
"Kenapa??? ".
Niko bertanya sambil menatap wajah istrinya dengan dahi yang mengerut. Karena sejak keluar dari toko tadi. Icha selalu saja menatap nya dengan tatapan tak biasa. Bahkan sampai sekarang mereka ada di sebuah restoran yang ada di mall itu pun Icha tetap menatap nya.
" Kenapa aku baru sadar ya kalau aku itu punya suami setampan ini".Puji Icha sambil terkekeh.
"Jadi selama ini kemana aja sayang???? ".Sahut Niko sambil mengulum senyumnya.
" Permisi tuan nyonya, ini pesanan nya".Seorang pelayan restoran datang membawa semua pesanan Niko dan juga Icha. Membuat Icha belum sempat menjawab pertanyaan ledekan suaminya tadi.
"Terimakasih mba".Jawab Icha sambil tersenyum ramah. Sedangkan Niko ya tetap Niko yang sangat pelit untuk tersenyum.
" Kita makan dulu saja!!. Yang lain nanti dibahasnya kalau udah sampe rumah".Ucap Niko sambil meraih udang goreng tepung dan menyedorkan pada mulut istrinya.
Icha pun tanpa mau protes langsung membuka mulutnya. Menerima suapan pertama dari suaminya di tempat umum seperti ini.
Sedangkan dari meja yang lain yang ada di dalam restoran seafood itu. Ternyata sudah ada teman teman Icha dikampus sejak tadi. Mereka bahkan melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Saat Niko dan Icha pertama masuk dan duduk di salah satu meja yang berbeda. Teman teman Icha nampak sedikit terkejut karena pria yang bersama Icha seperti familiar di mata mereka. Terutama para anak anak seorang pengusaha tentunya. Karena rata rata pengusaha dan pembisnis itu. Mereka selalu ada majalah khusus para pembisnis dan pengusaha sukses yang wara wiri di beritakan.
"Gue kayak pernah lihat deh cowok yang lagi sama Icha itu. Tapi gue lupa dimana ya??? ".Lirih ketua kelas yang berulang tahun.
Karena ia sedang ultah makanya, mereka semua di traktir makan siang olehnya . Dan mereka tanpa sengaja malah memilih restoran seafood yang ada di mall yang sama dengan Icha dan Niko berada.
__ADS_1
" Iya bener, gue juga gak asing lagi dengan wajah tampan nya".Sambung yang lainnya.
"Uh, mana romantis banget lagi sama Icha. Gue juga mau deh punya cowok kayak itu".
"Sempurna ".
Teman teman Icha sibuk dengan pemikiran masing masing. Untung saja jarak mereka cukup jauh dan terhalang dinding kaca. Kalau tidak pasti Icha sudah sadar keberadaan mereka saat ini.
Tapi Niko dan Icha malah semakin membuat orang cemburu dan iri saja. Keduanya saling suapi dengan bergantian. Dan juga dengan di selingi obrolan obrolan santai. Canda tawa Icha hari ini membuat Niko nampak bahagia.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Assalamu'alaikum, Mommy".
" Waalaikumsalam, sayang. Kalian baru pulang? ".Sahut Cinta sambil bertanya pada anak dan juga menantunya.
" Iya Mom, tadi kami hanya jalan jalan sebentar ".Jawab Icha sambil tersenyum.
" Kok jalan jalan nya gak ajak Shasa juga mbak???. Pasti bang Niko gak mau di gangguin kan??? ".Goda Shasa ikut nimbrung saja.
" Shasa.. Biarkan dulu abang dan juga kakak iparmu itu menghabiskan waktu berdua. Soalnya biar Mommy dan Daddy cepet punya cucu".Seloroh Cinta sambil terkekeh.
__ADS_1
Icha langsung menundukkan kepalanya menahan rasa malunya. Akan ucapan mulai tak ngerem lagi dari mulut ibu mertuanya itu. Sedangkan Niko malah langsung menoleh pada Icha.
Cinta memang benar benar tidak pernah berubah sejak dulu. Ia masih tidak bisa mengontrol kata katanya. Malah semakin berumur wanita itu semakin konyol dan bar bar saja.
Niko pun langsung pamit pada Mommy dan adiknya. Lalu segera membawa istrinya masuk kedalam kamar. Karena Niko tahu bagaimana sifat mommy nya itu. Kalau terus diladeni bisa bisa yang malu itu mereka sendiri. Sedangkan Cinta Mommy nya pasti tetap memasang muka temboknya. Yang ada semakin konyol saja iya.
"Mommy... Mungkin bang Niko dan mbak Icha itu belum siap melakukan pertempuran".Bisik Shasa setelah melihat Niko dan juga Icha sudah menghilang di balik tembok.
Pug....
Cinta memukul gemas lengan tangan putri bungsu nya. Dan langsung mencubit perut Shasa. " Tahu darimana kamu masalah begituan?. Hm? ".Tanya Cinta dengan tatapan tajamnya.
" Hehee... Zaman sekarang sudah canggih Mom. Come on!. Shasa bukan anak kecil lagi".Jawab Shasa dengan santainya.
Cinta pun langsung mencubit perut putrinya kembali. Membuat Shasa langsung mengaduh karena kesakitan.
"Awas aja ya nanti kalau Mommy tahu kamu nonton nonton video dewasa gitu lagi. Mommy aduin kamu sama Daddy!!! ".Ancam Cinta sambil menatap tajam kearah putri bungsunya.
" No Mommy... Shasa tidak menonton nya sampai habis kok. Kan cuma intip intip saja sedikit".Sahut Shasa sambil menjauh dari Mommy nya. Dan menjulur kan lidahnya.
"Shasa... ".Sentak Cinta kesal membuat Shasa langsung lari masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Cinta hanya menggeleng kan kepalanya saja. Melihat tingkah putrinya itu. Benar saja dulu Mommy dan Daddy nya selalu saja marah marah jika ia berulah. Ternyata apa yang dulu di rasakan oleh kedua orang tuanya. Kini ikut dirasakan juga olehnya. Sebab, menjadi orang tua itu tidaklah mudah. Apalagi dalam hal mendidik anak anak. Memang harus bisa caranya, karena sifat dan karakter anak anak itu berbeda beda.
TBC