benar bisa menjaga dirinya sendiri. Dan bisa membedakan mana pria yang baik dan mana pria yang hanya memanfaatkan keadaan saja.


Bagaimana pun juga kelakuan Nikki di luar sana. Tapi jika menyangkut adik dan juga keluarganya . Maka Nikki akan tetap pasang badan. Ia sangat menjaga adiknya agar tidak terpengaruh hal hal buruk diluaran sana. Begitulah setiap orang itu, ia hanya ingin yang terbaik untuk orang orang yang ia sayangi. Tidak perduli meskipun dirinya di pandang buruk oleh orang lain.

__ADS_1


__ADS_2