
Niko sangat terbantu sekali dengan adanya Miki sebagai asisten barunya. Dengan begitu Niko bisa menghandke semua pekerjaannya dengan jadwal yang lebih baik lagi. Bahkan hari ini sekretaris Niko pun nampak menghela nafasnya lega. Sebab, ia tidak harus bertemu setiap waktu dengan Niko yang sangat kaku dan mampu membunuh nyali seseorang itu hanya dengan aura nya saja.
Niko baru saja mendaratkan bokongnya pada kursi kebesaran nya. Dan membuka kancing lengan kemeja serta melonggarkan sedikit dasinya. Sedangkan jas nya sudah ia letakkan pada sandaran kursinya sejak ia masuk ruangan tadi.
"Tuan muda, apa anda ingin langsung makan siang sekarang??? ".Miki masih saja memanggilnya dengan embel embel tuan muda. Karena Miki merasa jika tidak sopan rasanya jika hanya memanggil nama Niko saat di perusahaan begini. Meskipun ia sudah sangat lama mengenal Niko dan juga kedua orang tua Niko. Bahkan hubungan mereka sudah seperti keluarga sendiri sejak dulu.
Sebelum Niko menjawab dering ponselnya membuat Niko langsung menatap benda pipih yang tadi ia letakkan di atas meja kerjanya. Dan senyum Niko langsung terbit kala melihat nama wife memenuhi layar ponselnya itu.
"Hm, kenapa sayang??? ".Sapa Niko tanpa basa basi lagi membuat Miki hanya bisa mengulum senyum gelinya. Ia nampak berpikir jika seorang sedingin Niko bisa bersikap hangat sepet itu pada seorang wanita yang merupakan istrinya sendiri.
" Apa abang sudah makan siang??? ".Icha langsung bertanya pada suaminya.
" Hm...
__ADS_1
".Pasti belum kan??? ".Potong Icha membuat Niko hanya terdiam karena tebakan istrinya benar adanya. " Tidak usah pesan makanan dari luar bang!. Tadi aku sudah kirim bekal makan siang untuk abang, apa belum sampai juga??? ".Tanya Icha lagi.
" Belum sayang, kenapa kau tidak menelpon sebelum mengirim bekal makan siang untukku?. Hm? ".Niko bertanya sambil menarik sudut bibirnya. Karena baru hari ini Icha memberikan bekal makan siang untuknya.
Tapi di saat Niko sedang ber telponan dengan istrinya. Tiba tiba pintu ruangan Niko di ketuk dari luar. Membuat Miki pun langsung melangkah kearah pintu.
" Maaf tuan Miki, ini ada kiriman bekal makan siang untuk tuan muda".Ucap sekretaris Niko sambil membungkuk hormat pada Miki. Karena sejak tadi pagi ketika mereka tahu jika pria yang datang sebagai tamu ceo nya. Dia adalah asisten pribadi atasan mereka mulai hari ini.
Tentu saja itu membuat para karyawan wanita yang masih gadis dan single bersorak riang. Meskipun meraka tahu untuk menggapainya tidak akan mudah. Sebab, dari yang mereka lihat sendiri jika sifat dan tampang asisten dengan atasan sama sama datarnya.
" Baik tuan muda".Miki pun langsung menerima kotak bekal dari tangan sekretaris itu. Lalu menutup pintu ruangan kembali setelah menyuruh sangat sekretaris itu kembali ke ruangan kerjanya.
Niko pun langsung berjalan kearah sofa di ikuti oleh Miki. Lalu Miki pun meletakkan kotak bekal yang tadi ia ambil dari sekretaris Niko. Dan mulai membantu Niko untuk membukanya.
__ADS_1
"Wah, dia memang istri yang sangat pengertian".Guman Niko dengan seulas senyum di bibirnya.
" Bang Miki, ayo kita makan bersama saja!!. Abang juga harus makan siang! ".Ajak Niko sambil menepuk sisi sofa di samping dia duduk.
" Tapi tuan muda...
"Bang... Kita sudah lama tidak bertemu seperti ini?. Bukan?".Niko menatap wajah Miki dengan tatapan hangatnya, ia memang selalu memperlakukan Miki layaknya seorang abang sendiri. Meskipun Miki adalah anak dari art di aspol dulu. Tapi Niko tidak pernah memandang rendah pada Miki.
Akhirnya Miki pun menurut dengan sedikit ragu ia ikut duduk tepat di samping Niko. Membuat Niko pun sedikit menarik sudut bibirnya. Dan siang ini pun Niko dan Miki mulai menyantap makan siangnya dengan bersama sama.
Menu makan siang yang dibuat khusus oleh istrinya Niko. Beruntung juga Icha memang sangat pandai memasak. Jadi, apapun yang dibuat oleh Icha maka Niko pasti tidak akan menolak nya.
Masakan Icha selalu membuat Niko ketagihan. Dan ingin nambah nambah dan nambah lagi. Tak heran jika dirumah Niko yang dulu jarang makan nasi kini mulai terbiasa. Bahkan masakan Mommy nya saja kalah oleh masakan Icha.
__ADS_1
Hari ini juga Niko sangat merasa bahagia. Karena istrinya mulai menunjukkan kepedulian nya. Mungkin karena semalam mereka sudah melebur menjadi satu. Dan Icha sudah benar benar menyerahkan hatinya untuk suaminya itu. Bagaimana tidak, siapa juga yang tidak meleleh jika memiliki suami siaga, tampan, tajir dan paket komplit seperti Niko.
Dan juga keluarga mertua yang sangat menyayangi kita sebagai menantunya. Tidak membeda bedakan anak dan menantu. Serta menganggap kita sebagai anak kandung nya sendiri. Semua orang juga bakalan betah dan juga bahagia di keliling oleh orang orang baik seperti kekuarga Niko.