
Sedangan kan saat ini Niko dan juga Icha sedang menikmati momen liburannya. Di sebuah Negara yang terkenal dengan kota Cinta. Selain karena keindahan tempat wisatanya, Paris juga dijuluki sebagai Kota Cinta atau City of Love. Sejak dulu hingga sekarang, banyak orang yang menyatakan cinta pada pasangannya atau bahkan melamar pasangannya di Kota Paris.
Sudah satu minggu ini mereka berada di kota Cinta tersebut. Dan mereka juga sudah sangat puas berkeliling menikmati liburannya bersama sang putra yang saat ini sudah berusia satu tahun empat bulan.
Bahkan Sean juga semakin terlihat keren dan tampan. Hanya saja anak itu sangat sulit tersenyum. Mungkin senyumnya sangat mahal sehingga ia susah untuk menarik bibirnya.
Meskipun demikian kadara ketampanannya tak bisa hilang ataupun pudar barang sedikitpun. Ia benar benar jelmaan Papanya. Perpaduan antara Niko dan juga Icha. Tapi Sean lebih dominan ke sang Papa di banding kan Mamanya.
Menikmati moment liburan saat ini. Niko dan Icha juga membawa pengasuh Sean . Bahkan tak hanya satu orang mereka membawa dua orang sekaligus.
"Sayang, maaf ya kita harus pulang dadakan seperti ini. Seharusnya masih ada waktu dua hari lagi masa liburan kita disini". Niko membantu istrinya untuk packing barang barang mereka yang di bantu juga oleh pengasuh Sean.
Sedangkan Sean sedang fokus minum susunya sambil tiduran di sofa empuk yang ada didalam kamar hotel yang telah di sewa oleh Niko selama mereka ada di sana.
Mungkin lebih tepatnya itu sebuah apartemen. Karena disana ada dua kamar sekaligus. Dan juga lengkap dengan dapur dan juga ruangan tamu.
__ADS_1
"Tidak papa bang. Lagian selama beberapa hari ini kan kita selalu jalan jalan. Lagipula masa adik kamu lahiran kita malah asyik liburan saja".
Icha tidak merasa keberatan sama sekali jika mereka harus pulang dadakan siang ini juga. Icha juga sudah merasa sangat puas menikmati liburan bersama suami dan putranya.
Selain baru pertama kalinya Icha bisa terbang ke Paris. Meskipun usianya kini hampir di kepala tiga. Dan mungkin jika tidak menikah dengan Niko . Icha belum akan bisa terbang ke luar Negeri. Seperti ingin pergi ke pasar saja.
Sebab, bagi anggota keluarga Erlangga dan juga Hendrawan. Tidak akan sulit dan susah untuk sekedar jalan jalan ke luar Negeri. Bahkan hanya dengan hitungan menit saja. Semuanya sudah siap dengan sendirinya.
Icha juga sudah tidak sabar melihat dan menggendong langsung keponakan nya itu. Anak dari adik iparnya yang tampak begitu sangat menggemaskan dan cantik.
Melihat foto yang dikirim kan oleh Mommy mertuanya. Membuat Icha jadi ingin cepat cepat punya baby kembali. Apalagi ia sangat menginginkan baby cewek jika Allah memberikannya kepercayaan kembali nantinya.
" Wah, anak Mama memang pinter ya". Icha mengambil tisu dan mengelap sisa susu di bibir putranya.
"Sean bisa sendiri Ma". Protes Sean yang kini malah sudah mulai lancar berbicara dan sudah sangat jelas setiap ucapannya.
__ADS_1
" Biar Mama bantu sayang!! ".
" No Mam". Sean tetap kekeh tidak mau dibantu Mamanya. Dan ia mulai mengambil tisu dan mengelap bekas susu di mulutnya. Membuat Icha tersenyum bangga pada putranya itu.
Belum genap satu tahun setengah saja. Sean sudah mulai bisa melakukan apapun sendiri. Bahkan mandi pun ia sudah tidak mau lagi di mandikan.
" Dia sudah gede sayang. Biarkan saja!!. Selama itu tidak membahayakan dirinya! ". Ucap Niko yang kini sudah duduk di samping istrinya.
" Aku sudah melepas alat KB nya bang". Ucap Icha setelah Sean sudah beranjak pergi bersama sang pengasuhnya. Melangkah keluar kamar menuju ruang tamu.
"Benarkah??? ".Niko terlihat antusias sekali mendengar nya.
Anggukan kepala istri nya membuat Niko tersenyum penuh arti. Ia akan mulai kembali bekerja keras mulai saat ini. Karena Niko ingin memberikan adik untuk Sean.
" Karena aku pikir sudah waktunya Sean punya adik". Jawab Icha sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
__ADS_1
"Tentu sayangku". Sahut Niko yang sudah berbinar binar.
TBC