
Di dalam sebuah kamar mewah. Hotel bintang lima, Yang tadinya terdengar suara kicauan suara Tiara. Mengajukan protes nya karena tidak ingin menginap. Sekarang malah kebalik kannya.Tiara terlihat lebih leluasa untuk mendesah.
Padahal meskipun di rumah mau iya teriak sekencang apapun. Para penghuni rumah tidak akan dengar jika Tomy mengaktifkan mode hening di dalam kamarnya.
Karena baik rumah Candra maupun Tomy. Keduanya sudah mengatur kamar utama nya dengan alat yang cukup canggih. Dan itu sengaja mereka pasang. Untuk keadaan darurat. Seperti sedang menggempur para istrinya dirumah.
Kan tidak lucu kalau sampai semua penghuni rumah. Bisa dengar suara suara sakral para istri mereka. Apalagi Shasa istrinya Candra. Kalau sudah enak bisa lupa segalanya. Bahkan jeritannya lebih parah dari Mommy Cinta.
Namun itulah yang membuat Candra semakin semangat untuk Menggempurnya. Seperti yang saat ini Tomy nikmati. Sama hal nya dengan kegiatan Candra bersama istrinya beberapa waktu yang lalu.
Jika Shasa telah terkapar karena lemas. Habis bertarung sengit dengan suaminya. Berbeda dengan Tiara yang saat ini masih penuh dengan peluh dan keringat. Karena serangan suaminya yang tak berakhlaq itu.
Bisa bisa nya Tomy mengulang nya sampai tiga kali. Membuat Tiara hanya bisa pasrah namun tak rela. Karena jujur tubuhnya sudah sakit semua. Kram disana sinisini, Namun masih sayang untuk berhenti.
Malam ini sepertinya Tomy sengaja menyiksa istrinya dengan penuh kenikmatan. Sampai Tiara sendiri tak berkutik lagi. Tiara hanya bisa mendesah dan melenguh. Sedangkan suaminya masih saja semangat terus memacu tubuhnya.
"Aakhhh... "
Suara Tiara bahkan sudah terdengar serak karena kebanyakan melenguh dan berteriak nikmat. Kalau peluh dan keringatnya jangan ditanya lagi. Bahkan sprei putih itu sudah terlihat basah oleh keringat keduanya.
__ADS_1
Bisa dibayangkan saja. Bagaimana semangat nya sepasang pengantin baru itu saat ini. Ranjang mereka pun sudah sangat berantakan tak serapi tadi lagi.
Hingga akhirnya Tiara bisa bernafas lega ketika erangan panjang Tomy terdengar oleh nya. Yang menandakan suaminya telah selesai menyiksanya dengan rasa nikmat itu.
Deru nafas keduanya masih tersengal sengal. Tiara menatap kearah suaminya. Yang saat ini berbaring disebelahnya. Tiara merasakan ada yang mengalir keluar dari bawah sana. Tapi ia sama sekali tak peduli. Itu pasti sisa sisa lahar panas suaminya saking banyaknya menembak sampai tertumpah tumpah dan tak tertampung lagi di rahim Tiara.
"Mas, lain kali jangan minum obat kuat ya!!! ".Lirih Tiara seolah menuduh suaminya sengaja meminum obat kuat hanya untuk membuatnya lemas.
" Kau pikir aku selemah itu???. Kau harus tahu Honey, aku alami saja kau sudah kelelahan. Apalagi kalau aku beneran meminum obat seperti itu. Mas rasa kau tidak akan bisa bangun selama satu minggu ".Ledek Tomy sambil terkekeh.
Bruggg...
Dengan spontan Tiara mendorong tubuh suaminya hingga jatuh ke lantai.
Beruntung Tomy masih sempat menarik selimut jadi tidak terlalu sakit saat jatuh. Tiara langsung turun dari ranjangnya. Dan berniat membantu suaminya untuk bangun.
Dengan wajah bersalahnya Tiara merutuki kebodohan nya sendiri. Bagaimana bisa ia mendorong begitu kuatnya tubuh suaminya. Sampai sampai badan kekar itu jatuh ke lantai.
"Maaf".Lirih Tiara lagi membuat Tomy ingin sekali tertawa terbahak bahak saaat ini juga.
__ADS_1
Padahal bagi Tomy tidak ada apa apanya ketika jatuh tadi. Selimut tebal itu pun telah menjadi alas sewaktu ia jatuh. Jadi tidak begitu sakit. Tapi istrinya malah nampak sangat merasa bersalah.
" Punggungku sakit sekali. Aww... "Ucap Tomy seakan memang benar adanya. Padahal tak ada yang sakit sedikitpun.
"Mana mas???. Sini biar aku bantu pijit ya".Tawarnya panik.
Dengan konyolnya Tomy menganggukkan kepalanya saja. Dan dibantu Tiara untuk bangun. Pindah ke atas ranjang kembali dengan sangat hati hati.
" Dasar istri Bar bar".Batin Tomy menggeleng kan kepalanya pelan. Sembari menahan senyumnya.
Sedangkan Tiara sudah mulai memijit tangan dan bahu suaminya. Pijitan Tiara membuat Tomy mulai ketagihan. Karena terasa begitu nyaman dan sangat pas.
Cukup lama Tomy menikmati pijitan istrinya. Bahkan saat ini tiara duduk di pinggul suaminya. Sambil memijat bahu suaminya dari arah belakang. Namun, lama kelamaan pijitan Tiara terasa begitu pelan.
Membuat Tomy menolehkan Kepala nya. Untuk melihat apa yang terjadi pada sang istri. Belum juga sempat menoleh. Tubuh Tiara sudah ambruk dibelakang tubuhnya.
"Honey... " Panggil Tomy. Yang berpikiran jika istrinya mendadak pingsan.
Tapi selang beberapa detik. Dengkuran halus mulai terdengar di telinga ToMy. Menandakan jika istrinya sudah tertidur pulas dibelakang tubuhnya.
__ADS_1
Dengan gerakan pelan dan hati hati. Tomy mulai bangun. Dan sambil memegangi tubuh istrinya dengan salah satu tangan kekarnya.
"Semoga akan segera tumbuh baby disini!!! ".Lirih Tomy mengusap pelan perut istrinya. Karena Tiara masih saja polos tak menggunakan apapun saat ini.