
Bella semakin panas saat melihat Shasa dengan santainya berulang kali mengecup bibir pria yang selama ini ia incar. Dan semakin panas lagi ketika ia memperhatikan Shasa dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Semua barang yang di pakai oleh Shasa tak ada yang lokal. Dan semuanya juga pengeluaran brand ternama. Dan hanya produk limited edition.
"Apa abang masih ingin melanjutkan makannya??? ".Tanya Shasa tiba tiba. Seolah Shasa tidak menggubris adanya makhluk lain di dalam ruangan itu.
Candra pun hanya menggeleng kan kepalanya saja. Sambil terus melirik Bella dengan ekor matanya. Hal tak di duga pun membuat Candra ingin sekali melahab habis bibir istrinya itu saat ini juga. Ketika Shasa dengan santainya malah mendaratkan bokongnya. Pada pangkuan suaminya.
"Hehee, aku capek berdiri terlalu lama sayang. Kan kursinya cuma ada dua ".Lirih Shasa manja. Bahkan Shasa menatap wajah suaminya penuh cinta. Dan sangat mendamba. Membuat Bella semakin terbakar api cemburu nya.
" Sial ".Upat Bella dalam hatinya.
" Bagaimana kalau kita langsung pulang saja?. Hm? ".Ajak Candra sambil tersenyum.
Tapi Shasa malah menggeleng kan kepalanya. Membuat Candra menautkan kedua alisnya.
" Aku mau ke Mall sayang. Sekalian belanja ".Rengek Shasa dengan nada manja nya.
" Oke... ".
Shasa pun kembali mengecup bibir suaminya. Tapi kali ini sedikit lama. Karena bumil itu malah memainkan lidahnya. Membuat Bella memalingkan wajahnya kearah lain.
"Maaf kalau begitu saya permisi dulu. Selamat bertemu minggu depan tuan Miki".Seru Bella yang langsung pamit pergi.
__ADS_1
" Kau membuat nya kepanasan sayang".Bisik Candra dengan menggigit kecil telinga istrinya.
"Salah sendiri mau godain suami cabulku ini".Jawab Shasa tak terima jika suaminya di dekati wanita lain.
Padahal Candra juga tak berniat lagi untuk mendekati wanita lain di luar sana. Karena miliknya kini hanya hidup jika di dekat istrinya saja.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Hari ini Shasa benar benar menghabiskan waktunya berdua bersama sang suami tercintanya. Mereka me time full seharian.
Candra pun dengan senang hati menemani istrinya berbelanja. Dan menguras habis isi dompetnya. Walaupun isi rekening nya tak akan habis dan tak akan kering oleh karena semua barang yang di beli oleh istrinya itu.
"Bang, aku mau es cream itu! ".Tunjuk Shasa pada kedai es cream yang tempo hari sempat ia beli dengan Mommy dan Oma nya serta Sean.
" Biar abang saja yang beli, kamu tunggu disana saja ya!!! ".Pinta Candra sambil menunjuk kursi panjang yang ada di depan store di dalam mall tersebut.
" Jangan kemana mana!!!. Abang beli es cream dulu".Ucap Candra sembari mengecup singkat kening istrinya. Ia tak perduli meskipun ini di tempat umum sekalipun. Shasa hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian Candra pun kembali melangkah menuju kedai es cream yang di inginkan oleh istrinya.
"Sayang, rasa greentea sama coklat saja ya!!! ".Seru Shasa sebelum suaminya jauh.Membuat Candra mengacungkan jempolnya paham.
Sambil terus memperhatikan suaminya yang saat ini sedang ikut mengantri di depan kedai es cream. Shasa pun sembari bermain ponselnya. Ia juga masih sempat mengabadikan suaminya yang berdiri. Di depan kedai es cream.
"Kenapa suamiku bisa setampan ini sih??? ".Guman Shasa sambil terus memasang senyum bahagia nya.
__ADS_1
" Daddy kamu sangat tampan sayang. Wajar saja banyak wanita yang tergila gila sama Daddy. Sepertinya Mommy harus ektra hati hati dan harus pintar membuat Daddy nyaman di rumah ya sayang".Lirih Shasa sambil mengusap perutnya yang masih datar itu.
Candra pun hanya mengulum senyumnya. Meskipun jaraknya sedikit jauh. Tapi Candra tahu dan dapat melihat dengan jelas. Jika istrinya sedang berbicara dengan calon anaknya. Karena Shasa berulang kali mengusap perutnya.
"Jika Mami masih hidup. Mungkin Mami akan sangat bahagia melihat istri Candra hamil calon cucu Mami".Guman Candra tiba tiba mengingat Mami nya yang sudah lama pergi meninggalkan nya untuk selamanya.
Bahkan Papinya juga sudah ikut menyusul. Kedua orang tuanya meninggal dengan cara yang keji. Semua itu karena keserakahan wanita yang menjadi ibu tirinya.
Candra yang tak sabaran mengantri terlalu lama. Akhirnya memutuskan untuk mentraktir semua orang yang mengantri agar ia bisa lebih dulu mendapatkan es cream yang di inginkan oleh istrinya.
"Kok cepet banget bang. Bukannya tadi masih antri??? ".Tanya Shasa ketika tiba tiba suaminya sudah menyodorkan es krim untuknya.
" Itu salah satu keuntungan orang tampan sayang".Jawab Candra dengan sombongnya.
Membuat Shasa mengulum senyumnya.
"Habiskan dulu es cream nya. Baru kita pulang!! ".Ucap Candra sambil ikut mendaratkan bokongnya di kursi samping istrinya. Shasa pun hanya menganggukkan kepalanya patuh.
" Oh ya bang, kenapa wanita yang tadi di restoran memanggil dengan nama Miki. Dia sama kayak aku dulu ya bang?. Padahal nama asli abang bukan Miki".Tanya Shasa sambil terus menjilati es cream yang tadi di beli oleh suaminya.
"Itu tidak penting sayang. Apalah arti sebuah nama? ".Jawab Candra santai.
Shasa pun hanya mencebikkan bibirnya saja. Sambil. terus menikmati es cream milikny. Sesekali ia juga menyodorkan es cream itu pada suaminya.
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA SELALU TINGGAL KAN JEJAK KALIAN GENGS!! . MAU COMENT KAYAK CABE SYAITON JUGA MONGGO ππππETSS JANGAN BAPERAN YA GENGSπππ