
Waktu terus berjalan, hari hari pun berlalu dengan cepat. Begitupun dengan kehidupan. Tak terasa sudah satu bulan ini. Shasa tinggal di mension mewah milik suaminya itu. Bahkan setelah kunjungan kedua orang tuanya waktu itu.Keesokan harinya Candra dan Shasa pun langsung ikut berkunjung ke rumah Niko.
Mereka juga membawa bingkisan sangat banyak untuk baby Sean. Bahkan Shasa begitu gemas ketika melihat wajah tampan keponakan nya itu. Membuatnya jadi ingin cepat cepat punya baby juga.
Tapi sudah satu bulan ini menjalani bahtera rumah tangga. Shasa juga belum merasakan adanya tanda tanda kehamilannya. Padahal mereka sudah berusaha keras. Dan tanpa lelah untuk terus bergumal panas.
Sekarang kehidupan gadis cantik itu sudah benar benar berubah. Shasa sudah mulai terbiasa jauh dari kedua orang tuanya. Terutama dengan Mommy nya. Malah ia terlihat jauh lebih betah berada di mension daripada harus hangout seperti yang dulu ia lakukan.
Bahkan Shasa dan si kembar L juga kuliah di tempat yang berbeda. Karena Lulu melanjutkan kuliahnya di Inggris bersama sang kekasih nya Daren. Sedangkan Luna memilih kuliah di Jakarta. Tapi beda Universitas dengan Shasa. Karena Luna mungkin tidak mau jauh dari Nikki. Yang kini sedang mengikuti test akpol nya.
Ya Nikki memilih untuk mengikuti jejak Daddy nya. Ia memutuskan untuk menjadi seorang abdi Negara. Tapi Nikki juga ikut mempelajari ilmu bisnis dari abang dan juga Daddy nya.
Jika Luna mengambil jurusan desainer. Sedangkan Shasa memilih mengambil jurusan chef karena ia memutuskan untuk bisa menjadi ibu rumah tangga yang bisa membuatkan makanan untuk suami dan anak anaknya nanti.
Niat Shasa melanjutkan kuliah juga bukan untuk menjadi pembisnis sukses. Ia hanya ingin menjadi istri yang bisa di banggakan oleh suaminya. Membuat suaminya lebih nyaman lagi berada di samping nya.
Meskipun ia tahu jika Candra sekarang saja sudah sangat nyaman bersamanya. Apalagi kalau sudah berurusan dengan ranjang. Candra memang tak ada duanya.
"Giman bik, udah selesai kan semuanya??? ".Shasa begitu nampak antusias membantu pelayan untuk masak. Karena ia akan membawa makanan itu keperusahaan suaminya. Shasa ingin makan siang bersama dengan Candra.
" Sudah Nyonya".
Shasa pun nampak puas dengan hasil masakan nya hari ini. Meskipun itu tidak sepenuhnya masakan nya. Karena ada koki juga yang membantunya. Dan ia hanya memasukkan apa yang di perintahkan oleh kokinya saja.
__ADS_1
"Kalau begitu tolong masukkan kewadahnya ya bik!!. Saya mau mandi dulu, udah gerah nih. Lagian ini udah jam setengah 11 siang. Sebentar lagi waktu makan siang. Aku tidak mau terlambat sebelum suamiku makan siang di luar".
Para pelayan pun nampak mengangguk kan kepalanya. Sambil terus tersenyum pada Nyonya mudanya itu. Karena selain ramah Shasa juga sangat baik pada para pelayan. Bahkan gadis itu selalu bersikap sopan dengan orang yang lebih tua darinya. Meskipun derajat mereka hanya seorang pelayan.
Shasa selalu bisa memperlakukan seseorang dengan baik. Jadi, semua pelayan pun nampak senang punya majikan seperti Shasa. Meskipun usianya masih sangat muda dan terkesan manja. Tapi Shasa juga bisa bersikap dewasa.
Shasa pun langsung beranjak pergi meninggalkan dapur. Sedangakan pelayan menyiapkan bekal makan siang majikannya. Shasa ingin mandi dan tampil cantik untuk pergi keperusahaan suaminya.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Mau saya bantu Nyonya bawakan bekalnya??? ".Tanya Sopir dan sekaligus bodyguard Shasa selama ini. Menawarkan diri untuk membantu Nyonya mudanya itu.
" Tidak usah, saya bisa sendiri kok".Senyum Shasa mengembang sempurna. Ketika ia sudah berada di depan gedung pencakar langit yang merupakan gedung perusahaan suaminya itu.
Shasa melangkah dengan anggun nya. Mulai memasuki perusahaan suaminya. Wanita itu nampak begitu percaya diri dengan penampilan nya saat ini. Karena sejatinya apapun yang ia kenakan maka akan selalu cocok melekat di tubuh nya.
Dengan membawa paperbag berisi box makan siang untuk suaminya. Shasa mulai masuk kedalam perusahaan. Kedatangan Shasa menbuat seluruh karyawan di lantai bawah nampak tercengang dan juga sekaligus terpesona. Terutama kaum pria, mereka tak berkedip sedikit pun. Menatap kearah Shasa.
"Selamat siang mba. Apa pemilik perusahaan ini ada di tempat??? ".Tanya Shasa tanpa ragu.
" Siang mba, Maksud nya tuan Candra?? ".Shasa pun langsung mengangguk kan kepalanya cepat.
Tapi resepsionis itu nampak tersenyum sinis. " Maaf mba pimpinan sedang tidak bisa di ganggu!. Beliau masih ada tamu penting ".Jawab Resepsionis itu santai.
__ADS_1
" Apa anda sudah membuat janji dengan pimpinan??? ".Tanya resepsionis itu kembali. Tapi Shasa pun menggeleng kan kepalanya saja. Karena ia datang juga ingin memberikan kejutan untuk suaminya.
Karena begitu banyak wanita yang akhir akhir ini selalu datang keperusahaan dan ingin menemui atasanya itu. Tapi ia juga sudah diberi perintah untuk tidak menerima tamu yang tidak memiliki janji temu dengan atasannya. Maka sang resepsionis hanya menjalankan perintah atasannya saja.
"Tidak mungkin aku nelpon. Gak jadi surprise dong ".Guman Shasa sambil melirik paperbag yang ia bawa.
Tapi senyum Shasa langsung mengembang saat ia melihat asisten Tomy yang baru keluar dari lift.
" Tomy... ".
Teriak Shasa membuat Asisten Tomy pun langsung menoleh dan menatap nya sedikit terkejut. Begitu pun dengan semua karyawan. Mereka tak menyangka ada seorang wanita yang berani memanggil asisten kejam dan datar itu dengan sebutan nama saja.
" Nyonya muda".Lirih Tomy sedikit gugup.
Shasa pun langsung bergegas menghampiri sang asisten suaminya. Membuat Tomy tak bisa untuk menghindari lagi.
"Nyonya kenapa datang tidak mengabari terlebih dahulu? ".Tanya Tomy saat Shasa sudah ada di hadapan nya.
" Itu tidak penting. Sekarang yang lebih adalah antarkan aku keruang kerja suamiku!!! ".
" Tapi...
"Ayolah!!! ".
__ADS_1
TBC