
Tiga bulan setelah moment bulan madu Candra dan Shasa ke maldives atau yang lebih dikenal dengan Maladewa. Kini Shasa juga sudah aktif kuliah di salah satu universitas terkenal di kotanya.
Namun sampai saat ini pasangan suami istri itu belum juga kunjung di beri momongan. Dalam artian Shasa masih belum memperlihatkan tanda tanda kehamilan nya.
Usia pernikahan mereka sudah menginjak bulan ke enam. Mereka berdua juga tak pernah absen untuk mencetak adonan. Keduanya juga belum sempat untuk periksa ke dokter. Dan ataupun program kehamilan.
Karena Candra juga saat ini sedang berada di New York. Bersama sang asisten nya. Dalam rangka urusan bisnis. Namun, Candra juga sampai sekarang tidak pernah mempermasalahkan perihal kehamilan istrinya. Ia malah selalu menghibur Shasa. Agar tidak terlalu memikirkan masalah anak terlebih dahulu.
Candra tahu apa yang dirasakan istrinya. Tapi, Candra selalu ada cara untuk membuat sang istri berhenti berpikiran negatif tentang kesuburan nya.
"Bik, tolong bawakan belanjaan saya ya ada di bagasi mobil!!! ".Pinta Shasa pada asisten rumah tangga nya. Ketika ia baru saja pulang dan turun dari mobilnya.
" Baik Nyonya".Sang pelayan pun mengangguk kan kepala nya. Segera bergegas menuju mobil yang tadi di kendarai oleh Shasa.
Shasa memang lebih memilih membawa mobil sendiri ke kampus. Daripada harus di antar oleh sopir. Namun, tanpa Shasa ketahui jika suaminya selalu siap siaga. Menyuruh anak buahnya untuk mengawasi sang istri dari jauh.
__ADS_1
Candra tahu jika pekerjaan sampingan nya itu kemungkinan pun akan membahayakan istrinya dan keluarga nya. Oleh sebab itulah Candra menyiapkan anak buahnya yang sudah terlatih untuk menjadi bodyguard istrinya. Apalagi saat ini ia sedang berada di luar negeri.
Candra tidak mau kalau sampai istrinya celaka karena ia teledor menjaga nya. Karena sedikit pun kulit Shasa lecet. Maka semua anak buah dan juga para pekerja dirumah nya yang akan kena imbasnya.
Shasa merebahkan dirinya di atas ranjangnya. Setelah seharian ini ia lelah berkeliling Mall. Hanya untuk menghabiskan waktu luangnya. Yang terasa sangat membosankan. Karena tidak ada suaminya di rumah. Candra dan Shasa kini sudah pindah kerumah barunya. Yang letaknya tidak begitu jauh dari kampus Shasa.
Candra memutuskan untuk tinggal sedikit dengan keramaian. Karena ia sudah bisa memprediksi jika dirinya pasti akan sering melakukan perjalanan bisnis. Sangat berisiko jika istrinya tetap tinggal di mension nya yang ada di tengah hutan itu.
"Sedang apa suamiku ya??? ".Guman Shasa sambil tersenyum. Ia bahkan langsung merogoh ponselnya yang ada di dalam tas nya.
Tak berselang lama art nya datang membawakan semua paperbag miliknya yang berisi banyak barang barang mewah dari brand terkenal tentunya.
"Bibik boleh keluar dan lanjutkan pekerjaan bibik saja!!!. Biar aku yang bereskan semuanya".
" Baik Nyonya. Saya permisi dulu".Pamit art itu sambil menunduk sopan. Shasa pun hanya mengangguk kan kepalanya saja. Dan ikut melangkah karena ia ingin mengunci pintu kamarnya.
__ADS_1
"Aman".Guman Shasa seraya mulai melangkah kembali kearah ranjang. Dan mengambil lingerie yang akan ia pamerkan pada suaminya.
" Kita lihat saja nanti. Apa yang akan pria cabul itu lakukan setelah melihat ini melekat pada tubuhku".
Shasa benar benar jahil. Entah apa yang akan dilakukan oleh wanita cantik ini. Karena ia begitu gengsi untuk bilang kangen pada suaminya. Sebab, Candra baru dua hari ini berada di New York.
Jadi, Shasa memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan rasa kangen nya pada suami mesum dan cabul itu. Entahlah akhir akhir ini Shasa malah semakin jahil saja. Ia begitu senang jika melihat wajah kesal suaminya.
Ia pun tak pernah kehabisan akal untuk menemukan ide kreatifnya. Memang Shasa tak salah mengambil jurusan desainer. Sebab, otaknya itu sangat cerdas.Jangan kan mencari ide untuk mengerjai suaminya. Karena ia pun banyak ide untuk merancang busana fashion kekinian.
Belum lagi dukungan suaminya. Sangat menambah motivasi Shasa untuk mengembangkan ide kreatifnya. Baru semester satu saja. Shasa sudah menjadi juara dalam ajang lomba busana modern di kampusnya. Dan juga telah mengikuti beberapa perlombaan lainnya. Itupun ia selalu terpilih menjadi yang terbaik.
Senyum Shasa mengembang sempurna. Setelah ia memilih warna yang tepat untuk memancing suaminya naik darah dan naik gelombang.
Lalu wanita cantik itu dengan santainya mulai membuka semua pakaian nya. Lalu memakai lingerie tipis bewarna merah menyala . Yang hanya menutupi bagian bagian tertentu saja ditubuhnya.
__ADS_1
Tak hanya itu Shasa juga menambah kesan seksi dengan riasan tipis diwajah mulusnya. Lipstik yang sedikit mencolok agar aura menggodanya keluar. Dan dapat di pastikan setelah melihat Shasa pasti Candra akan kejang kejang tak karuan di New York.