
Bandara soekarno-hatta tepat jam 06.30 wib pagi, langkah lebar seorang pria tampan yang baru saja turun dari pesawat. Mengendong tas ransel nya, tatapannya tegas dan penuh kharisma dan wibawa.
Jangan lupakan kaca mata hitamnya yang bertengger indah di hidung mancung nya. Menambah kesan maskulin dan membuatnya semakin keren.
Sudah pasti semua mata tertuju padanya termasuk para pramugari sejak di dalam pesawat tadi. Belum lagi para kaum hawa yang ada di Bandara. Mereka seolah enggan untuk mengerjapkan matanya. Demi melihat wajah tampan penuh kharisma seorang pria yang bernama Niko itu.
"Abang... " Shasa langsung melambaikan tangannya. Saat melihat sosok pria tampan yang selalu bisa mengecoh perhatian semua orang.
"Haiss... Kenapa bang Niko semakin keren saja sih??? ".Lirih Nikki pelan.
" Makanya bang kalau mau sekeren bang Niko. Berhenti mempermainkan wanita".Cibir Shasa ketus.
Tuk...
Nikki langsung mentoyor jidad Shasa membuat Shasa mengaduh. Melihat aksi kedua adik kembarnya itu Niko langsung menggeleng kan kepalanya. Karena ia sudah sangat tahu bagaimana karakter adik kembarnya.
"Masih belum berubah kamu Nik??? ".Bariton suara tegas Niko membuat kedua adiknya langsung menoleh. Hingga mereka bertiga saling tatap.
" Bang iko... "Rengek Shasa manja. Dan langsung memeluk tubuh kekar abangnya. " Bang Nikki tuh jahat banget. Masa kepala Shasa di ketuk kayak pintu aja".Adunya pada sang abang sulung.
"Idih... Mulai dramanya keluar".Ledek Nikki yang sudah bisa menebak akting saudara kembarnya.
" Udah, Ayo abang antar kalian kesekolah. Bukankah hari ini masih ada ujian semester, hm??? ".
__ADS_1
Kedua adik kembarnya langsung mengangguk kan kepalanya. Membuat Niko tersenyum.
Nikki pun ikut memeluk abangnya. Sama dengan yang dilakukan Shasa. Sebelum mereka pergi meninggalkan Bandara. Meskipun Nikki selalu saja iri dengan ketampanan abangnya tapi ketahuilah ia begitu sangat menyayangi abang nya itu. Begitu pula dengan adiknya.
Setelah itu ketiganya melangkah bersama meninggalkan Bandara. Dan masuk kedalam mobil yang dibawa oleh Nikki.
"Tumben kalian di izinkan bawa mobil sendiri sama Daddy dan Mommy??? ".Tanya Niko yang sekarang malah menjadi sopir kedua adik kembarnya.
Nikki dan Shasa langsung terkekeh. Karena mereka berdua tidak minta izin dengan Mommy nya untuk membawa mobil.
Niko yang sadar akan ulah kedua adik kembarnya. Hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja. " Abang gak ikutan loh kalo sampai Daddy marah dan Mommy ngomel karena ulah kalian berdua ini ".Ucap Niko
" Iihhh, bang Niko curang. Giliran kita berdua yang terkena masalah abang gak mau bantuin".Cibir Shasa
"Siapa juga yang suruh kalian berdua bawa mobil diam diam gini. Hayo??? ".Sahut Niko sambil mengulum senyumnya.
"Yah bang Nikki, gak bisa di ajak kompromi".Gerutu Shasa dari arah belakang kursi kemudi abangnya. Karena hanya dia yang duduk di jok penumpang. Sedangkan Nikki duduk di depan samping Niko yang menyetir.
🌿🌿🌿🌿🌿
Mobil yang di kendarai Niko kini sudah sampai di sekolah adik kembarnya. Nikki dan Shasa langsung segera turun karena mereka berdua hampir saja terlambat.
" Bang, nanti jemputnya jangan sampai telat loh. Ingat mobilnya harus masuk garasi sebelum Daddy dan Mommy pulang".Seru Nikki sebelum ia turun dari mobil.
__ADS_1
"Iya berisik".Jawab Niko datar. Yang disambut gelak tawa oleh Shasa.
Nikki hanya melirik jengkel pada adik nya. Yang selalu saja berada di kubu abangnya Niko dibandingkan dengan berada di pihaknya.
" Bang Iko, Shasa masuk dulu ya".Shasa mengulur kan tangannya untuk mencium punggung tangan abangnya. Lalu Shasa juga mengecup pipi kiri Niko . Membuat Nikki melengos kesal.
Tapi Nikki juga ikut mencium punggung tangan abangnya. Sebelum ia turun dari mobil dan mengejar Shasa yang sudah duluan turun.
Niko menggelengkan kepala melihat adik kembarnya kejar kejaran menuju ke gedung sekolahnya. Dan saat Niko akan melajukan mobilnya kembali. Tiba tiba dari arah samping seorang gadis hampir saja terserempet oleh Mobil Niko. Dengan sigap Niko turun dari mobilnya. Untuk melihat gadis yang tadi terjatuh tepat di samping mobilnya.
"Kamu gak papa??? ".Niko terlihat panik sambil membantu gadis itu bangun.
" Gak papa kok, aku cuma kaget aja".Jawab Gadis cantik itu yang memakai seragam yang sama dengan adiknya tadi.
"Sorry... Gue buru buru soalnya".Ucap Niko memberitahu. Dan kini ia bisa melihat dengan jelas wajah cantik gadis yang hampir saja tersenggol oleh mobilnya tadi.
Bahkan gadis itu pun sempat bengong saat matanya bersitatap dengan Niko. Apalagi Niko memegang tangannya untuk membantunya berdiri.
" Apa ada yang luka atau lecet??? ".Tanya Niko lagi.
Tapi yang ditanya hanya diam tak bergeming saking asyiknya menatap wajah seorang pangeran tampan yang ada dihadapan nya.
" Heii...".Niko melambaikan tangannya di depan wajah gadis itu. Membuatnya tersentak kaget.
__ADS_1
"Ah iya, maaf aku harus masuk ke kelas. Udah telat soalnya".Seru Gadis itu gugup sambil langsung berlari ke arah gerbang menuju gedung sekolah yang sama dengan si kembar.
" Aneh... "Guman Niko. Lalu ia pun kembali masuk kedalam mobilnya. Melajukan kendaraan nya menuju rumah Gradma nya.