Posesif Husband

Posesif Husband
Pasangan Absur


__ADS_3

Ketika suasana di rumah kedua orang tuanya sedang mengalami tangis haru. Karena kedatangan Siska. Yang kini hadir kembali dalam kehidupan Anton dan Raka.


Tapi di kediaman Candra saat ini. Shasa terus saja merengek pada suaminya.Membuat Candra tidak bisa fokus pada pekerjaan nya. Yang tadi sempat tertunda di perusahaan.


"Bang... Abaaangg... ".


Abang sayang ajak Shasa jalan-jalan


Shasa udah bosan pegang panci penggorengan


Abang sayang ajak Shasa jalan-jalan


Shasa udah rapih udah cakep udah dandan


Pipi udah di menor-menorin


Alis udah di lempeng-lempengin


Ayo kita ke emol bang


Ke pasar juga Shasa girang


Pipi udah di menor-menorin


Alis udah di lempeng-lempengin


Ayo kita ke emol bang


Ke pasar juga Shasa girang


Abang sayang ajak Shasa jalan-jalan

__ADS_1


Shasa udah bosan pegang panci penggorengan


Abang jalan yuk kemana kek


Ke emol kek jangan uplek bae di rumah


Ya Allah bang kan bete ini kita...


Shasa terus saja berdendang membuat telinga Candra panas. Istrinya itu memang beberapa hari ini sejak pulang dari Ciamis. Belum pergi jalan jalan lagi. Ia pun belum aktif kuliah. Jadi Shasa hanya berkeliling mension.


Candra melirik kearah istrinya yang kini malah berbaring di sofa empuk yang ada di dalam ruangan kerjanya. Bibirnya juga sudah manyun karena tak mendapatkan respon apapun dari dirinya.


Helaan nafas pelan Candra membuat Shasa semakin melirik jengah pada suaminya itu. Ia sudah capek capek merayu. Tapi suami datarnya itu sama sekali tak berekasi apapun.


Namun, tiba tiba Shasa menarik sudut bibirnya. Karena otak gersek nya mulai menemukan ide gilanya. Ia pun bangkit dari tempat nya duduk. Lalu melangkah menghampiri suaminya.


Dengan santainya Shasa malah duduk di pangkuan suaminya. Dengan kedua tangan yang melingkar di leher suaminya.


Senyum jahilnya mulai terbit di bibir tipis nya. Membuat Candra sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan istrinya itu selanjutnya. Dan belum juga selang beberapa detik Candra membatin.


"Mau ngapain??. Hm? ".Tanya Candra lirih. Tapi sebenarnya ia sudah paham sedang menjurus kemana tingkah istrinya saat ini.


" Mau ajak bikin adonan. Mau nolak atau...


"Tentu saja lanjut sayang".Jawab Candra dengan seringai mesumnya.


Dan tanpa menunggu jawaban lagi. Candra pun langsung menyingkap dress istrinya. Hingga paha mulus Shasa kini sudah nampak sempurna.


Candra pun dengan santainya mengangkat tubuh istrinya. Hingga kini ia membalikkan keadaan. Membuat Shasa yang saat ini malah berpindah duduk di kursi kerjanya itu.


Tanpa banyak bicara lagi. Candra pun langsung mulai melucuti kain penghalang istrinya. Tapi tidak membuka dressnya itu.

__ADS_1


Hanya bagian utama saja yang Candra incar. Sambil menyesap dan menikmati manisnya aroma cerry dari bibir tipis istrinya. Tangannya pun sudah aktif kesana kemari.


Candra mulai menelusupkan jarinya memasuki ruang kenikmatan tiada tara itu. Yang selalu bisa memanggil manggil hasratnya. Membuat si empunya mulai melalalang buana.


"Akh.... ".


Suara yang selalu membuat suaminya makin menggebu pun sudah terdengar indah di telinga Candra. Membuat mentimun berurat kencang itu. Sudah mulai ikut berontak minta masuk kedalam sarungnya.


Dengan gerakan cepat Candra sudah menyingkirkan sedikit barang barang di meja kerjanya. Karena ia memindahkan tubuh sang istrinya disana. Dan benar saja sepersekian detik kemudian. Candra mulai mengarahkan mentimun panjang nan keras itu masuk kedalam sarung lembah kenikmatan nya.


Hingga suara ******* tak bisa lagi terelakkan. Bercampur dengan rasa nikmat yang semakin menjalar kemana kemana. Sekujur tubuh yang ikut terbuai nikmat.


Yang tadinya Shasa nanyi dangdut. Sekarang malah meracau nikmat. Dengan lirik yang begitu seksi didengar di telinga suaminya. Apalagi dengan posisi seperti itu. Semakin menambah sensasi luar biasa dan tiada taranya.


Belum puas dengan satu gaya saja. Candra kini sudah membalikkan tubuh sang istri. Yang kini dengan arah belakang.


"Uuhh.... ".


Shasa kembali melenguh saat timun suaminya mulai masuk kembali tapi dengan arah yang berlawanan. Membuatnya sesak dibawah sana. Shasa pun berpegangan dengan ujung meja kerja suaminya.


" Ouhh... Yes sayang... ".


" Goodness baby... ".


Racau Candra sambil terus membenamkan miliknya tanpa jeda. Pacuan tubuhnya malah semakin hebat. Membuat Shasa ikut bergetar nikmat. Keringat yang sudah sejak tadi terus bercucuran. Membasahi ujung pelipis mata keduanya.


Tak membuat mereka selesai begitu saja. Malah sekarang keduanya sudah berpindah ke arah sofa. Dimana Shasa yang kini mulai memimpin permainan gila sore itu.


Candra pun masih sempat memainkan kedua bukit kembar istrinya. Disaat Shasa sibuk memacu gerak panggulnya. Tapi dengan posisi seperti itu. Candra benar benar semakin menggila.


Ia juga sudah tak bisa menahan dirinya lagi. Saat sesuatu dibawah sana mulai ingin menembak. Karena sudah hampir satu jam lamanya. Keduanya menggila. Kini giliran Candra yang memuntahkan racunnya. Karena sang istri juga sudah berkali kali.

__ADS_1


Dan pada akhirnya lenguhan panjang yang keluar dari mulut Candra. Menandakan permainan sengit itu berkahir dengan rasa puas.


TBC


__ADS_2