
Shasa pun langsung merebahkan dirinya di atas ranjang empuk yang ada di kamar luas milik suaminya. Kamar yang ia tempati semalaman dengan tanpa sadar .
Tomy hanya mengulum senyumnya melihat wanita cantik yang telah ia nikahi dan sekarang berstatus istri itu. Dengan tanpa canggung lagi sudah tergeletak di ranjangnya.
Pria itu melangkah ruangan walk in closet terlebih dahulu. Menaruh koper istrinya disana. Lalu kembali keluar dan mendekati ranjang.
"Mandi dulu sana!!!. Udah sore sebentar lagi juga mau maghrib".Ucap Tomy pelan sembari menatap wajah istrinya yang kini memejamkan matanya.
Tiara kembali membuka matanya. Yang terasa sedikit lelah karena seharian ini terus menangis. Membuatnya kini terasa berat sekali. Ingin rasanya ia terlelap beberapa saat saja.
Namun, jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Dan benar kata suaminya jika sebentar lagi juga akan maghrib.
Tiara mulai bangkit dan duduk diranjang. Lalu setelah beberapa detik ia mulai menurunkan kakinya ke lantai. Sebelum pergi menuju kamar mandi. Gadis itu masih sempat menggoda Tomy.
"Mau mandi bersama dengan istrimu mas??? ".Serunya dengan sudut bibir terangkat .
" Jangan bercanda Ra!!! ".Sahut Tomy yang sudah paham jika saat ini Tiara sedang main main saja. Dan sengaja menggodanya.
Tiara hanya terkekeh dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Melihat senyum dan mendengar kekehan kecil Tiara. Tomy bisa sedikit lega. Setidaknya Tiara sudah mulai ceria kembali. Ia mungkin sudah ikhlas atas kepergian sang Ayah tercintanya.
__ADS_1
Ya mau gimana lagi. Begitulah kehidupan. Kita tak tahu kapan rezeki, jodoh maupun maut akan duluan datang menghampiri. Semua sudah ada janjinya masing masing. Siap tak siap kita harus terima dengan hati yang ikhlas dan lapang.
Mungkin itulah yang di tanamkan oleh Tiara. Ia memang bukan tipe wanita lemah. Bukan berarti Tiara melupakan semua kenangan bersama sang Ayah. Hanya saja ia bertekad jika ia mampu menghadapi ujian ini. Pejalanan hidupnya masih panjang.
Dan apalagi sekarang ia sudah memiliki seorang suami yang sangat bertanggung jawab. Dan bisa di andalkan. Tiara bisa melihat kesungguhan hati Tomy. Dan Tomy juga pria yang bisa di pegang janjinya. Itu yang Tiara tangkap dari sifat suaminya saat ini.
Cukup lama Tomy nampak melamun. Dan masih duduk di bibir ranjang sejak istrinya masuk kedalam kamar mandi. Hingga suara teriakan Tiara dari dalam kamar mandi membuat Tomy sadar dari lamunannya.
"Mas Tom Tom... boleh minta tolong tidak??? ".Ucap Tiara sambil sedikit berteriak agar suaminya dengar.
" Ada apa??? ".
" Em... Tolong ambilkan istrimu ini handuk mas!!!. Tadi aku lupa membawanya masuk".Teriaknya kembali.
" Heh... Mau ngapain ikutan masuk???. Udah gak sabar ya?? ".Sahut Tiara dari dalam sana.
Tomy mengetuk pintu kamar mandi. Setelah dibuka dan Tiara hanya menyodorkan tangannya saja. Untuk mengambil handuk dari tangan suaminya.
" Mana Mas???. Siniin handuknya!!! ".Seru Tiara lagi karena tangannya sejak tadi menggapai tapi tak kunjung mendapatkan apa yang ia inginkan. Bagai menggapai tangan tak sampai saja.
__ADS_1
Tomy yang memang sedikit jauh dari arah pintu. Nampak tersenyum jahil. Membuat Tiara mau tak mau ikut menyembulkan kepalanya keluar. Ia nampak menghela nafas nya ketika melihat suaminya sedikit jauh dari pintu. Makanya ia tidak bisa mengambil handuk dari tangan suaminya sejak tadi.
"Sini dong mas!!!. Dingin nih".Tiara terlihat memelas. Namun suaminya malah dengan sengajanya semakin menjauhkan handuknya.
" Mass.... "Teriak Tiara kesal. Sejenak ia terlihat lupa jika ia baru saja kehilangan sang Ayah tercintanya. Saat ini Tiara terlihat sedikit ceria dan tak sesedih tadi . Hal itu membuat Tomy semakin bersemangat menjahili istrinya.
Tiara yang kesal karena tak kunjung diberi handuk oleh suaminya. Sedangkan tubuhnya sudah mulai menggigil karena keinginan. Wanita itu dengan santainya malah keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan apapun.
Tubuh polosnya yang nampak begitu mulus dan nyaris sempurna. Membuat jakun Tomy dibuat turun naik. Ia pun susah untuk meneguk salivanya sendiri. Bagaimana tidak saat ini Tiara dengan santainya malah menghampiri suaminya. Yang tidak bergerak lagi dari tempatnya berdiri. Saat melihat tubuh polos sang istri. Yang baru pertama kali ini ia lihat.
Berulang kali Tomy menelan salivanya susah payah. Apalagi ketika ia melihat si kembar yang menggantung indah dan berisi di bagian depan Tiara.
Belum lagi si pemberi nikmat nya. Yang terdapat hutan kecil yang di tumbuhi bulu bulu halus dibawah sana. Semakin membuat Tomy tak kuasa menahan dirinya.
Namun Tiara malah dengan santainya mengambil alih handuk dari tangan suaminya. Sambil melilit kan handuk pada tubuh polosnya.Tiara berucap.
"Pasti udah gak tahan buat unboxing istri".Tebaknya sambil tersenyum puas. " Tenang saja istrimu ini masih segelan mas. Kuncinya masih rapet di jamin nagih".Seloroh Tiara sambil berbisik pelan di telinga suaminya.
Gleg...
__ADS_1
Lagi lagi Tomy hanya bisa meneguk salivanya. Mungkin dengan cara begini Tiara menghibur dirinya sendiri agar segera pulih dari kesedihan. Ia juga akan tetap melanjutkan hidupnya. Harapan Tiara saat ini adalah ia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya. Pria yang baru ia kenal namun sudah banyak berkorban untuknya. Bahkan tak menolak sedikitpun saat Ayahnya meminta nya untuk menikahinya dengan dadakan.
TBC