Posesif Husband

Posesif Husband
Suami Siaga


__ADS_3

Beberapa hari setelah Candra dan Shasa pergi ke Ciamis. Dan saat itu juga Candra mulai mendukung kegiatan sosial istrinya.


Dan kini di tempat yang berbeda juga kebahagiaan Niko serta Icha. Tak kalah serunya dengan kehidupan sang adik bungsunya.


"Sayang, kau sudah bangun? ".Niko menatap wajah istrinya yang kini baru saja mengerjapkan matanya.


Tubuhnya benar benar lelah karena semalaman Icha bergadang. Sebab, Sean selalu rengeng dan sulit untuk tidur. Dilihatnya saat ini Sean tengah tersenyum ikut menatap Mama nya. Bahkan baby Sean saat ini juga sudah nampak segar dalam gendongan Papanya.


"Abang udah mandiin Sean sayang. Kamu boleh lanjutkan tidur lagi kalau masih ngantuk".Niko berucap sambil tersenyum pada istrinya.


" Yaa Ampun bang, kenapa gak bangunin Icha aja???. Abang kan udah capek kerja seharian di kantor. Masa dirumah harus urus Sean juga".Icha merasa sedikit tidak enak hati karena seharusnya ia sebagai istri harus bisa mengurus anaknya dengan baik.


Dan ini malah merepotkan suaminya juga. Tapi Niko sama sekali tidak merasa keberatan untuk ikut mengurus putranya. Niko juga merasa senang bisa ikut andil. Apalagi ia tahu jika istrinya semalaman kurang istirahat. Demi menemani sang putra yang susah tidur.


"Sayang, aku tidak masalah sama sekali. Karena ini juga tugas seorang suami bukan?. Membantu istrinya dirumah mengurus anak serta pekerjaan rumah. Jika sang istri sedang membutuhkan bantuan suami ".


Niko pun nampak tersenyum tanpa beban sedikitpun. Ia benar benar terlihat tulus melakukan semuanya. Icha pun merasakan itu, ia melihat dari tatapan suaminya yang tulus.

__ADS_1


Lagi lagi Icha juga merasa beruntung memiliki suami siaga. Pengertian penuh kasih sayang dan juga sangat peka. Icha juga tidak akan pernah menyesal sama sekali. Memilih Niko menjadi suaminya.


Karena sekarang kebahagiaan Icha semakin lengkap saja. Ketika putranya lahir dan kini menjadi penambah semangat mereka. Senyum putranya adalah obat kala mereka sama sama lelah.


Begitu pun dengan Niko, ia selalu merasa kangen pada putranya. Ketika rasa lelahnya seharian bekerja. Dan Niko pun kini bisa merasakan rindu pada dua orang yang sangat ia sayangi setelah keluarganya. Yaitu Istri dan juga putranya, baby Sean yang semakin hari terlihat menggemaskan saja.


Jika Icha merasa menjadi wanita paling beruntung. Sedangkan Niko pun merasakan dirinya adalah pria paling beruntung juga. Karena diusianya yang masih terbilang muda ini. Ia sudah memiliki seorang putra yang sangat tampan dan istri yang cantik dan sangat penyayang.


🌿🌿🌿🌿🌿


Begitupun juga dengan kehidupan Edo dan Tia. Saat ini Tia yang tengah berbadan dua. Di saat usianya yang sudah tidak muda lagi. Membuat tubuhnya mudah lelah.


Dan Edo pun tak keberatan harus mengurus cafe serta bisnis nya yang baru ia rintis hasil kerjasama nya dengan Perusahaan Bagaskara dan juga Erlangga.


"Mas, Sekarang rumah jadi sedikit sepi ya?. Karena Daren sudah berangkat".


Edo pun mengusap punggung tangan istrinya pelan. Serta mengecupnya berulang kali. " Daren sudah dewasa sayang, biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri!. Mas yakin Daren pasti bisa menjadi pria sejati. Dan menuntut ilmu dengan baik disana".

__ADS_1


Meskipun Edo bukanlah Ayah kandung dari Daren. Tapi Edo sangat menyayangi anak sambungnya itu. Edo bahkan menganggap Daren sudah melebihi putra kandungnya sendiri.


Kasih sayang Edo tak usah diragukan lagi. Begitu pun dengan keluarga besar Edo. Yang sama sama menyayangi Tia dan Daren. Justru malah orang tua kandung Tia. Yang sampai saat ini tidak pernah ingin tahu. Tentang kehidupan putrinya serta cucunya.


Hasutan istri muda papanya Tia pak Tino. Benar benar sangat mempengaruhi sikap Tino yang sekarang. Ia bagaikan orang yang tak pernah memiliki seorang putri sama sekali. Karena Tino sedikitpun tak pernah berniat untuk mengunjungi anak dan cucunya.


Tia dan Edo bukan tidak pernah punya niatan untuk berkunjung ke rumah Tino. Meskipun Tia awalnya enggan untuk kerumah Papanya. Karena Tia tahu mereka semua tidak ada yang menginginkan kehadirannya lagi. Namun karena bujukan suaminya. Yang tidak mau istrinya menjadi anak durhaka. Karena tidak pernah datang menemui Papanya.


Pada akhirnya Tia mau menurut pada sang suami. Tapi sampai disana apa yang dikhawatirkan oleh Tia benar benar terjadi. Jika mereka di anggap ingin meminta bagian harta dari Tino.


Niat yang awalnya baik malah berubah menjadi kebencian. Apalagi saat Edo di rendahkan oleh Papanya sendiri. Membuat Tia semakin naik pitam.


"Aamiin, semoga putra kita bisa jadi anak yang Sholeh dan juga tahu batasannya. Meskipun mereka tinggal di gedung apartemen yang sama. Aku yakin jika Daren bisa menjaga Lulu dengan baik".


Tia begitu yakin karena putranya bukan lah seorang pria brengsek seperti ayah kandungnya. Yang sampai saat ini tidak pernah ia lihat lagi batang hidungnya. Bahkan lari dari tanggung jawabnya.


Edo pun ikut mengaminkan doa istrinya. Apalagi saat ini mereka sedang menunggu kelahiran sang putri. Adik dari Daren meskipun beda Ayah.

__ADS_1


**TBC


KALAU ADA TYPO HARAP MAKLUM GENGS, OTHOR JUGA MANUSIA BIASA 🤪🤪🤪DAN INI NGETIKNYA SAMBIL LIER LIER🤭🤭🤭🙏🙏🙏**


__ADS_2