
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Bahkan Luna dan Lulu pun sempat tertidur ketika dalam perjalanan tadi. Berbeda dengan Shasa yang sangat menikmati suasana indahnya perjalanan. Menuju di sebuah villa milik keluarga nya. Di kawasan puncak bogor. Dan juga tidak jauh dari perkebunan teh.
Menciptakan nuansa alam yang terasa begitu sejuk. Dengan keasrian nya. Bahkan tidak dapat mereka temui lagi di kota Jakarta. Saat melihat pohon vinus yang ada di belakang villa. Mengingatkan Shasa pada mension mewah Candra. Dimana saat itulah ia mulai bersikap bodoh didepan pria mesum itu.
Shasa tersenyum sendiri mengingat kekonyolan nya . Sampai sampai ia menjadi pusat perhatian kembali empat manusia yang tadi pergi bersamanya.
"Aku yang sedang jatuh Cinta. ..
Perasaan yang berbunga bunga...,
Betapa senang rasa hatiku...
Saat pengalaman cinta pertama... ".
Lulu sengaja bernyanyi dengan lantang agar Shasa bisa mendengar nya. Tentu saja Shasa mendengar dengan jelas nyanyian yang di sengaja di suguhkan untuk menyindir dirinya. Tapi Shasa tak memperdulikan nya. Ia malah langsung masuk begitu saja ke dalam villa.
Membuat Nikki yang memang peka. Menurunkan tas ransel milik adiknya yang sangat manja itu. Dengan dibantu oleh Luna. Sedangkan Daren jelas membawakan barang barang Lulu. Yang paling banyak dari yang lainnya. Lulu seolah ingin pindah saja.
__ADS_1
Bahkan ia sendiri yang membawa koper. Sedangkan yang lainnya hanya tas ransel dan beberapa barang favorit mereka saja. Seperti kamera dan juga hal yang bisa bermanfaat untuk liburan mereka kali ini.
"Nona Tuan muda udah nyampe bah".Teriak seorang wanita paruh baya yang kini berjalan menghampiri Shasa.
" Assalamu'alaikum, nyai ".Sapa Shasa sambil tersenyum ramah. Bahkan Shasa pun langsung meraih tangan wanita yang kini mungkin sudah berusia setengah abad itu. Shasa mencium punggung tangan nya dengan takzim.
" Nona muda gelies pisan atuh".Puji wanita lanjut usia itu sambil mengusap kepala Shasa pelan.
Shasa pun hanya tersenyum manis saat dipuji. Karena ia sangat sering menerima pujian yang sama oleh setiap orang yang ia temui. Hanya satu orang asing saja yang sampai sekarang tidak pernah memuji dirinya yang nyaris sempurna itu.
Siapa lagi kalau bukan Candra. Pria itu tak hanya kurangajar dalam tindakan. Ia juga telah membuat Shasa selalu saja penasaran akan sikap pria dewasa satu itu.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Malam harinya kelima remaja itu pun mengadakan acara barbeque an di taman belakang Villa. Mereka juga sudah menegakkan tenda sebagai pemanisnya. Disaat yang lainnya sangat bersemangat dan nampak bahagia. Shasa malah terus memanyunkan bibirnya. Sambil terus menatap ponselnya.
Shasa juga memilih untuk menyendiri , duduk di kursi yang ada di samping kolam renang. Sedangkan yang lainnya asyik bersenda gurau sambil membakar sosis dan juga jagung .
__ADS_1
"Lihatlah!. Dasar pria datar. Seharusnya dia menelpon ku kembali, Tapi, apa sekarang?. Dia malah kembali diam dan tidak menghubungi ku lagi. Setidaknya kirim pesan kek".Gerutu Shasa sendiri.
" Awas saja nanti, aku akan memberinya pelajaran ".Sambung Shasa lagi sambil terus menatap ponselnya.
" Siapa yang akan kamu beri pelajaran??? ".Bariton suara yang sangat Shasa kenal. Siapa pemilik suara tegas tersebut.
" Tidak... Tidak mungkin. Ini pasti gue lagi halu. Mana mungkin Mickey Mouse bisa datang kesini?. Lagian dia juga tidak tahu kalau gue disini".Guman Shasa sambil terus menggeleng kan kepalanya.
"Shasa came on!!!. Sadar sha sadar!!!. Berhenti memikirkan pria cabul itu!!. " Sambung Shasa kembali seraya menggeleng kan kepalanya.
"Berani kau mengatakan kua pria cabul??? ".
" Hais... Berhenti mengganggu ku!. Kenapa sih sulit sekali melupakan kamu?. Bahkan dalam bayangan saja kau masih bisa menyebalkan begini ".Sahut Shasa yang masih berpikir jika ia sedang halusinasi.
" Kau sedang tidak bermimpi sayang".Bisik Candra dengan suara pelan nya, tepat di telinga Shasa.
Deg...
__ADS_1
TBC
AYO VOTE NYA MANA NIH????. OTHOR KAN UDAH CRAZY UP KHUSUS HARI INI BUAT KALIAN SEMUA GENGSππππ€π€π€