Posesif Husband

Posesif Husband
Lana Lagi


__ADS_3

Di tempat yang berbeda juga saat ini Lana masih berada di Apartemen nya. Ia sebenarnya masih mendapatkan libur dari Anton. Tapi Lana memilih tetap bekerja, Namun ia membawa pekerjaannya di Apartemen nya saja.Mengecek email yang dikirimkan oleh sekretaris nya tadi pagi.


Sedangkan Raya ia memilih untuk memasak saja. Daripada tidak punya pekerjaan apapun. Sedangkan Suamianya sejak masuk kedalam ruang kerjanya sampai sekarang pun belum keluar keluar lagi.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 wib siang, Dimana sebentar lagi waktunya makan siang. Raya juga sudah memasak beberapa menu. Terbiasa hidup sendiri dan mandiri, membuat Raya menjadi pribadi yang lebih kuat, dan sering melakukan pekerjaan nya sendiri. Kalau hanya urusan masak saja bagi Raya itu hal yang mudah. Karena itu adalah pekerjaan nya setiap hari.


Wangi masakan yang dibuat oleh Raya, membuat Lana merasa lapar . Ia pun beranjak dari kursi kerjanya. Dan langsung keluar, kakinya melangkah menuju dapur. Ia dapat melihat dengan jelas Raya dari arah belakang.


Gadis itu menggulung rambutnya asal. Dan ia pun nampak cekatan memasukkan hasil masakan ke wadah. Agar ia bisa langsung menatanya di atas meja makan.


"Apa yang sedang kau lakukan??? ".Pernyataan Lana membuat gadis cantik itu langsung menoleh dan menampilkan senyum manisnya.


" Aku hanya memasak makan siang kita mas. Tadi aku menemukan banyak bahan makanan didalam kulkas jadi aku masak saja. ".Jawab Raya


" Hem... "Lana hanya berdehem ria. Lalu ia membalikkan tubuhnya untuk keluar dari dapur.

__ADS_1


" Mas, tunggu saja di meja makan!!!. Agar kita bisa makan siang bersama!!! ".Seru Raya sedikit ragu untuk mengajar Suaminya itu makan siang bersama. Karena jujur ini juga hal pertama kalinya bagi Raya makan satu meja dengan seorang pria.


" Hem".Deheman Lana membuat Raya mengulum senyummya senang. Raya berpikir walaupun suamiya itu dingin dan Kaku tapi setidaknya hari ini ia tidak menolak untuk makan satu meja dengan dirinya yang notabene nya adalah istri yang tak diharapkan olehnya.


Raya bergegas kembali memasukkan masakan terkahir nya kedalam mangkuk. Lalu ia pun melepaskan celemek nya. Kemudian ia menyusul Lana ke meja makan.


Raya juga melayani suaminya dengan cekatan dan telaten. Dari mengambil kan nasi, lauk nya dan menyodorkan nya pada Lana setelah di rasa cukup.


Lana pun menerimanya dengan masih setia dengan wajah datarnya itu. Tapi tak membuat Raya menyerah. Karena ia sudah benar benar membulatkan tekadnya. Saat ini hanya Lana tempatnya berlindung. Meskipun Raya tidak tahu apakah nantinya Lana bakal mencintainya ataupun tidak. Setidaknya ia sudah berusaha, dan mencobanya agar tidak timbul penyesalan nantinya.


Melihat Lana memakan masakannya dengan lahab saja sudah sangat membuat Raya bahagia. Walaupun ekspresi wajah Lana tak sebanding dengan cara ia menikmati makanan nya siang ini. Itu sudah cukup bagi Raya. Setidaknya lidah Lana mau menerima hasil masakannya.


"Minggu depan kau sudah bisa mulai mengikuti ujian nasional, Agar kau juga bisa menyelesaikan sekolahmu!!! ".Seru Lana setelah ia sudah menghabiskan isi piringnya dengan hanya hitungan menit saja.


" Apa ibu hamil seperti ku masih bisa meneruskan sekolah??? ".Tanya Raya belum yakin dengan apa yang di katakan oleh Lana.

__ADS_1


" Kau tidak perlu memikirkan masalah itu. Masalah diterima atau tidaknya kau untuk ikut ujian. Yang terpenting kau juga bisa lulus nantinya. Selebihnya biarkan aku yang akan mengurusnya".Ucap Lana datar.


"Aku sudah selesai makan. Lanjutkan saja makan mu!!!. Kalau ada yang kau perlukan, panggil saja aku di ruang kerja ku!!! ".


"Terimakasih mas".Ucap Raya tulus. Saat Lana akan beranjak pergi meninggalkan meja makan.


" Hem".Jawab Lana dan lagi lagi hanya berdehem ria saja.


Raya juga sudah mengganti nama panggilan nya pada Lana. Dan Lana juga tidak protes, mungkin akan lebih baik mas daripada tuan.


"Kenapa dia kaku sekali sih???. Dan dimana keluarga nya???. Kenapa di pernikahan saja tidak ada satupun sanak keluarga nya yang datang". Batin Raya mulai bingung dan penasaran. Tapi untuk menanyakan hal itu. Lidah Raya keluh dan kaku, bahkan ia tidak punya keberanian untuk itu.


" Ternyata dia bisa masak juga. Bahkan masakannya sangat enak"..Guman Lana sambil masuk kedalam ruangan kerjanya. Bahkan Lana sambil tersenyum.


Tanpa sadar Lana mulai memuji Raya. Dan hari ini Lana sudah jatuh cinta dengan hasil masakan Raya istrinya. Sayangnya Lana belum sadar juga jika gadis yang ia nikahi itu adalah wanita yang sangat baik bahkan rela menyamping kan perasaannya sendiri demi masa depan anak dalam kandungan nya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2