
"Lu, kamu suka ya sama si Daren??? ".Celetuk Luna setelah mereka sudah berada di dalam mobil. Dan dijemput sopir pribadi keluarganya.
Lulu langsung menoleh kearah Luna. " Hahaha... Yang benar saja , kita itu cuma berteman saja kak, Mana mungkin aku menyukainya".Elak Lulu berusaha membuang rasa gugupnya.
Luna yang sangat tahu apa yang dirasakan oleh Lulu, Karena mereka saudara kembar. Jadi, ikatan batin keduanya sangatlah dekat. Luna menyentuh punggung tangan Lulu. Lalu ia tersenyum ketika Lulu kembali menatap nya dengan dahi yang mengekerut.
"Kalau kamu menyukainya itu hal yang wajar saja Lu. Dan aku sebagai kakak sekaligus saudara kembarmu.Maka aku akan mendukung nya, asalkan Daren memang pria yang baik untukmu".Ucap Luna sambil tersenyum.
Lulu dibuat melongo akan penuturan Luna. Sungguh ini diluar dugaanya sama sekali. Dan entah kata apa yang pantas mewakili perasaan nya kali ini. Apakah itu hanya perasaan suka sebatas teman atau itu adalah perasaan cinta. Bahkan Lulu saja bingung dengan apa yang ia rasakan.
Memang hubungan dengan Daren akhir akhir ini terlihat dekat. Meskipun mereka jarang sekali bertemu. Tapi komunikasi mereka berdua tetap lancar jaya.
"Jangan bohongi perasaan kamu sendiri Lu!. Karena rasa itu tidak ada yang tahu kapan ia akan hadir dalam sini!!! ".Luna menunjuk dadanya sambil tersenyum pada adiknya.
__ADS_1
" Kak, sudahlah!. Jangan menggodaku seperti itu!. Lagian tidak mungkin juga perasaan ku berbalas jika aku mencintainya sepihak. Kakak tahu sendiri gimana Daren kan? ".Lulu seperti nya tidak begitu percaya diri untuk dekat dengan Daren dengan hubungan diluar teman saja.
" Kenapa kamu jadi pesimis begini?. Bukankah Lulu yang kakak kenal adalah perempuan yang kuat dan juga tidak tahu malu".Ledek Luna sambil terkekeh.
"Hais... Kakak itu keterlaluan sekali".Sahut Lulu mencebikkan bibirnya.
Sedangkan Luna masih saja terkekeh melihat ekspresi wajah saudara kembarnya itu. Ternyata disaat orang jatuh cinta. Maka perasaan nya akan jauh lebih sensitif sekali. Apalagi jika cintanya hanya sepihak saja.
Lulu juga berpikir , tidak mungkin ia langsung mengungkapkan perasaan nya pada Daren begitu saja. Karena walau bagaimana juga ia adalah seorang gadis. Dan tidak ada dikamus nya Lulu jika ia yang akan menembak cowok. Secinta apapun dirinya pada pria. Lulu tidak akan merendahkan harga dirinya begitu saja.
Lulu juga kadang tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini. Kadang ia merasa nyaman dengan Daren. Tapi kadang juga pikirannya masih di isi oleh nama Nikki.
"Jangan gengsian loh Lu, ntar di ambil orang baru nyesel ".Goda Luna sambil menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
" Iihhh .... Apaan sih kak ".Jawab Lulu sambil menggelengkan kepalanya.
" Tapi apa yang dibilang kak Luna bener juga ya, Jika dulu aku rela melepaskan orang yang aku cintai demi saudara kembarku sendiri. Tapi kini jika memang perasaan ini adalah perasaan cinta, apa iya aku juga harus rela jika Daren jadi milik wanita lain?? ". Batin Lulu bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini.
" Udah, pepet aja terus!!!. Karena kakak yakin si Daren juga sebenarnya suka sama kamu kok".Luna seakan tiada hentinya memberikan semangat untuk Lulu.
"Masa iya kak??? ".Lulu menautkan kedua alisnya kepo.
Dan tanpa sadar saking asyiknya mengobrol. Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di rumah. Luna pun langsung turun lebih dulu tanpa menjawab rasa penasaran adiknya. Tentu saja Lulu ikutan turun dan mengejar sang kakak.
" Kak Luna, jawab dulu dong!!! ".Teriak Lulu yang ditinggal begitu saja oleh Luna.
Dan ketika Luna sudah sampai di depan teras. Luna menghentikan langkah nya. Lalu menoleh kearah adiknya. " Kenapa tidak kamu cari tahu sendiri aja Lu? ".Seru Luna sambil tersenyum.
__ADS_1
Tentu saja Lulu lagi lagi dibuat dilema akan perasaannya sendiri. " Haisss... Jatuh cinta itu memang bikin pusing kepala saja".Gerutu Lulu sambil mengusuk rambut panjang. Lalu ia pun kembali melangkah masuk kedalam rumah. Dengan pemikiran nya sendiri.