
Selesai sarapan Sean kembali bermain dengan di temani babysitter nya. Sedangkan Icha sudah berada di dalam ruangan kerja nya yang satu ruangan dengan ruang kerja suaminya. Tapi hanya berbeda meja saja.
Icha sedang sibuk menyiapkan beberapa berkas untuk melanjutkan S2 nya. Dan kali ini Icha akan mengambil kejuruan khusus bedah. Oleh, sebab itulah Icha minggu minggu ini sangat sibuk sekali.
Icha sangat beruntung karena karirnya di dukung penuh oleh suaminya. Bahkan Niko selalu memberikan support nya. Meskipun Niko saja sudah cukup mampu untuk membiayai hidup istri dan juga anak anaknya nanti. Namun, Niko juga tidak membatasi jenjang karir istrinya.
Bagi Niko apapun itu, jika masih dalam tahap hal wajar dan apalagi selalu hal positif. Maka, Niko tidak akan pernah melarang istrinya. Asalkan Icha masih tetap fokus dengan statusnya sebagai seorang istri dan seorang ibu.
Niko juga telah membatasi jam kerja istrinya. Beruntung juga Icha bekerja dirumah sakit milik keluarga erlangga. Jadi, apapun keputusan Niko pasti akan di setuju oleh Direktur umum rumah sakit nya.
" Mam... Mama... " . Sean menghampiri Icha yang saat ini sedang fokus pada layar laptopnya. Kini melihat putranya yang sedang berlari kecil kearahnya.
"Ada apa sayang??? ".
Sean langsung naik ke pangkuan Mamanya. Dan kini nampak tersenyum menatap wajah Mama nya. Membuat Icha bisa menebak jika saat ini Sean pasti menginginkan sesuatu.
Icha beralih menatap babysitter Sean yang saat ini masih berdiri di ambang pintu ruangan kerja Icha.
__ADS_1
" Maaf Nyonya, tadi tuan muda memborong semua dagangan mamang bakso di depan dan membagikan nya pada semua orang orang yang sedang bangun rumah di seberang rumah ini". Tutur Babysitter nya Sean sedikit ragu untuk mengatakan nya pada majikan nya.
Tapi, jika mereka diam saja mereka juga tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar semua dagangan mamang bakso. Gaji mereka saja setiap bulannya langsung dikirim ke kampung untuk biaya hidup keluarga nya disana.
Dapat tempat tinggal, makan gratis saja mereka sudah sangat senang dirumah mewah ini. Belum lagi mereka setiap bulannya diberi bonus dan juga jatah pakaian serta uang jajan.
Icha tersenyum pada putranya dan kini ia paham Sean datang menghampiri nya untuk meminta uang pembayaran karena sudah memborong satu gerobak bakso.
" Boleh Mam!!! ". Pinta Sean sambil mencium pipi Mamanya. Membuat Icha hanya terkekeh saja. Icha bangga pada putranya. Umurnya belum genap dua tahun tapi ia sudah memiliki jiwa empati yang tinggi dan juga rasa peduli pada sesama.
Dimana Icha bisa melihat sang Mommy mertuanya yang sudah membawa satu mangkuk bakso di tangannya. Terang saja Icha mengulum senyuman nya. Wajar jika Mommy Cinta yang membayar nya, sebab, Mommy mertuanya itu malah ikut ikutan makan baksonya.
"Oma... ". Seru Sean yang langsung turun dari pangkuan Mamanya. Namun, sebelum nya Sean masih sempat mengecup singkat kembali pipi Mamanya.
" No, sayang!. Oma lagi pegang bakso panas". Pekik Cinta saat Sean malah meminta di gendong olehnya.
"Sean mau Oma". Seru Sean yang mendongakkan kepala nya.
__ADS_1
" Oh, Sean juga mau bakso nya??? ". Membuat Sean langsung mengangguk kan kepalanya cepat". Aduh, bukannya Sean udah bawa pentol bakso kemana mana? ". Tapi Cinta hanya berguman saja tidak sampai mengatakan nya dengan jelas.
" Sini Nyonya biar saya bantu bawa mangkuk bakso nya". Ujar sang babysitter Sean melihat ibu mertua majikan nya yang kerepotan.
"Ah, mba kenapa tidak dari tadi sih ?. Kan saya jadi enak nih". Seloroh Cinta sambil menyodorkan mangkuk bakso nya pada babysitter cucunya.
Icha pun ikut keluar dari ruang kerjanya. Menyusul mertua dan putranya yang kini mengarah ke ruang makan. Bahkan Icha sampai tidak mendengar mobil mertua nya datang sama sekali tadi. Tiba tiba saja Mommy Cinta sudah membawa bakso ditangan nya
"Kok Icha gak denger suara mesin mobil Mommy datang tadi??? ". Icha yang kini sudah ikut mendaratkan bokongnya di salah satu kursi meja makan.
" Mommy gak bawa mobil sayang. Mommy naik taksi". Jawab Cinta jujur.
Icha mengerutkan dahinya. Karena selama yang Icha tau Mommy Cinta paling anti naik angkutan umum sejak dulu. Bukan karena gengsi ataupun apa. Tapi, Mommy Cinta suka was was sendiri kalau naik angkutan umum sebab, ia tidak terbiasa.
" Gak usah heran gitu sayang!!. Mommy terpaksa karena mobil Mommy tiba tiba mogok di depan sana. Jadi, Mommy pesan taksi online saja daripada jalan kaki". Cinta sambil terkekeh sendiri akan kelakuannya itu.
Icha hanya menggelengkan kepala nya saja. Bagaimana tidak jarak belokan di depan sana dengan rumah mereka sangat dekat. Mungkin hanya memakan waktu sekitar 2 menit saja. Tapi Mommy mertuanya itu malah lebih memilih memesan taksi online untuk kerumah nya. Padahal tinggal jalan kaki aja udah sampe.
__ADS_1