
Di kediaman Candra juga tak kalah hebohnya. Karena Nyonya Candra malah ingin makan masakan nya sendiri. Membuat Candra jadi ketar ketir di buatnya. Bagaimana tidak, Shasa sampai sekarang masih belum bisa masak dengan benar.
Dulu niatnya ingin kuliah mengambil jurusan Chef. Tapi begitu sudah daftar kuliah. Bumil itu malah mengambil jurusan desainer. Memang istri Candra ini lain dari pada yang lain.
Beruntung suaminya sangat mencintainya lahir dan batin. Dapur yang tadinya sangat rapi dan bersih. Saat ini sudah gak kapal pecah yang terkena goncangan badai samudera laut.
Membuat para pelayan menatap sedih lemas tapi tak berani untuk protes. Sang koki di rumah itu juga hanya bisa menarik nafasnya kasar.
Shasa benar benar menguji kesabaran semua orang malam ini. Termasuk suaminya sendiri. Candra malah belum di izinkan makan oleh Shasa. Jika masakannya belum kelar.
Bagaimana mau kelar. Sedangkan sejak tadi goreng telur saja selalu gosong. Dan bumil itu berniat membuat nasi goreng kambing.
"Sayang, sudah!!!. Besok lagi ya antraksi nya!!!.Aku sudah sangat lapar ".Seru Candra membujuk istri nya yang kepala baru itu.
" Tapi aku mau makan nasi goreng kambing bang".Jawabnya dengan merengek.
Antara ikutan kesal karena telur ceploknya tak jadi jadi. Shasa mulai lesu. Ia merutuki dirinya sendiri. Di usianya yang hampir 20 tahun ini. Dan sebentar lagi akan jadi seorang ibu. Ia malah sama sekali tidak bisa masak.
Sangat jauh berbeda dengan Mommy nya yang serba bisa. Shasa jadi menyesal dulu ia begitu jijik masuk kedapur. Jangan kan untuk belajar masak dengan Mommy nya. Membedakan gandum dan tepung tapioka saja ia tidak tahu.
"Biarkan koki yang membuatnya sayang!!!. Kenapa mesti repot sendiri sih. Itu sudah tugas mereka. Buat apa aku menggaji mereka semua jika kau sebagai istriku tetap melakukan pekerjaan rumah".Ucap Candra tegas.
__ADS_1
" Tapi...
"Tidak usah pake tapi tapi lagi!!. Kau tidak lihat bagaimana kacaunya dapur ini sekarang. Hm?? ".Potong Candra yang mulai kesal.
Kepalanya pening tiba tiba. Melihat suasana dapur yang sudah sangat berantakan seperti itu. Karena Candra selalu suka kerapian dan bersih.
Shasa mulai memperhatikan sekitarnya. Dan ia langsung nyengir kuda pada para pelayan dan juga koki. Termasuk dengan suaminya juga. "Maaf".Lirih Shasa sembari mulai melepaskan clemeknya.
Para pelayan hanya bisa tersenyum kaku.Tapi apa boleh buat itu sudah tugas dan kewajiban mereka sebagai seorang pelayan. Yang harus bekerja 24 jam siaga.
" Buatkan nasi goreng sesuai keinginan nya!!!. Dan bereskan semuanya sebelum kalian istirahat!!! ".
Candra memijit kepalanya yang masih terasa pening. Lalu ia menarik tangan istrinya untuk duduk manis di meja makan. Sambil menunggu nasi goreng yang akan dibuat oleh koki.
"Abang marah padaku??? ".Tanya Shasa sambil memperhatikan wajah suaminya.
" Tidak. Kenapa abang harus marah sayang??? ".Sahut Candra mulai memasang wajah manisnya. Karena istrinya pasti bisa melihat dari gerak tubuhnya.
Dan entah sejak kapan istrinya itu mempelajari ilmu dukun. Karena sejak hamil Shasa malah lebih peka dan sensitiv. Ia bahkan bisa tahu gerak tubuh orang marah, sedih dan juga bahagia.
" Abang hanya lapar sayang".Sambung Candra lagi sambil tersenyum.Ia tidak mau jika sampai merusak mood istrinya kembali. Karena Shasa nampak mudah sekali tersinggung dan sensitif.
__ADS_1
"Yasudah, abang boleh makan duluan!!! ".Tutur Shasa sambil mengambil satu piring yang mulai ia isi dengan nasi.
" Terimakasih sayang".Ucap Candra tulus sambil tersenyum. Ketika istrinya sudah mengambilkan nasi dan lauknya untuk dirinya.
Shasa hanya mengangguk kan kepalanya saja. Bumil itu malah ngemil buah apel sambil menemani suaminya makan malam yang sudah terlewat kan. Sebab, jam di dinding saat ini sudah berada di angka sembilan .
Tak berselang lama seorang pelayan datang membawa sepiring nasi goreng kambing. Yang sudah di masak dengan sepenuh hati oleh sang koki. Sesuai dengan selera Nyonya nya.
Wangi dari bumbu nasi goreng itu pun sampai membuat Candra ikut ngiler. Tapi tidak dengan Shasa. Ia malah terlihat tidak selera untuk makan nasi goreng itu. Padahal sejak tadi ia sangat menginginkan makanan tersebut.
Giliran sudah jadi dan dibentuk sangat cantik oleh sang koki. Dengan taburan bawang goreng serta kerupuk emping lengkap dengan telor ceplok lalapan nya juga. Shasa malah nampak enggan untuk memakan nya. Jangan kan untuk menghabiskan nya. Menyentuhnya saja ia sudah enggan.
"Kenapa??? ".Tanya Candra mulai curiga. Dari tampang wajah istrinya saja. Candra sudah bisa menebak. Pasti istrinya mulai aneh aneh kembali.
" Aku sudah tidak berselera lagi bang. Sekarang mau jagung bakar saja".
Candra menepuk jidadnya sendiri mendengar permintaan sang istri di jam segini. Dan mintanya malah jagung bakar begitu.
TBC
HAYO UDAH SENIN LAGI NIH GENGS, VOTE NYA MANA NIH 🤭🤭🤭
__ADS_1