
Sejak tadi Ayana terus saja menangis. Karena saat ia sedang tidur pulas Alana dengan santainya malah menendang nendang adiknya. Sebab, Cinta belum paham jika Twins di satu kan saat salah satu nya belum tidur. Maka, satu di antara nya akan jahil dengan saudaranya.
" Oh, yaa Ampun. Mommy dan Daddy kalian juga gak tahu waktu. Sudah tahu anak nya masih minum Asi. Malah di tinggal begitu saja". Cinta menepuk jidadnya kesal dan bingung cara menenangkan Ayana.
Yuna yang baru keluar dari kamarnya. Langsung menghampiri anak dan cicitnya itu. " Sini biar Mommy yang tenangin Ayana!! ". Cinta dengan senang hati memberikan cucunya itu pada Mommy Yuna.
Sedangkan kedua babysitter twins memang Cinta izinkan untuk istirahat saja dulu. Karena mereka juga lelah setelah menempuh perjalanan tujuh jam lebih. Hanya Shasa dan Candra yang tak mengenal kata lelah. Wajar saja jodoh orang dua duanya satu frekuensi begitu.
Dan anehnya Ayana langsung diam saat di gendong oleh Eyangnya.Membuat Cinta tak habis pikir dengan para cucunya itu. Eyang Oma Siska juga yang sedang mengajak Alana bermain hanya bisa mengulum senyumnya saja.
Bahkan Siska jadi paham sekarang. Darimana sikap bar bar dan konyolnya Cinta , Shasa dan juga Nikki. Karena setelah hampir satu bulan tinggal di rumah mewah besan nya itu. Siska bisa mengenal karakter Yuna. Sedangkan Hendrawan tak beda jauh dari Niko dan juga Anton.
__ADS_1
Deru mesin mobil membuat Cinta lega. " Akhirnya sepasang suami istri itu pulang juga". Lirih Cinta yang sudah mendaratkan bokongnya di atas sofa empuk yang ada di dalam ruangan keluarga.
" Biarkan saja mereka menikmati kebersamaan nya disini!!. Kamu itu seperti tidak pernah muda saja". Yuna mulai angkat bicara sambil terus menimang nimang Ayana.
" Mommy jangan belain cucu Mommy yang pada gak tahu waktu itu dong Mom. Kesel deh, heran sama semua orang ". Cinta mencebikkkan bibirnya.
" Sekarang aja kamu bisa ngomong gitu. Apa kabar Mommy dan Daddy dulu?. Sifat kamu dan anakmu itu gak beda jauh Oma Cinta ". Yuna menekankan setiap kata katanya.
I bahkan tidak menyangka jika Mommy nya dulu merasakan apa yang ia rasakan saat ini. Wajar saja, jika dulu Yuna sering menyita fasilitas nya. Hanya karena ingin ia menurut dan tidak konyol lagi. Tapi, bagaimana pun cara Yuna untuk menghentikan dirinya. Cinta ya tetap Cinta, Bahkan ia juga nekad keluar jalur hanya untuk mendapatkan seorang Anton Erlangga.
" Lihat tuh jeng menantumu!!!. Aku heran kenapa Anton putramu itu bisa sangat bucin padanya". Ledek Yuna berbicara pada besannya.
__ADS_1
" Mommy...".Cinta memanyunkan bibirnya akan ucapkan Yuna.
" Itulah Cinta jeng. Membutakan segalanya ". Siska juga ikutan meledek menantu dan putranya. Membuat Shasa yang baru masuk dan mendengar Mommy nya sedang di ledek langsung tertawa terbahak bahak.
" Ini lagi, datang datang langsung ngakak kayak mbak kun aja". Cibir Cinta pada putrinya.
" Yehh... Kalau Shasa mbak kun, Mommy apa dong?. Mak kun nya ya? ".
Yuna dan Siska langsung tertawa. Akan ucapan balasan Shasa. Dan hal itu semakin membuat Cinta melotot tajam pada putri bungsu nya itu. Candra sudah was was akan amukan Mommy mertua nya itu. Apalagi istrinya memang tidak ada takut takutnya dengan Cinta.
Bukannya meminta maaf karena pergi terlalu lama. Shasa malah meledek Mommy Cinta juga. Terang saja Mommy Cinta sudah keluar taringnya saat ini. Namun, apalah daya Cinta hanya bisa pasrah. Karena Ia juga takut akan Yuna dan segan akan Mama mertua nya. Belum, lagi Shasa adalah cucu kesayangan Hendrawan. Habislah Cinta jika ia terus mengomel di rumah kedua orang tuanya ini.
__ADS_1