
Ketika Shasa sedang menikmati moment mualnya karena bawaan baby. Di tempat yang berbeda juga saat ini. Tiara dan Tomy baru saja tiba di rumah mewah milik sang asisten Candra. Rumah yang ia bangun dengan hasil jerih payahya selama ini. Dengan mengabdikan dirinya pada sang bos.
Memang rumah Tomy tak sebesar dan seluas milik Candra. Namun,masih cukup terbilang mewah. Apalagi untuk Tiara. Ia yang biasa tinggal dirumah sederhana. Kini malah harus menyesuaikan dirinya untuk menjadi Nyonya. Terbiasa juga melakukan aktivitas sendiri. Kini ia juga harus terbiasa di layani oleh pelayan.
Kedatangan Tomy bersama Tiara kembali. Membuat para pelayan sedikit bingung. Karena baru tadi pagi Tiara pamit pulang bersama majikannya. Tapi sekarang mereka sudah kembali lagi. Dan membawa koper lagi.
Bik tuti dan pelayan yang lain langsung menghampiri tuan nya. Ketika Tomy memberi kode pada bik Tuti. Pelayan senior dirumah itu. Sedangkan Sri nampak begitu kesal, sejak melihat Tiara ikut turun dari mobil majikannya. Sri sudah memasang wajah ketidaksukaan nya.
"Mulai hari ini Tiara akan terus tinggal dirumah ini. Dan dia juga yang akan mengatur semua kegiatan dirumah. Jadi, saya harap kalian mesti menghormati nya sama seperti kalian menghormati saya!!! ".
" Maaf tuan apa kata orang orang nanti jika nona Tiara terus menumpang dirumah ini???. Sedangkan tuan adalah orang terpandang dan selalu di disegani. Saya takut citra diri anda akan luntur di mata semua orang terutama mitra bisnis tuan dan tuan Candra".Sri mulai mengajukan protesnya dengan seolah olah nampak peduli pada majikan nya.
Membuat para pelayan yang lain hanya bisa menatap tak percaya akan ucapan Sri barusan. Terutama bik Tuti yang nampak menatap Sri dengan tajam. Karena telah berani memberikan protesnya.
Sedangkan Tiara hanya diam dengan ekspresi wajah penuh curiga pada pelayan satu itu. Dan sekarang Tiara paham kenapa Shasa begitu membenci Sri. Ia juga dapat mencium gelagat mencurigakan dari pelayan itu.
Tomy hanya menarik sudut bibirnya sekilas , lalu dengan santainya malah menarik tangan Tiara.Kemudian dengan senyum di bibir nya. Tomy menunjukkan jari manis Tiara pada semua orang di rumah itu.
__ADS_1
"Tidak akan ada yang berani protes. Karena saya sudah sah menikahi Tiara tadi siang.Itu artinya Tiara adalah istri sah saya, oleh sebab itu kalian harus menghormati dia sebagai Nyonya dirumah ini!!! ".
Deg...
Sri sedikit limbung mendengar semua pengakuan Tomy. Hal itu membuat Tiara menarik sudut bibirnya. Melihat Sri yang langsung bungkam di tempat. Dengan tatapan tak percaya nya.
Sedangkan para pelayan yang lain nya tersenyum senang. Karena akhirnya tuan nya bisa menikahi wanita yang tepat. Dimana mereka bisa melihat bagaimana ramah dan humble nya seorang Tiara.
Sejak pertama melihat Tiara, pelayan disana sudah bisa menebak jika Tiara adalah gadis yang baik. Apalagi dia adalah sahabat dari istri Tuan Candra. Yang tak kalah ramah dan sopan nya. Serta tidak pernah membeda bedakan dan merendahkan derajat seseorang. Hanya Sri yang merasa terpukul disini.
"Kalian paham??? ".Seru Tomy
"Bagaimana denganmu Sri??? ".Tanya Tomy yang kini menatap kearah Sri.
" Sa... ya...
"Kalau kau tidak suka ataupun senang aku menikah dengan majikanmu. Kau bisa angkat kaki dari rumah ini sekarang juga Sri!!! ".Potong Tiara ketus. Membuat para pelayan langsung mengulum senyumnya.
__ADS_1
" Honey...
"Ah, sudahlah aku lelah bang. Aku naik duluan. Tolong urus pelayan tidak tahu diri itu!!!. Jangan sampai dia membuat masalah nantinya".Potong Tiara yang masih saja ketus.
Tiara bahkan lewat di hadapan Sri sambil sedikit menyenggol bahu Sri kasar. Membuat Tomy hanya bisa mengehela nafas nya kasar.
" Ternyata dia lebih galak dari Nyonya Shasa". Batin Tomy menggeleng kan kepalanya.
Para pelayan pun masih saja menahan tawanya. Ketika Nyonya nya bersikap ketus pada Sri yang memang tidak tahu diri itu. Sudah mending ia tidak langsung di usir oleh Tiara. Karena mereka yakin tuan nya tidak akan bisa berkutik jika Tiara yang memintanya untuk memecat Sri.
Tapi Sri masih saja tetap berakting. Dengan memasang wajah sendunya. Ia pikir Tomy akan iba padanya. Tapi, Tomy malah lewat begitu saja di depannya. Pria tampan itu menyusul langkah istrinya menuju kamar atas.
"Sudah Sri!!. Sadar diri saja siapa kita siapa tuan. Daripada kamu di suruh pulang kampung beneran nanti ".Ucap Bik Tuti mengingat kan.
" Baru di Nikahi tadi siang aja belagu. Dimana mana malah cantikan saya dibanding dia".Gerutu Sri mencelos.
Membuat para pelayan ingin sekali mau muntah mendengar nya. Tapi dari lantai atas. Tiara langsung menyembulkan kepalanya melihat kearah bawah.
__ADS_1
"Sri kalau ingin mengupat bicaranya pelan pelan saja!!!. Aku masih bisa mendengar nya dengan jelas nih".Seru Tiara dengan senyum meledeknya.
Sri jadi gugup sendiri. Karena ketahuan mengupat istri majikan nya. " Rasakno Sri, makanya punya mulut mbok ya di jaga bener bener biar gak lemes!! ".Ucap Bik Tuti yang langsung beranjak pergi dari sana. Di ikuti oleh pelayan yang lainnya.