
Saat di kediaman Anton dan Cinta sedang menyambut kedatangan Candra yang akan dijodohkan oleh putri kesayangan mereka. Dan Candra pun senang membuat ulah dengan membuat Shasa selalu basah akan kekonyolan otak mesum nya itu.
Di tempat lain juga saat ini. Tepatnya di kediaman Tia dan Edo. Sejak tadi wanita cantik itu terlihat sedang menahan sesuatu. Bahkan ia juga selalu memuntahkan isi perutnya sejak sarapan tadi pagi. Edo yang melihat sikap istrinya yang nampak berbeda pun menaruh curiga.
"Sayang, kamu kenapa???. Daritadi mas perhatikan kamu seperti kurang enak badan. Wajah kamu juga sedikit pucat. Kita kedokter saja ya!!! ".Edo terlihat sangat panik melihat sang istri.
" Aku baik baik aja mas. Lagian cuma sedikit mual. Sepertinya maag ku kambuh deh".Jawab Tia sambil tersenyum, menolak pelan ajakan suaminya.
"Beneran sayang, gak perlu kedokter?. Tapi wajah kamu pucat begini. Mas tidak mau sampai kamu kenapa kenapa loh".
Edo tetap saja berusaha membujuk istrinya. Karena selama menikah dan hidup bersama dengan Tia. Edo merasakan hal yang berbeda dari pernikahan pertamanya dulu. Dimana Tia sangat memperlakukan nya dengan baik. Membantu menyiapkan semua yang ia butuhkan setiap harinya. Dan juga melayani dengan penuh kesabaran dan penuh kasih sayang yang sangat tulus.
Bahkan Daren putra sambungnya pun lebih terlihat sebagai putranya sendiri. Ia lebih dekat dengan Edo, bahkan masalah apapun ia ceritakan dengan Edo yang kini adalah Daddy nya. Kedua orang tua Edo juga sangat menyayangi Daren, seperti cucunya sendiri. Apalagi dari pernikahan pertamanya dulu Edo belum sempat melihat anaknya tumbuh dewasa. Karena sudah di panggil kembali oleh sang pemilik kehidupan.
Belum lagi sikap mantan istrinya dulu tidak sebaik Tia. Jika dulu mantan istrinya bersikap tidak adil pada keluarga nya. Dan juga tidak bisa menghormati keluarganya terutama kedua orang tua Edo. Karena mungkin keluarga Edo bukanlah orang yang berada. Dibandingkan dengan keluarga mantan istrinya.
__ADS_1
Tapi hal itu sangat berbeda jauh dengan Tia. Sekarang kedua orang tua Edo bisa merasakan punya menantu. Selain cantik, kaya, mandiri Tia juga sangat menghormati kedua orang tuanya. Tia memperlakukan mereka dengan sangat baik.
Jadi hal itu juga membuat Edo sadar. Jika yang terbaik itu memang kadang datangnya terlambat. Dan ia pun tidak akan pernah menyia nyiakan wanita sebaik Tia. Edo sangat mencintai wanita itu meskipun Tia tidak memiliki apapun .
"Mas, aku baik baik saja.Jangan terlalu khawatir begitu!! ".Tia nampak tersenyum manis pada suaminya. Ia juga mengusap punggung tangan Edo pelan.
Tia juga sebenarnya memikirkan sesuatu. Tapi ia tidak mau berasumsi terlebih dahulu. Sebab, di usianya yang sudah tidak muda lagi ini. Tia tidak mau banyak berharap. Karena baginya itu semua adalah rezeki dari Allah. Jadi, Tia hanya akan menjalani apa yang sudah menjadi takaran rezekinya. Lagian suaminya juga tidak menuntut banyak hal darinya.
"Ehem... ehem".Daren yang baru nenuruni anak tangga langsung berdehem saat melihat Daddy dan Mommy nya saling tatap penuh cinta.
"Putra Daddy mau kemana???. Udah rapi aja".Tanya Edo sambil tersenyum menggoda Daren.
" Biasa Dad, mau ngapelin calon mantu Daddy ".Jawab Daren dengan santainy.
" Daren... Sekolah dulu yang bener!. Baru berpikir masalah hubungan dengan seorang gadis!. Itu pun jika kamu udah kuliah dan sukses dalam karir, baru boleh berkomitmen! ".Jawab Tia mulai menasehati putranya.
__ADS_1
" Siap Mommy. Tapi kalau dekat dulu boleh kan?. Hitung hitung buat pendekatan saja, untuk melancarkan jalan pernikahan nantinya".Seru Daren sambil tersenyum.
"Mas, Tuh nasehatin putra kesayangan mu!. Biar nggak keblinger".Jawab Tia menatap suaminya.
Edo pun langsung terkekeh. Lalu ia menatap putranya yang kini melangkah mendekati mereka berdua.
" Inget pesan Mommy boy!!. Jangan berani berkomitmen jika kau...
"Belum bisa menafkahi anak gadis orang. Dan belum bisa bertanggungjawab untuk membahagiakan nya".Potong Daren yang selalu ingat apa yang Mommy nya selalu katakan padanya.
"Good Boy".Ucap Edo bangga. Sedangkan Tia hanya tersenyum senang karena putranya selalu mengingat apapun nasehat yang ia katakan. Dan Daren pun selalu menjadi putra yang penurut serta tidak pernah membuat masalah.
Tia sangat beruntung di usianya yang sudah tidak muda lagi ini. Ia akhirnya bisa memiliki keluarga yang bahagia. Punya putra yang tampan, cerdas dan juga tidak berulah. Serta sekarang di tambah lagi dengan seorang suami yang sangat mencintainya dan juga mencintai putranya. Pria yang bisa menjadikan dirinya ratu dan pria yang juga sangat bertanggung jawab. Tidak seperti ayahnya Daren.
Jika mengingat hal itu Tia merasa ia adalah wanita paling bodoh di dunia ini. Bagaimana bisa ia masuk kedalam perangkap pria bejat seperti itu. Ia bahkan rela meninggal kan bongkahan emas murni hanya demi sampah masyarakat seperti itu.
__ADS_1