Posesif Husband

Posesif Husband
Belum Saatnya


__ADS_3

Ketika Tia dan Cinta sedang asyik mengobrol tentang obrolan yang tak berfaedah tentunya. Tiba tiba mereka dikejutkan oleh kedatangan Lana dan juga Raya.


Tapi Tia nampak biasa saja bahkan ia sudah ikhlas. Karena walaupun bagaimana juga, sekarang mereka sudah memiliki pasangan masing masing. Bahkan kedua anak mereka terlihat sangat dekat dan akrab.


"Selamat Tia dan juga Edo, semoga pernikahan kalian berdua selalu bahagia sampai tiil Jannah nya Allah swt!! ".Ucap Lana tulus.


" Aamiin... Terimakasih ".Jawab Tia sambil tersenyum.


" Terimakasih asisten Lana. Untuk doanya. Dan kapan kita akan jadi resmi jadi besan nih??? ".Edo malah menggoda Lana. Membuat Tia sedikit terkejut atas pertanyaan Edo suaminya.


Cinta pun ikut terkejut mendengar nya. Sedangkan Anton tetap sama hanya memasang wajah datarnya.


" Secepatnya, jika mereka berdua memang sudah akur dan cocok. Kenapa harus ditunda lagi".Akhirnya jawaban Lana membuat Tia dan Cinta ikut lega. Membuat Edo langsung tertawa puas.


"Judulnya sang mantan jadi besan nih" Celetuk Cinta tanpa mikir lagi. Membuat suasana jadi sedikit canggung. Anton pun sudah menatap istrinya dengan tatapan tajamnya. Cinta pun langsung menutup mulutnya rapat rapat.


"Jika orang tuanya tidak bisa bersatu dan malah jadi mantan. Ada anak anak yang menyatukan menjadi besan. Itu malah lebih baik kan? ".Raya ikut mengeluarkan suaranya sambil tersenyum ramah pada Cinta dan juga Tia.

__ADS_1


" Hehehe... Betul itu".Sahut Cinta dengan senyum yang sedikit kaku.


Lana pun langsung menggenggam erat tangan istrinya. Ia sangat beruntung menikahi wanita cantik itu. Meskipun di awal pernikahan dulu ia sempat ingin membuat kecewa wanita itu. Tapi karena kesabaran dan juga ketulusan hatinya. Akhirnya Lana belajar membuka hati untuk Raya. Dan siapa sangka sekarang mereka bisa hidup bahagia. Serta memiliki dua putri yang sangat cantik cantik.


Nikki kini sudah berdiri di samping Luna. Mereka berdua sudah seperti pasangan calon pengantin saja. Begitu pun dengan Lulu dan Daren. Keduanya sudah berdansa. Membuat Shasa mencebikkan bibirnya kesal. Melihat Lulu yang tidak tahu malu. Padahal tidak ada pesta meriah. Tapi Lulu malah mengajak Daren berdansa sehingga para keluarga ikut terkekeh melihat aksi keduanya.


Melihat kearah depan, Disana malah ada Niko dan juga Icha yang sedang saling suap suapan. Bagaimana Shasa tidak kesal. Karena hanya dirinya yang jomblo disana.


Pernikahan Tia di adakan malam hari. Bahkan sehabis sholat isya. Karena hanya acara keluarga saja. Bahkan yang di undang hanya semua karyawan cafe nya Tia. Teman teman Edo, serta sanak keluarga dari Edo saja.


Melihat suasana yang membuat hatinya dongkol. Akhirnya Shasa memutuskan untuk keluar saja. Ia melangkah menuju arah taman di samping rumah mewah Tia .


Malam ini terlihat cerah, Bahkan di langit pun banyak bintang bertaburan. Shasa menatap kearah langit dengan isi otaknya yang masih di penuhi bayang bayang mata indah dan tatapan tegas pria yang selalu menghantui ingatan nya.


" Kenapa mata itu selalu muncul di otak gue sih?. Sebegitu penasaran nya kah gue, sampai sampai isi otak gue hanya dia melulu".Shasa menggeleng kan kepalanya berulang kali. Berusaha menghilangkan pikiran kacaunya itu.


Tapi ketika ia berusaha menghilangkan pikiran nya tentang pria yang tak dikenalnya itu. Tiba tiba indera penciuman nya. Merasakan bau parfum seseorang yang sangat ingin ia lihat dan sentuh.

__ADS_1


Shasa pun langsung bangkit dari kursinya. Lalu ia terus melangkah mencari dari arah mana bau parfum itu. Namun, ketika ia ingin keluar dari pagar rumah Tia.


"Shasa sayang, mau kemana???. Kemarilah kita foto foto dulu sayang!!! ".Teriak Cinta dari depan teras rumah Tia itu. Shasa hanya menoleh sekilas dan kembali ingin melangkah keluar pagar.


" Sha... Ayo sayang masuk!!!".Teriak Cinta kembali.


" Iya mom".Shasa pun berbalik badan kembali melangkah menuju dalam rumah. Meskipun ia masih sedikit penasaran tapi daripada Mommy nya terus berteriak. Jadi Shasa memutuskan untuk menuruti perintah Mommy nya saja.


Sedangkan di luar pagar seorang pria langsung menarik nafasnya lega. Karena Shasa tidak jadi keluar.


"Belum waktunya cantik, kita untuk bertemu".Lirih pria itu sambil menatap punggung Shasa yang sudah hilang di balik pintu utama.


" Tuan, apa anda tidak jadi masuk??? ".Tanya sang asisten karena atasannya malah bersembunyi dibalik pagar gerbang.


" Kita putar balik saja!. Dan malam ini saya ingin yang baru!! ".Perintah pria itu tegas.


" Baik tuan".

__ADS_1


Keduanya kembali masuk kedalam mobil. Meninggalkan kediaman Tia. Dan tanpa mereka sadari jika Shasa melihat dirinya dari jendela yang ada di samping ruangan.


__ADS_2