
Di tempat yang berbeda juga saat ini Raya dan Lana sedang berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit. Karena mereka sudah punya jadwal dengan dokter lucky. Untuk memeriksakan kandungan Raya siang ini.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan sama sekali. Sampai mereka sampai dirumah sakit pun hanya diam. Tapi Lana dengan sigap membantu membukakan pintu mobil untuk Raya.
Raya dengan langkah pelan mengikuti langkah lebar Lana. Yang langsung masuk kedalam rumah sakit. Mereka berdua langsung mengarah pada ruangan dokter obgin.
Seorang suster pun membantu membukakan pintu ruangan dokter. Saat melihat kedatangan Anton dan Raya. Suster itupun menyambut kedatangan mereka berdua dengan sopan dan ramah.
"Selamat siang Pak Lana dan bu Raya".Sapa dokter lucky sedikit mengejek Lana. Karena Lana adalah sahabat nya sejak duduk di bangku SMP. Sayangnya dokter lucky sudah menikah dan sudah memiliki satu orang anak laki laki. Karena Dokter Lucky sudah menikah jauh sebelum Lana kenal Tia.
" Tidak usah banyak basa basi lagi. Segera periksa istri gue!!!! ".Ucap Lana tegas. Membuat Dokter lucky mengulum senyumnya. Saat Lana tanpa sadar menyebut dan mengakui Raya sebagai istrinya di depan umum.
Raya juga nampak terkejut. Bahkan hatinya tiba tiba menghangat mendengar pengakuan Lana barusan itu. Tapi Raya sebisa mungkin bersikap santai dan biasa saja. Agar ia bisa menutupi rasa gugupnya.
Tak ingin membuat Lana sahabat nya semakin datar dan Arogant. Dokter lucky pun langsung menyuruh suster untuk membawa Raya di brankar pasien. Raya disuruh berbaring disana, Suster pun mulai menyingkap kemeja yang dipakai oleh Raya dan mulai memoleskan gel di perut Raya.
Lana yang tadi hanya berdiri di depan meja dokter lucky. Kini malah ia langsung mangkah mendekati Brankar Raya. Dan langsung menutupi bagian bawah Raya. Karena Raya tadi memakai celana kulot dan baju kemeja yang longgar. Aksi Lana membuat Raya dan Dokter lucky mengulum senyum nya.
__ADS_1
"Suami anda sepertinya mulai posesif bu Raya".Ledek Dokter lucky yang tidak bisa menahan tawanya lagi. Hal itu justru membuat dokter lucky langsung mendapatkan tatapan tajam dari Lana.
Dokter Lucky langsung menghentikan tawanya yang pecah Sedangkan Raya pura pura tidak paham. Ia hanya menatap ke arah layar monitor yang mulai di hidupkan oleh dokter lucky.
Dokter lucky nampak sedikit terkejut saat melihat layar monitor karena bulan kemarin Lana pun sudah membawa Raya untuk periksa kandungan sebelum mereka menikah. Dan membawa Raya padanya, tapi dia hanya melihat ada satu benih saja tapi hari ini dokter Lucky malah dikejutkan oleh kenyataan yang berbeda.
"Ada apa??? ".Tanya Lana mulai khawatir saat melihat perubahan wajah dokter lucky yang nampak terkejut saat menatap layar monitor itu.
" Loe bisa lihat kan bro layar apa yang ada di layar monitor itu??? ".Tanya Dokter lucky pada Lana.
" Daritadi gue udah lihat Ky".Jawab Lana datar dan ketus.
Lana langsung terkejut begitu pun dengan Raya. " Apa kembar??? ".Ulang Lana masih setengah tak percaya. " Itu artinya ada dua bayi di dalam perut istri gue gitu??? ".Tanya Lana antusias.
" Iya, selamat ya bro. Selamat Raya".Ucap Dokter lucky sambil tersenyum ramah pada Raya. Raya hanya mengangguk kan kepalanya saja.
"Terus apa jenis kelamin nya??? ".Tanya Lana terlihat bahagia dan sangat berbinar. Saat mengetahui ternyata anaknya twins. Sama seperti Cinta.
__ADS_1
" Dua duanya cewek bro. Alias bidadari ".Jawab Dokter lucky mengatakan nya yang sebenarnya. Lana semakin bahagia. Dan saking senangnya Lana malah langsung mengecup kening dan bibir Raya secara bergantian di depan dokter lucky dan suster itu.
Wajah Raya sudah bersemu merah saking malunya. Bahkan ia tak menyangka reaksi Lana akan seperti itu saat ia mengetahui langsung jenis kelamin dari baby twins nya ini.
Membuat Dokter lucky semakin tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya saja. Akan sikap sahabat nya yang dingin dan kaku itu.
Selesai USG dan menjalani pemeriksaan. Serta Dokter lucky pun sudah memberikan vitamin khusus untuk bumil. Kini Lana dan Raya pun sudah keluar dari ruangan dokter lucky.
Sejak tadi Lana selalu saja menggandeng tangan Raya. Bahkan sampai mereka naik ke mobil pun. Lana tidak melepaskannya begitu saja.
Sikap lana itu membuat Raya bingung. Karena tiba tiba saja sikapnya berubah 180 derejat.
"Kita makan di luar saja ya!!! ".Ucap Lana sebelum ia menghidupkan mesin mobilnya. Bahkan saat ini suara Lana terdengar pelan dan lembut. Tidak seperti biasanya yang selalu ketus. Raya hanya mengangguk kan kepalanya saja setuju untuk makan diluar bersama suaminya itu.
" Kamu mau makan dimana ???. Sebutkan saja!!!. Mungkin twins menginginkan nya!!! ".Sambung Lana lagi bertanya pada istrinya.
" Mau makan seafood boleh mas??? ".Jawab Raya sedikit ragu sambil meminta persetujuan Lana.
__ADS_1
Lana langsung menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan. Sikap Lana membuat Raya langsung bungkam dan tidak berani untuk membuka suara kembali. Lana juga langsung mencap gas nya untuk pergi meninggalkan rumah sakit.
TBC