
"Tapi ini hal langkah kak buat dikewatin gitu aja".Lulu malah terus mencuri curi pandang pada sosok pemuda yang ternyata memesan minuman di cafe itu. Bahkan Lulu sampai tak memperdulikan lagi semua makanan yang ia pesan. Saking asyiknya memandangi wajah pemuda yang bagi Lulu sangat tampan.
Sedangkan Luna tak mau ambil pusing ia malah terlihat tak tertarik sedikit pun meskipun Lulu sudah bilang jika pria itu sangat tampan dan keren. Karena walau bagaimana pun juga bejad nya Nikki sampai sekarang baginya pemuda itu adalah satu satunya cowok yang bisa mendekati nya.
"Kenapa...???. Udah selesai lihat cowok gantengnya??? ".Cibir Luna sambil menggeleng kan kepalanya. Saat Lulu kembali melahap makanan nya.
" Dia udah pergi kak. Sayangnya cuma pesan minum doang. Kalau dia pesan makanan, gue pasti udah nimbrung duduk satu meja dengannya walaupun gue harus pura pura gila".Seloroh Lulu sambil terkekeh.
"Lu, gue ingetin nih ya. Mencintai manusia itu cukup sepenuh hati aja kagak usah sampai sepenuh jiwa. Jadi kalau disakiti cuma hati aja yang ngerasa sakit hati. Nggak sampe sakit jiwa".Luna benar benar tak mengerti bagaimana bisa dia memiliki saudara kembar yang sikapnya jauh berbeda dengannya.
Sama dengan Nikki dan Shasa. Jika Nikki sering obral janji manis pada setiap gadis. Sedangkan Nesha alias Shasa sangat sulit dekat dengan pria. Bahkan sampai sekarang ia belum pernah merasakan jatuh Cinta. Selain itu juga Shasa selalu di awasi oleh kedua orang tuanya. Apalagi abang abang nya. Walaupun Nikki terkenal playboy, namun dia sangat menyayangi sang adik alias saudara kembarnya. Begitu pun dengan Niko, Mereka akan berdiri di depan jika sampai adik perempuan mereka berani di sakiti orang lain.
__ADS_1
Jadi jangankan untuk pacaran atau menjalin hubungan dengan seorang pria. Dekat dengan pria saja kedua abangnya sudah seperti singa yang akan menerkam mangsanya. Mungkin itu juga yang membuat Shasa jadi berpikir dua kali untuk pacaran di usianya yang masih sangat muda ini.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Mbak Tut... Sikembar mana??? ".Raya yang baru saja sampai di toko tak menemukan keberadaan kedua putri kembarnya. Sedangkan sopir dan mobil mereka ada di depan toko.
" Nona Luna Dan nona Lulu pergi ke cafe depan Bu. Katanya bosen nungguin ibu gak nyampe nyampe".Jawab Tuti karyawan toko Raya yang bertugas sebagai kasir di sana.
"Kemana si kembar Mbak??? ".Tanya Maya saat ia baru saja masuk dengan putranya.
" Di Cafe depan May... Apa kita makan siang dulu saja disana sama si kembar soalnya tadi mbak sudah janji mau makan siang bareng mereka!!!. Nanti setelah itu kita langsung pulang saja kerumah, kamu dan Marchel pasti capek".Saran Raya pada aduk iparnya.
__ADS_1
"Boleh juga deh mbak. Udah lama nih nggak jajan makanan Indonesia".Sahut Maya antusias. Karena selama tinggal di Amerika mereka hampir tiap hari makan makanan khas sana. Sebab, Maya juga sibuk kerja begitu pun suaminya. Jadi yang memasak adalah art nya setiap hari. Begitu pun yang mengurus keperluan Marchel ketika Maya tidak sempat menyiapkan nya.
"Marchel mau makan makanan Indonesia??? ".Raya bertanya pada keponakan nya. Yang langsung mengangguk kan kepala nya. Marchel bukan tipe anak yang pemilih. Ia memang tumbuh di bawah asuhan baby shitter. Tapi Marchel adalah anak yang cerdas dan sangat mengerti kesibukan kedua orang tuanya. Beruntung nya Maya dikaruniai seorang putra seperti Marchel. Dan tentu saja itu semua karena didikan dan juga pengertian yang selalu di pupukkan oleh kedua orang tuanya sendiri. Jadi Marchel bisa tumbuh jadi anak yang baik dan cerdas. Bahkan ia sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar.
"Oke sayang, Ayo kita samperin Kakak kamu ".Raya langsung menggandeng tangan keponakannya itu menuju luar toko. Dan di ikuti oleh Maya adik kandung Lana.
" Si kembar pasti sudah sangat berubah sekarang ya mbak???. Aku kan udah lama gak lihat mereka, bahkan bertukar pesan saja jarang".Ucap Maya saat mereka sudah mulai menyebarang jalan.
"Gak ada yang berubah May. Malah mereka kadang suka berantem itu yang bikin pusing padahal cuma hal sepele saja. Adiknya keras Kepala banget, Untung saja Luna bisa momong adik nya dan selalu mengalah".Jawab Raya jujur.
Tentu saja Maya langsung terkekeh mendengar cerita Raya kakak iparnya. Karena Maya sudah banyak tahu tentang si kembar dari kakak nya sendiri.
__ADS_1
. "Kita sebagai orang tua hanya bisa sabar ya mbak. Anak anak memang beda beda sifat dan karakter nya".Maya yang sudah memiliki anak walaupun baru satu putra. Tapi Maya adalah seorang psikolog jadi ia tiap hari selalu saja bertemu dengan banyak orang terutama anak anak yang memiliki karakter yang berbeda beda.