
Setelah makan malam si kembar langsung masuk kedalam kamarnya masing masing. Sedangkan Niko kembali ke ruang kerjanya. Memeriksa email yang baru dikirimkan oleh Daddy nya beberapa menit yang lalu. Hanya Icha yang masih berada di ruang keluarga ditemani oleh art ny menonton televisi.
"Bik, gimana keadaan anak bibik di kampung?. Udah sehat??? ".Icha bertanya pada art yang baru saja cuti untuk pulang kampung beberapa minggu yang lalu. Dan baru hari ini ia pulang lagi ke Jakarta untuk bekerja lagi di rumah mertuanya.
" Alhamdulillah nona muda. Sudah bisa beraktivitas kembali sekarang. Malah makan nya udah normal juga".Jawab art itu sambil tersenyum.
"Alhamdulillah,Ikut seneng bik dengernya. Jadi bibik kan bisa tenang kerjanya".Icha pun ikut tersenyum lega mendengar anak dari art dirumah mertunya sudah sehat dan pulih kembali.
" Iya nona muda, semua ini juga berkat bantuan dari tuan dan nyonya besar. Jika bukan karena mereka mungkin anak saya belum bisa di bawa kerumah sakit. Karena bibi tidak punya uang sebanyak itu untuk biaya operasi nya non".
Art itu pun nampak sangat tulus untuk berterima kasih dengan Anton dan Cinta. Mereka sangat dermawan sekali. Dan memberikan bantuan cuma cuma untuk biaya berobat anak dari art nya. Padahal art itu belum cukup lama berkerja dengan mereka. Tapi kebaikan Anton dan Cinta memang tidak pandang bulu.
__ADS_1
Sepasang suami istri itu memang selalu rendah hati, dan tanpa pamrih sedikit pun. Mereka berdua memang sangat pantas menjadi panutan. Bahkan Anton dan Cinta sosok orang tua yang berhasil mendidik para anak anaknya menjadi orang yang baik.
Meskipun Cinta adalah termasuk emak emak yang bar bar tapi ia bisa bersikap tegas dan juga garang pada anak anaknya. Jika mereka melakukan kesalahan.
"Tuan dan Nyonya besar memang orang baik ya Non. Jarang sekali ada majikan sebaik mereka itu. Bibi aja beruntung banget bisa bekerja di rumah ini. Apalagi Nona muda ya yang udah jadi menantunya".Art itu terus saja memuji Anton dan Cinta. Membuat Icha hanya bisa tersenyum. Ia juga ikut bangga memiliki mertua yang sangat baik. Dan selalu rendah hati itu.
Bahkan adik adik iparnya juga bisa dikatakan sangat nurut dan juga menganggap nya seperti kakanya sendiri. Padahal Icha sadar jika dirinya hanya anak mantu dirumah ini.
Senyum Niko mengembang kala ia langsung melangkah ke ruang keluarga. Dan melihat istrinya yang sedang tertawa bersama art yang tadi menemaninya. Entah apa yang mereka bicarakan sampai sampai Icha bisa terbahak bahak seperti itu.
"Ehem... ".Suara deheman Niko membuat Icha langsung menoleh kearah pintu. Dan art itu pun langsung berhenti tertawa. Karena tak ada yang berani menatap mata indah wajah es Niko dirumah ini kecuali orang tua dan juga adik kembarnya itu.
__ADS_1
" Sudah malam, kenapa belum tidur?. Bukankah besok ada kelas pagi, Hm? ".Niko bertanya sambil menghampiri istrinya yang kini masih duduk di sofa empuk itu.
" Bang, ini masih jam... "Icha menggantung kata katanya saat ia baru melihat jam yang menempel di dinding yang sudah menunjukkan pukul 22.20 wib. Yang artinya hampir menuju ke pukul setengah sebelah malam.
" Bibik boleh istirahat dan kembali ke kamar bibi!!!".Perintah Niko yang langsung dijawab anggukan kepala oleh art itu.
"Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu. Tuan , nona muda".Art itu membungkuk sopan lalu langsung pamit undur diri. Meninggal kan Niko dan juga Icha.
Niko langsung kembali menatap istrinya saat art itu sudah hilang dibalik tembok. " Ayo kekamar!!. Besok kamu harus bangun pagi ".Ajaknya lembut sambil mengulurkan tangannya pada istrinya.
Icha pun tak mau banyak protes. Ia langsung menyambut uluran tangan suaminya.Dan tak lupa senyuman nya terpancar dari wajah ayunya.
__ADS_1
" Janji kan langsung istirahat ".Tanya Icha tiba tiba.