
Kediaman Candra...
Shasa yang sedang menikmati cemilannya. Sambil menyusuai baby Yaya. Dan lebih tepatnya Shasa sedang makan sebelum jadwal makan siang. Karena semenjak twins lahir. Shasa lebih sering terasa lapar, Meskipun sejak hamil twins juga begitu.
Sedangkan suaminya sedang berada di dalam ruangan kerjanya bersama Tomy sang asisten pribadi nya. Entah apa yang dilakukan oleh ke dua pria itu, Sejak masuk kedalam ruangan kerja Candra satu jam yang lalu. Sampai saat ini mereka belum juga keluar. Padahal ini juga hari weekend.
Tapi, yang namanya pengusaha sukses , Bahkan tidak ada jadwal untuk sekedar bersantai sedikit saja. Ada waktu luang pun itu memang sudah di atur jadwal sebelum nya.
"Abang... ". Teriak Shasa saat tiba tiba. Bahkan ia mengurungkan niatnya untuk menyuap makanan nya kembali.
Shasa terus berteriak memanggil manggil suaminya dengan suara cempreng nya itu. Bahkan para pelayan saja sampai datang menghampiri Nyonya nya. Namun, Shasa menolak untuk memberikan baby Yaya pada para pelayan dan juga babysitter nya itu.
" Bang... Abanggg... " . Teriak Shasa kembali karena suaminya tak kunjung datang juga.
"Nyonya, sini biar saya yang kerjakan!! ". Ucap sang babysitter karena itu sudah tugas dan kewajiban nya sebagai seorang pengasuh baby.
__ADS_1
Sedangkan baby Lala saat ini masih berada dalam gendongan sang babysitter nya yang lain. Malah baby Lala tampak tengah tidur terlelap.
Shasa tetap saja menggeleng kan kepalanya. Ia benar benar hanya ingin meminta suaminya untuk mengganti popok baby Yaya.
"Aa...
" Ada apa sayang??. Kenapa mesti teriak teriak begitu??? ". Semua pelayan dan juga babysitter kedua putrinya langsung membungkuk hormat pada tuannya.
Jangan lupakan sang asisten suaminya yang masih saja mengikuti langkah Candra sampai kedalam ruangan makan.
Candra melotot tak percaya sejak tadi istrinya teriak teriak memanggil nya. Hanya untuk meminta bantuan nya. Untuk mengganti popok dan pempers putrinya saja. Padahal Candra sudah buru buru turun dari lantai atas. Belum lagi para babysitter ada empat orang. Tapi Shasa malah menyuruh suaminya.
" Mmmmppprrrtttt.... ". Tomy menahan tawanya. Sambil membekap mulutnya sendiri. Akan kelakuan Shasa saat ini. Namun, Candra langsung menatap tajam sang asisten nya. Yang tampak sedang meledeknya itu.
" Tapi sayang di...
__ADS_1
" Abanggg... makanan ku keburu dingin nih". Rengek Shasa lagi sembari melirik baby Yaya yang saat ini ikut menatap wajah Mommy durjananya itu.
Dengan sangat terpaksa Candra pun mengambil alih baby Yaya dari pangkuan isyrinya. Sedangkan Asisten Tomy langsung buru buru pamit pulang. Ia tidak mau ikut terkena imbasnya. Dan malah nanti dia juga yang disuruh Candra mengganti popok baby Yaya.
"Tuan, sepertinya sudah tidak ada lagi yang mesti kita kerjakan. Kalau begitu saya pamit pulang dulu tuan. Tadi saya sudah ada janji dengan istri saya untuk menemani nya belanja perlengkapan baby boy". Pamit Tomy mempunyai alasan yang tepat.
Belum juga Candra menjawab. Tomy sudah ngibrit dukun. Meninggal kan mension mewah tuan nya. Membuat Candra menatap lemas punggung asisten nya yang semakin menjauh dari pandangan matanya.
"Sayang, kalau mau pup itu jangan saat Mommy sedang makan dong!!. Kan Daddy juga yang harus turun tangan". Lirih Candra yang menatap wajah putrinya membuat sang baby hanya mengerjapkan matanya saja.
Dengan langkah gontainya. Candra pun melangkah kan kakinya menuju ruangan keluarga.. Dimana ia akan mengganti popok baby Yaya. Semua itu Candra lakukan agar ia tidak di katakan semangat bikin nya saja. Giliran disuruh jagain ataupun urusan baby nya tidak mau.
Kata kata Shasa terus saja berada di otak Candra. Meskipun sebetulnya membuat dan mencetaknya jauh lebih enak. Daripada mengurus baby nya. Apalagi saat ia Pup begini. Yang ada Candra rasanya ingin ikutan muntah. Padahal ia adalah seseorang yang sangat kejam dan sadis kalau masalah mutilasi orang. Tapi, disuruh ganti popok Baby Yaya yang sedang pup saja ia malah mual.
TBC
__ADS_1