Posesif Husband

Posesif Husband
Nutrisi Sebelum Sarapan


__ADS_3

Cuaca di luar rumah nampak sangat cerah padahal. jarum jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Sinar matahari pagi ini mulai masuk kedalam cela jendela kamar melalui pentilasi udara.


Candra sudah bangun sejak tadi. Tapi ia enggan untuk beranjak dari ranjang. Menatap penuh cinta wajah istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya.


Cup...


Satu kecupan mendarat di bibir Shasa. Membuat si empunya mulai terusik dalam tidurnya. Shasa menggeliat , Sedangkan Candra hanya mengulum senyuman nya saja. Ia juga malas pergi ke kantor hari ini. Karena ia masih enggan meninggalkan istrinya. Berpisah selama satu minggu membuat Candra berat. Sudah berat kepala atas berat juga kepala dibawah.


Bahkan Candra harus menerima godaan demi godaan yang selalu Shasa hadirkan untuknya. Istrinya itu benar benar tak kehabisan akal untuk membuat suaminya brutal sendiri. Dan Candra pun harus prustasi dibuatnya.


Shasa mulai membuka matanya secara perlahan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya. Yang kini juga sedang menatapnya penuh cinta.


"Abang sudah bangun??? ".Tutur Shasa dengan khas suara bangun tidurnya.


" Yang dibawah juga sudah bangun sayang".Goda Candra sambil melirik kearah bawah selimut nya.


"Benarkah???".Tanya Shasa sambil terkekeh. " Mana coba aku lihat".Seloroh Shasa malah menantang suaminya.


Jika semalam ia bisa lolos karena Candra sibuk dan antusias akan kehamilan nya. Bukan berarti pagi ini Candra tidak minta di rafel.Bahkan pria itu sudah siap untuk kembali mengobrak abrik milik istrinya. Menjadikan pagi ini awal kemesuman nya. Dan nutrisi sebelum sarapan pagi dimulai.


"Jangakan melihat nya, bahkan mengulumnya saja akan ku relakan sayang".Seru Candra dengan suara paraunya.


Tanpa di duga dan tanpa di kira sebelum nya oleh Candra. Shasa malah langsung membuka selimut nya. Dan kini malah menaiki tubuh suaminya.


Candra hanya mengulum senyumnya. Dan mulai menarik pinggang ramping istrinya. Membuat Shasa tersenyum lalu langsung menundukkan kepalanya. Menyambar bibir sensual suaminya. Dengan gerakan pelan, tapi tidak dengan Candra yang malah menyesapnya dalam. Menjadikan ciuman itu semakin panas dan menuntut.

__ADS_1


Candra tak mau diam begitu saja dengan menikmati ciumannya. Salah satu tangan Candra sudah bermain pada bukit kembar istrinya. Perlahan mulai membuka lingerie seksi Shasa. Menurunkan nya secara santai. Hingga memperlihatkan kulit mulus istrinya yang selalu nampak menggoda dimatanya.


Karena Candra hanya memakai boxer tipisnya. Membuatnya lebih gampang untuk menyembulkan mentimun nya keluar dari sarangnya. Dan masuk kedalam sarang kenikmatan sesungguhnya.


"Aahhkkk... ".


Desah Shasa pelan ketika mentimun berurat nan panjang itu mulai menyusup masuk kedalam miliknya. Menciptakan sensasi sesak, geli, dan nikmat secara bersamaan.


Entahlah anugerah apa yang Shasa dapatkan, sehingga di usianya yang belum genap 20 tahun ini. Ia malah sudah bisa merasakan indahnya kenikmatan surga dunia. Yang rasanya sangat nikmat tiada tara.


"Oh yes Baby!!! ".


Candra mulai meracau ketika Shasa mulai memainkan perannya. Menaik turunkan pinggulnya, hingga membuat Candra kenikmatan dibawah sana.


Lirih Candra ketika istrinya mulai menggila dan hampir lupa diri. Jika saat ini ia sudah berbadan dua. Apalagi di kehamilan trimester pertama seperti ini. Yang masih sangat rentan, dan berakibat buruk dengan kandungan nya.


Tak mau melihat istrinya terlalu capek dan sedikit takut akan kandungan istrinya. Candra pun membalikkan keadaan. Hingga kini ia yang memimpin permainan.


Shasa menurut saja karena ia juga sudah pelepasan pertama nya. Keringat mulai bercucuran membasahi tubuh keduanya. Inilah yang dinamakan olahraga sesungguhnya.


Bukan hanya tubuh yang sehat tapi juga pikiran yang tersalurkan. Karena menciptakan sensasi puas luar dan dalam.


"Oohhh... Yeah... ".


" Uuhhh... Uuhhh".

__ADS_1


Racau Candra mulai mengerang nikmat. Ketika ia mulai menyebarkan benihnya kembali kedalam sana. Menyirami kacang polong supaya makin subur dan tumbuh dengan sempurna di dalam rahim istrinya.


" Uh... uh... uhhhh".


Ulang Shasa sambil meledek suaminya. Membuat Candra terkekeh sembari mencubit gemas hidung mancung istrinya.


"Ini belum aku cabut sayang".Candra mengingatkan istrinya. Karena Shasa berani meledeknya saat pelepasan.


" Kau bisa menggerakkan nya kembali sayang".Jawab Shasa dengan enteng.


"No, kasian baby. Aku tidak mau kau kecapekan nantinya".Tolak Candra halus.


Jika ingin menuruti hawa nafsunya saja. Mungkin Candra akan kembali melahab istrinya. Tapi saat ini Candra tidak ingin melakukan nya lebih. Sebab, ada kehidupan di rahim istrinya. Yang mesti mereka jaga. Mengingat bagaimana istrinya sedikit susah untuk hamil.


Oleh karena itulah Candra tidak ingin mengambil resiko. Jika sampai terjadi apa apa dengan kandungan istrinya. Maka Candra tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Kita bisa mengulangi nya lagi nanti setelah sarapan sayang".Bujuk Candra ketika melihat raut wajah istrinya yang langsung cemberut. Saat keinginan nya tak dipenuhi.


" Apa belum puas?. Hm? ".Tanya Candra sambil menangkup kedua pipi istrinya.


" Masih kangen".Jawab Shasa lirih.


"Kau pikir aku tidak kangen juga?. Hm? ".Candra tersenyum dengan masih tak beranjak dari tubuh istrinya. " Aku akan ada dirumah seharian ini sayang. Jadi kita bisa mengulangi nya nanti ".Bujuk Candra lagi.


Karena sesungguhnya ia juga masih ingin. Tapi ia khawatir dengan kandungan istrinya. Jadi, Candra sebisa mungkin untuk tidak egois hanya untuk kesenangan nya saja.

__ADS_1


__ADS_2