
"Om... ".Pekik Tiara lagi saat ia keluar dari kamar mandi. Malah melihat Tomy yang masih ada di dalam kamar itu. " Jadi om daritadi gak keluar?.. ".Tanyanya dengan tatapan tajamnya.
" Ngapain juga aku harus keluar. Ini kan masih tetap kamar ku".Jawab Tomy acuh. Padahal ia tadi menunggu di luar kamar sana. Dan kembali masuk setelah hampir 20 menit berada di depan pintu kamarnya.
Tomy menunggu di sofa yang ada di samping kamar. Tempat biasa ia bersantai jika sedang jenuh di dalam kamarnya.
Dengan helaan nafas kasarnya. Tiara pun hanya mampu mencebikkan bibirnya kesal. Tapi, ia juga tak mengeluarkan kata kata ketusnya lagi. Gadis itu melangkah mendekati cermin. Karena ia berniat untuk mengeringkan rambut panjang nya.
Namun, seketika ia ingat sesuatu dan langsung berbalik badan dengan wajah yang terlihat panik. "Ponsel... Mana ponselku om??? ".Serunya terlihat seperti orang kebakaran jenggot saja.
" Mana saya tahu".Jawab Tomy yang sedang merapikan penampilan nya di depan cermin. Ia bahkan sambil mengulum senyumnya. Melihat Tiara panik begitu.
Tomy malah membayangkan seumpama mereka memang telah menikah nantinya. Apakah akan seperti ini setiap harinya. Melihat Tiara yang setiap pagi selalu membuat kegaduhan dan membuat heboh seiisi rumah.
"Astaga... Dimana ponselku??? ".Panik Tiara sambil melempar handuk yang tadi ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.
Dan tanpa sengaja handuk itu malah jatuh tepat di kepala Tomy. Pria itu pun langsung menarik napasnya pelan. Ingin marah tapi percuma saja. Sebab, Tiara tak ada takut takutnya pada dirinya.
Gadis itu pun kembali mengobrak abrik tempat tidur yang sudah di rapikan oleh Tomy. Untuk mencari ponselnya. Padahal ia sama sekali tidak menaruh ponselnya di atas ranjang. Hingga keadaan ranjang terlihat sangat berantakan.
__ADS_1
"Hei... Berhenti!!!. Ponselmu tidak ada disana".Seru Tomy yang semakin kesal akan ulah Tiara.
" Terus dimana dong??? ".
Tapi gadis itu masih saja melempar bantal dan guling. Seakan tak puas hanya mencarinya satu kali. Tomy yang melihat Tiara semakin membuat isi kamarnya berantakan. Pria itu pun melangkah mendekati tiara. Untuk mencegah tiara kembali melempar semua barang barangnya.
Ketika Tomy berdiri tepat di belakang Tiara. Tiba tiba gadis cantik itu menoleh dan langsung terkejut. Sebab, kini wajah mereka saling tatap tanpa jarak. Tiara pun langsung reflek mundur berniat menghindar . Namun, Kakinya malah terpeletot dan terjerembab ke atas ranjang.
"Awww... ".Teriak Tiara saat tubuhnya limbung ke belakang.Tomy pun ikut reflek berniat mencegah tubuh Tiara yang akan jatuh.
Tapi gadis itu malah menarik Tomy. Hingga kini tubuh Tomy jatuh tepat di atas tubuhnya. Seketika tatapan mereka saling beradu. Dengan detak jantung yang tak beraturan satu sama lainnya.
Tomy juga malah salah fokus dengan bibir cherry milik Tiara. Yang membuat nya tak berkedip sedikitpun. Tiara juga mulai hilang kendali, ketika ia bisa melihat dengan jelas wajah tampan Tomy. Pria yang selalu ia panggil Om.
Anehnya Tiara malah diam saja. Dan menikmati pagutan bibir tebal Tomy. Sadar ataupun tidak gadis itu malah melingkar kan tangannya pada leher Tomy. Membuat Tomy semakin menikmati sesapan bibir gadis nya.
Tentu saja jika sudah berciuman seperti itu. Tangan pria normal tidak akan diam saja. Tangan nya mulai nakal. Mencari tempat untuk bisa bermain dengan santai.
Dan entahlah apa yang mereka rasakan saat ini. Sehingga Tiara malah dengan rela nya mulai ikut membalas pagutan bibir Tomy. Mendapatkan respon seperti itu. Tomy tak akan menyia nyiakan kesempatan lagi. Selama ini ia hanya bisa menonton live Tuan dan Nyonya nya.
__ADS_1
Serta main sabun hampir setiap harinya. Tapi saat ini, Tomy merasa akan ada lawan seimbang untuk di ajak nikmat bersama.
Tangan Tomy pun sudah mendarat nakal di delima kembar milik tiara. Mulai meremasnya pelan, Membuat Tiara mulai mengeluarkan suara anehnya. Yang tertahan oleh pagutan bibir Tomy.
Di saat keduanya saling menikmati satu sama lainnya. Dan terus saling sesap karena ini adalah moment pertama mereka merasakan ciuman. Sebab, baik Tomy maupun Tiara. Keduanya adalah orang orang yang buta akan cinta.
Tomy mulai menaikkan dress yang di pakai oleh Tiara. Dan baru saja akan menyentuh sesuatu di area pangkal paha gadisnya. Tiba tiba dari arah pintu kamar terdengar teriakan wanita yang sangat Tomy dan Tiara kenal.
"Astaga... Tontonan gratis".
Teriak Shasa yang sambil tertawa terbahak bahak. Membuat Candra yang ada di belakang nya. Langsung membungkam mulut istrinya. Dan menariknya keluar dari kamar asisten nya.
" Kalian lanjutkan saja kegiatan panasnya!!! ".Seru Candra sambil menutup pintu kamar kembali dan menarik istrinya keluar.
" Lain kali pintunya di kunci saja Tom!! . Agar tak ada yang ganggu".Ucap Candra masih saja sempat meledek sebelum ia benar benar keluar dari sana.
Sedangkan Shasa berontak dari delapan suaminya. Apalagi mulutnya yang masih di bungkam oleh tangan suaminya itu.
"Abang... iiihh. Nggak asyik banget sih".Gerutu Shasa mencebikkan bibirnya kesal.
__ADS_1
" Memang nya kamu mau, lagi enak enaknya di ganggu?. Hm? ".
Shasa pun langsung bungkam dan mencelos meninggalkan suaminya. Ia memilih turun ke lantai bawah sana. Membuat Candra menggeleng kan kepalanya. Dan menatap pintu kamar Tomy dengan tersenyum meledek.