
Semilir angin berhembus menyibak tirai jendela kamar, membuat cela sinar matahari mulai masuk kedalam kamar sepasang suami istri. Yang saat ini masih saja setia memejamkan matanya.
Sepertinya tidur malam ini sangatlah pulas. Dan mereka pun nampak enggan terbangun. Jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Bahkan di lantai bawah saja nampak hening bagaikan tak berpenghuni sama sekali. Terang saja tidur mereka tak terganggu sama sekali.
Dengan polosnya Icha mulai menggeliat dan mengerjapkan matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya. Yang masih saja terpejam dengan damainnya. Tangan Icha terulur untuk menyentuh wajah tampan Niko. Senyum Icha terbit sambil sesekali menggigit bibir bawahnya. Saat otaknya kembali mengingat kejadian malam tadi.
Dimana ia sungguh melihat keperkasaan suaminya itu. Dan dirinya sudah melebur jadi satu, dalam nikmatnya surga dunia. Bahkan mereka baru terlelap ketika akan pajar. Meskipun Icha merasakan tubuhnya saat ini sudah remuk redam, Apalagi bagian inti tubuhnya yang masih terasa ngilu. Saat ia bergerak pun begitu terasa perihnya.
Icha menggeleng kan kepalanya sambil jari manisnya yang masih menempel pada pipi suaminya. Icha teringat kembali bagaimana benda sekaligus pusaka sepanjang dan sebesar itu menembus pertahanan dirinya. Membuat rasa sakit, perih, pedih serta ngilu dan sesak secara bersamaan menjadi satu. Namun, ketika sudah melakukan pergerakan. Icha malah dibuat ketagihan sendiri. Ia sudah tidak bisa lagi mengungkapkan dengan kata kata. Apa yang ia rasakan semalam.
Rasa sakit, pedih dan ngilu sudah terkalahkan dengan rasa nikmat yang menjalar diseluruh saraf dan tubuhnya. Hingga rasanya enggan untuk berhenti begitu saja. Bahkan semalam mereka telah melakukan nya hingga tiga kali.
Icha hanya pasrah karena ia juga menginginkannya. Jika pasangan lain di saat malam pertama hanya sanggup dalam satu putaran saja. Itu pun perlu kesabaran dan juga perlu jeda. Tapi pasangan Niko dan Icha sanggup nambah sampai 3 kali. Memang luar biasa pasangan muda ini.
__ADS_1
Keduanya menyamping kan rasa sakit. Demi berbagi peluh kenikmatan dan terus menanam benih. Hingga Icha sangat kelelahan dan tepar setelah permainan ketiga selesai.
Icha menyingkap selimutnya dan melihat arah bagian pangkal paha nya. Tapi matanya malah tertuju pada pusaka Niko. Yang tak nampak seperti semalam. Pagi ini benda itu malah terlihat mungil dan agak berkerut tapi Icha tidak berani untuk menyentuhnya.
"Kenapa dia bisa berubah dua kali lipat semalam? ".Batin Icha bingung, padahal ia juga calon dokter jadi barang mustahil jika ia tidak mempelajari masalah benda itu. Tapi semua orang tiba tiba bisa menjadi bodoh jika otaknya sudah terkontaminasi dengan hal hal yang membuyarkan isi otaknya.
Seperti apa yang di alami oleh Icha sekarang ini. Otaknya selalu terisi akan pergulatan panas mereka semalam saja. Bahkan rasanya pagi ini ia mau mengulangnya lagi.
"Kenapa aku bisa mendapatkan suami setampan dirimu bang?. Bahkan dulu aku bermimpi pun tidak berani. Tapi sekarang aku bisa melihat wajah ini setiap hari dan setiap bangun tidur".Senyum Icha mengembang sambil mengelus pipi dan juga bibir sensual suaminya".
Dering ponsel Niko membuat Icha langsung menurunkan tangannya dan pura pura tidur kembali. Sedangkan Niko mulai membuka matanya. Dan langsung mengangkat telpon yang ternyata dari sekretaris nya.
"Tunda saja meetingnya setelah makan siang!!! ".Ucap Niko tegas.
__ADS_1
Setelah bicara begitu Niko pun langsung menutup telponnya. Dan Niko menarik sudut bibirnya ketika melihat Icha sang istri pura pura tidur lagi. Padahal sejak tadi Niko sudah bangun dan mendengar semua apa yang di katakan oleh istrinya.
Niko menarik tubuh Icha hingga masuk kedalam pelukannya. Dan mulai meraba bokong Icha dengan ucapan nakalnya. Membuat Icha langsung meremang dibuatnya.
"Aku tahu kau itu pura pura tidur sayang".Bisik Niko dengan seringai liciknya. Karena Icha masih saja tetap memejamkan matanya.
Betul saja kini Niko malah langsung menyentuh area pangkal paha Icha. Dan mulai menerobos kan salah satu jarinya memasuki goa yang mulai membuatnya ketagihan. Dan mungkin juga sudah mulai mencandu bagi Niko.
"Akh... ".Icha kembali menutup mulutnya rapat rapat ketika secara repleks ia malah mengeluarkan ******* halus. Membuat Niko tersenyum lebar.
Dan dengan nakalnya Niko kembali mengobrak abrik di dalam sana. Menciptakan sensasi yang luar biasa panas untuk Icha. Bahkan kini tubuh Icha perlahan mulai menggeliat nikmat. Seperti cacing kepanasan dan terus bergerak.
" Aku ingin sayang!!! ".Bisik Niko dengan suara seraknya.
__ADS_1
Icha langsung membelalakkan matanya. Mendengar penuturan suaminya. Bagaimana tidak tubuhnya saja masih terasa sakit semua belum lagi area bawah masih pedih dan malah sudah di sentuh kembali oleh jari suaminya.