Posesif Husband

Posesif Husband
Tidak Benar Benar Tulus


__ADS_3

Malam pun tiba saat Tiara dan Tomy baru saja tiba di rumah nya. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Karena memang jarak pantai dengan rumah Tomy lumayan jauh. Memakan waktu lebih kurang sekitar empat puluh lima menit.


Tapi begitu sampai dirumah mereka di kejutkan oleh kedatangan Mitha. Mamanya Tiara, yang ternyata sudah dari sore tadi belum pulang pulang juga. Padahal bik Tuti sudah bilang jika majikannya sedang tidak ada dirumah.


Tomy hanya menatap datar dan sama sekali tidak menyapa wanita paruh baya itu yang notabene adalah Ibu mertuanya sendiri.


"Kenapa Mama kemari??? ".Tiara bertanya dengan nada sedikit tegas. Karena ia juga merasa tidak enak dengan suaminya. Sebab, meskipun dirinya sudah berusaha memaafkan semua kesalahan Mamanya. Sebenarnya Tiara juga masih meragukan sang Mama yang tiba tiba saja datang saat Ayahnya sudah tiada.


Tiara merasa jika Mama nya tidak tulus untuk benar benar mengakui dirinya sebagai putrinya. Jika memang Mamanya menyesal kenapa tidak dari dulu saja ia datang. Sebelum rasa kecewa yang dirasakan oleh Tiara bertambah besar seperti sekarang ini.


Mungkin bagi Mitha jika setelah ia meminta maaf. Maka semua masalah akan selesai begitu saja. Tiara akan menerima nya kembali dan juga ia bisa hidup berdampingan dengan sang putri. Padahal yang sebenarnya adalah Tiara memaafkan nya hahya karena ia tidak mau di cap anak durhaka. Dan melakukan hal yang sama seperti yang telah di lakukan sang Mama dulu.

__ADS_1


Meninggalkan dirinya yang masih sangat kecil bahkan belum mengerti apapun. Dengan alasan sang Ayah yang masih saja menjadi seorang pengangguran dan tidak mau hidup susah.


Padahal semua harta Ayahnya ia bawa kabur dengan selingkuhan nya. Dan meninggalkan dirinya yang masih bayi.Yang masih sangat membutuhkan seorang ibu.


"Tiara sayang, Mama kesini karena Mama khawatir sama keadaan kamu nak. Semalaman Mama tidak bisa tidur karena Mama selalu kepikiran kamu. Apalagi kamu sekarang hamil seperti ini".Jawab Mitha dengan wajah yang dibuat sesendu mungkin.


Membuat Tiara tersenyum tipis. Ia bisa melihat ketulusan dan kepalsuan. Dan saat ini hanya kepalsuan yang tiara lihat dari kekhawatiran yang Mamanya lontarkan itu.


Saat ini Tomy sebenarnya sudah sangat geram akan kedatangan Mitha ke rumahnya. Karena ia sama sekali tidak menginginkan wanita paruh baya yang memiliki sifat licik itu sampai membawa pengaruh buruk untuk istrinya.


Tomy juga tidak pernah menunjukkan kekesalannya kepada ibu mertuanya di hadapan istrinya.Makanya Tomy juga tidak ingin memberikan komentar apapun ketika istri nya memintanya untuk memberikan pendapat tentang kehadiran ibu mertuanya tersebut.

__ADS_1


Semua itu Tomy lakukan hanya karena tidak mau istrinya salah paham. Dan malah berpikir jika dirinya tidak mau menerima ibu mertuanya dengan baik. Padahal memang sebenarnya Tomy ragu untuk membuat istrinya dekat dengan Mitha. Sedikit lebihnya Tomy tahu sepak terjang Mitha selama ini bagaimana.


Jadi, sebagai seorang suami Tomy hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk sang istri. Dan menjauhkan apa yang menurutnya tidak baik. Berbeda halnya lagi jika memang Mitha benar benar bertobat. Maka Tomy mungkin akan berubah pikiran lagi.


"Honey, lebih baik kamu mandi saja dulu ya!!!. Mama biar aku yang temani".Ucap Tomy sambil tersenyum pada istrinya.


Dengan anggukan kepala pelan. Tiara pun melangkah masuk kedalam rumah. Namun, sebelum nya ia masih sempat pamit pada Mamanya sebelum ia masuk kedalam rumah.


Setelah melihat istrinya mulai menaiki anak tangga. Kini tatapan Tomy beralih menatap wanita paruh baya. Yang katanya adalah ibu mertuanya itu. Yang di tatapan pun mulai ketar ketir. Ia tahu bagaimana sifat Tomy sebenarnya.


"Tidak usah basa basi lagi!!!. Cepat katakan berapa yang anda butuhkan saat ini!!! ".Ucap Tomy tegas.

__ADS_1


TBC


__ADS_2