Posesif Husband

Posesif Husband
Main Kucing Kucingan


__ADS_3

Setiap detik, menit, jam, hari, minggu dan sampai bulan. Begitulah waktu yang selalu terus berlalu. Hingga tak terasa kini usia kandungan Shasa telah masuk bulan ke tujuh.


Ia juga sedang di sibukkan oleh kuliahnya. Hingga sekarang Shasa sangat jarang berkunjung kerumah kedua orang tuanya. Tiara juga sekarang tak kalah bahagia nya dengan Shasa.


Bahkan Mama nya juga tak pernah lagi mengusik kehidupan nya. Karena sejak saat itu, Mitha juga gak hilang di telan bumi. Begitu pula dengan putrinya yang katanya pernah hidup di luar Negeri.


Mungkin karena Oma Siska juga yang mampu membuat seorang Mitha bisa tak berkutik dan memilih untuk menghilang kan jejaknya. Daripada ia harus berhadapan dengan Oma Siska.


Perut Shasa yang semakin membuncit dan membuat suaminya selalu saja was was saat istrinya masih tetap nekad untuk beraktivitas. Apalagi saat mereka kembali USG ketika usia kandungan Shasa di bulan ke lima.


Jika hasil USG menyatakan Shasa mengandung baby twins. Hal itu membuat Shasa maupun Candra sempat terkejut. Karena saat USG sampai usia kandungan nya empat bulan. Tidak sedikitpun dokter berkata jika ada dua baby yang ia kandung. Tapi begitu masuk bulan kelima ternyata twins.


Sang dokter pun bilang awalnya mereka ragu untuk mengucapkan nya. Karena salah satu baby selalu saja samar samar. Dan sepertinya baby nya memang sengaja main kucing kucingan. Namun, keduanya tampak sehat sampai saat ini. Meskipun salah satu baby belum juga bisa di prediksi apa jenis kelamin nya. Sebab, baby satunya itu selalu menyembunyikan identitas nya.


Shasa dan Candra juga tak pernah memaksa untuk tahu tentang apa jenis kelamin si twins satunya. Sebab, apapun jenis kelamin nya. Yang terpenting mereka sehat dan sempurna.

__ADS_1


Hari ini Shasa setelah pulang dari kampus memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya. Karena hampir satu bulan lebih ia tidak mengunjungi Mommy dan Daddy nya. Cuma sesekali Cinta yang tetap rutin melihat anak anaknya.


"Assalamu'alaikum". Teriak Shasa mengucapakan salam ketika ia sudah naik keteras rumah orang tuanya.


Membuat Candra yang selalu setia antar jemput istrinya hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Perut buncitnya tak membuat Shasa mengeluh sedikitpun. Sikapnya juga tetap bar bar malah semakin menjadi jadi saja.


"Sayang pelan pelan jalannya!!! ". Berulang kali Candra terus mengingatkan istrinya. Tapi Shasa hanya nyengir kuda saja.


" Waalaikumsalam ". Jawab Cinta dari arah dalam. Sambil menggandeng tangan seorang anak kecil yang saat ini semakin tampan saja.


Siapa lagi kalau bukan Sean. Yang kini sudah bisa jalan. Dan tidak mau diam itu. Hampir setiap hari Sean selalu di titipkan dirumah Oma nya. Karena kedua orang tuanya sibuk bekerja.


Tapi Sean hanya menatap datar kearah Shasa. Sama sekali tidak senyum ataupun tertawa. Shasa pun mencebikkan bibirnya. Sean selalu saja dingin sama seperti sang abang dan juga suaminya itu.


Wajah boleh tampan tapi masih kecil saja sudah jutek. Gak ada ramah ramahnya sama sekali sama orang. Tapi, ketika melihat Candra senyum Sean langsung terbit. Tanpa diminta pun Sean malah langsung melepaskan tangannya dari sang Oma. Dan berjalan menghampiri Candra.

__ADS_1


"Heh, Sean... Itu suami Mommy loh". Kesal Shasa memanyunkan bibirnya.


" Habisnya Mommy nya edan edanan. Jadi Sean lebih milih Daddy nya saja". Cibir Cinta yang tak bisa berkaca jika Shasa itu turunan sifat bar bar nya.


"Iihh... Bukannya Mommy jauh lebih edan". Balas Shasa tak mau kalah.


" Kalian berdua itu sama saja. Gak usah pake acara saling kata katain deh!!! ". Potong Anton yang baru saja menuruni anak tangga.


" Daddy... Hubby... ". Seru Shasa dan Cinta secara bersamaan. Menatap kesal pada Anton yang saat ini malah tersenyum kearah para bidadari nya itu.


Sedangkan Sean dan Candra memilih untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tanpa ingin ikut kena imbasnya ke kesalan dua wanita yang tak mau kalah satu sama lainnya itu.


"Mau kemana kamu??? ". Tanya Cinta saat Shasa malah berlalu pergi begitu saja melewati nya.


" Bongkar Kulkas Mommy dulu. Cari cemilan". Sahut Shasa santai.

__ADS_1


"Ingat kata dokter sayang!!! ". Gantian Candra yang berteriak mengingatkan istrinya.


" Daripada aku lemas bang. Mending makan dong". Jawaban Shasa membuat Candra langsung bungkam. Karena sudah pasti tak akan jatah malam kalau istrinya sudah bilang lemas.


__ADS_2