Posesif Husband

Posesif Husband
Kebahagiaan yang Tak Ternilai


__ADS_3

Di saat yang bersamaan juga , jika Shasa dan Tiara sedang menikmati moment kebahagiaan nya dengan pasangan halalnya masing masing. Kini Niko dan Icha juga sama sama menikmati perannya sebagai orang tua untuk sang putra.


Dimana kini usia Sean sudah delapan bulan. Balita itu semakin terlihat tampan rupawan. Hidung mancung dengan mata yang sedikit sipit. Serta kulit yang bersih. Padahal ia masih berusia delapan bulan. Namun, ia sudah sangat aktif.


Tingkahnya juga semakin menggemaskan. Meskipun Icha kini sudah resmi menyandang gelar sebagai seorang dokter. Dan ia juga sudah membuka tempat praktek nya sendiri. Yang lokasinya tidak jauh dari rumah nya.


Niko pun sebagai seorang suami selalu mendukung karir sang istri. Asalkan Icha tidak melupakan kodratnya sebagai seorang istri serta seorang Ibu untuk putranya.


Hal itu pun di camkan baik baik oleh Icha. Buktinya sampai saat ini, rumah tangga nya dan juga keharmonisan hubungan nya dengan sang suami. Malah semakin hari semakin lengket saja.


Meskipun kesibukan masing masing yang sering menguras keringat dan tenaga serta otak. Namun, tak membuat keduanya putus komunikasi setiap harinya.


Dari mulai sampai di tempat kerja. Mengingatkan untuk makan siang dan menjalankan ibadahnya juga. Icha sebagai seorang istri tidak pernah sekalipun absen ataupun bosan untuk selalu mengingatkan atau bisa dikatakan sebagai alarm untuk sang suami. Agar suaminya selalu makan dan sholat tepat waktu.


Bahkan Icha juga selalu membawakan suaminya bekal makan siang. Yang tak pernah absen juga selalu ia siapakan sebelum berangkat kerja.

__ADS_1


Seperti pagi ini, Sepasang suami istri itu. Sudah tampak rapi dan wangi dengan setelan kerja masing masing. Sedangkan Sean yang sejak tadi pun sudah di mandikan. Dan sekarang sedang duduk di stroller nya.


"Pagi putra tampan nya Mama". Sapa Icha yang saat ini langsung menghampiri Sean.


Sean pun langsung tersenyum ceria. Memperlihatkan deretan gigi susunya. Tanpa diduga Sean pun malah minta dingendong oleh Mamanya.


Sean mengulur kan kedua tangannya. Minta di sambut sang Mama. Membuat Icha pun langsung mengambil alih sang anak. Dan mengangkatnya dari storell nya.


"Mau sarapan bareng Papa dan Mama ya??? ".Ucap Icha membuat Sean pun langsung menatap wajah cantik sang Mama.


Usia Sean pun sudah delapan bulan. Ia sudah sangat aktif, dan juga semakin bertingkah menggemaskan. Namun, tak mengurangi sifat dinginnya. Sean sangat jarang sekali tersenyum, Ia hanya akan tersenyum dengan orang orang tertentu saja.Dan jika dengan sang Mama jangan ditanya lagi.


Icha mendudukkan Sean pada kursi khusus untuknya. Lalu mulai mengisi wadah khusus makan nya Sean dengan sarapan yang sudah ia siapkan sebelum ia bersiap siap tadi.


Tak lupa buah buahan segar selalu menjadi salah satu menu wajib untuk Sean setiap paginya. Bahkan di usia nya yang baru delapan bulan. Sean sudah tidak mau lagi minum Asi dari Mamanya.

__ADS_1


Dengan kata lain saat ini Sean meminum susu formula. Makanya Icha lebih leluasa meninggalkan Sean di rumah saat ia bekerja. Karena putranya sudah tidak minum Asi lagi.


"Ini bang sarapan nya!!! ".Icha pun ganti melayani suaminya setelah selesai menyodorkan sarapan untuk sang putranya.


" Terima kasih sayang".Ucap Niko tulus sedangkan Icha hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


Sesekali Icha melirik antara putra dan suaminya. Yang sifatnya sama sama dingin dan Kaku. Tapi keduanya juga sangat kompak dalam segi apapun. Dan meskipun Niko dingin dan kaku. Ia juga adalah sosok Papa yang siaga.


Niko juga masih mau membantu istrinya untuk mengurus Sean. Dan tak pernah malu untuk menyuapi ataupun mengganti popok Sean. Seperti sekarang ini Niko dengan telaten masih bisa nyambi menyuapi sang putra. Meskipun ia juga sedang sarapan.


Sungguh sekarang adalah bentuk kebahagiaan yang sesungguhnya untuk Icha. Memiliki suami yang mapan, bertanggung jawab, pengertian, penyayang yang mencintainya setulus hati. Dan juga memiliki seorang putra yang sangat tampan serta menggemaskan. Tak ada lagi yang Icha harapkan saat ini. Dan apabila Allah masih memberikan kepercayaan nya. Icha hanya ingin menambah anak lagi dengan harapan jika anak keduanya adalah seorang perempuan.


"I love you bang".Seru Icha tiba tiba. Membuat Niko mengulum senyumnya.


" I love you More sayang".Balas Niko dengan sudut bibir yang terangkat. "Aku tahu sayang kau begitu mencintai ku. Sama halnya seperti aku mencintaimu".Sambung Niko sambil terus menatap wajah cantik istrinya. Membuat Icha langsung terkekeh.

__ADS_1


**TBC


BUNDA OTHOR MEMANG JARANG KASIH CERITA BUAT NIKO KARENA OTHOR PIKIR BABANG NIKO UDAH BAHAGIA DENGAN KEHIDUPAN NYA SAAT INI GENGS. JADI UDAH JANGAN DI USIK LAGI. DARIPADA NANTI OTHOR JADI JAHARA JUGA KAN MALAH KALIAN MAKIN PROTES LAGI SAMA OTHOR 😂😂😂🙏🙏🙏**


__ADS_2