Posesif Husband

Posesif Husband
Malang


__ADS_3

Sedangkan di Bandara Abdul Rachman Saleh kota Malang. Kini sebuah jet pribadi telah mendarat. Nampak satu persatu keluarga Niko mulai menuruni pesawat. Bahkan disana juga asisten Lana bersama istrinya juga.


Anton dan Cinta pun masih selalu saja mesra meskipun anak anaknya sudah besar dan dewasa. Membuat Shasa selalu iri melihat kemesraan kedua orang tuanya. Bahkan Shasa selalu saja bercita cita jika kelak ia bisa memiliki suami seperti Daddy nya.


"Wah... Akhirnya kita sampai juga di kota Malang".Seru Shasa sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


" Gak usah norak kali dek!! ".Ledek Nikki sambil mentoyor kening Shasa membuat Shasa mendengus kesal.


Sedangkan Niko hanya menatap sekilas sambil menggeleng kan kepalanya saja melihat kelakuan adik kembarnya itu. Hendra dan juga Yuna juga nampak mengulum senyumnya.


" Daddy, apa kita tidak punya rumah di Malang??? ".Tanya Shasa sambil melangkah cepat mensejajarkan dirinya dengan kedua orang tuanya.


" Apa kamu berniat mencari jodoh orang Malang juga sayang??? ".Cinta malah balik bertanya pada putri bungsunya. Membuat Nikki langsung terkekeh.


" Hahaha... Shasa itu suka nya sama bule Mom. Mana mau dia sama warga lokal".Celetuk Nikki sambil tertawa terbahak bahak.


"Jangan sok tahu deh bang!!! ".Sahut Shasa kesal. Ia " selalu saja dibuat kesal akan tingkah urakan saudara kembarnya itu.


" Really???. Apa itu benar sayang??? ".Tanya Cinta malah terlihat antusias.


" Jodoh gak ada yang tahu Mom. Come on Mom!. Jangan percaya bang Nikki begitu saja!! ".Shasa kembali melangkah mendahului kedua orang tuanya.


" Shasa mau suami seperti Daddy. Dan tampan seperti Bang Niko".Seru Shasa ketika ia sudah berada di depan kedua orang tuanya bahkan Shasa sambil tersenyum menoleh sebentar ke belakang agar bisa melihat seluruh wajah keluarganya.

__ADS_1


"Loe gak mau mengidamkan suami kayak gue Sha??? ".Teriak Nikki kesal karena tidak masuk kategori tipe pria saudara kembarnya.


" Ogah... Yang ada nanti malah makan hati mulu. Karena bang Nikki kan playboy".Jawab Shasa jujur membuat Nikki kesal.


"Makanya bro, jadi pria itu jangan terlalu normal yang over. Susah sendiri loh kalau udah akut".Ledek Niko sambil menepuk bahu adiknya.


Lalu Niko berjalan mendahului Nikki yang kini malah nampak semakin kesal. Belum juga reda kesal oleh ucapan adiknya. Ini malah di tambahi lagi oleh abangnya sendiri.


🌿🌿🌿🌿🌿


" Ayo Shasa sayang, buruan!!!".Teriak Cinta di depan pintu kamar hotel milik putri nya. Karena Suami , anak dan juga kedua orang tuanya sudah menunggu di lantai dasar.


"Iya Mom, wait!!! ".Sahut Shasa yang terlihat buru buru membenarkan penampilan nya.


Cinta pun langsung bergegas pergi meninggalkan kamar putrinya. Setelah ia mengucapkan kata itu. Lalu Cinta langsung menuju lift. Sedangkan Shasa yang baru saja keluar dari kamarnya. Nampak menghela nafasnya kasar saat sadar jika Mommy nya memang benar sudah pergi meninggalkan nya.


Dengan cepat Shasa mengunci pintu kamarnya kembali. Lalu melangkah pergi menuju arah lift.


Ting...


Saat pintu Lift terbuka Shasa langsung segera masuk tanpa membuang waktu lagi. Karena ponselnya terus saja berdering. Dan tertera nama Daddy dan kedua abangnya yang saling bergantian menelpon nya.


"Iya Daddy, ini sudah di dalam lift".Jawab Shasa ketika Daddy nya kembali menelpon.

__ADS_1


Ting...


Setelah beberapa saat berada didalam lift kini Shasa pun sudah sampai di lantai bawah. Benar saja semua keluarganya sudah menunggu nya. Dan sudah nampak begitu rapi. Tinggal hanya menunggu dirinya saja.


"Yang lamaran itu bang Niko dan Mbak Icha. Bukan elo bege".Ledek Nikki saat Shasa sudah menghampiri mereka semua.


" Shasa tahu bang. Resek amat sih".Jawab Shasa sambil memanyunkan bibirnya.


"Habisnya dandan aja lama banget. Kayak dia aja yang mau dilamar".Nikki seolah tak pernah kehabisan kata untuk meledek adiknya itu.


" Sudah.... sudah..., Kenapa jadi berantem sih???. Ayo kita berangkat sekarang, karena jaraknya lumayan jauh loh dari sini!!! ".Ucap Grandma Yuna melerai Nikki dan Shasa.


" Ayo bang!!! ".Seru Cinta melihat kearah Niko yang kini masih menerima telpon. Membuat Niko hanya menganggukkan kepala nya saja.


" Daddy... ".Niko langsung memanggil Daddy nya saat ia selesai menerima telpon yang entah dari siapa.


" Ada apa bang??? ".Tanya Anton yang kini nampak menghentikan langkahnya.


Niko nampak terlibat obrolan serius dengan Daddy nya beberapa menit. Membuat Mommy nya ikut penasaran dengan apa yang putra dan suaminya itu bahas. Bahkan Daddy nya Hendra pun ikut nimbrung juga.


" Mommy, mereka lagi bahas apa ya kira kira??? ".Tanya Cinta pada Yuna.


" Mungkin mas kawin untuk Icha ".Sahut Mommy Yuna menebak.

__ADS_1


TBC


__ADS_2