Posesif Husband

Posesif Husband
Pertemuan


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu kini Lana pun sudah bisa menyusul anak dan juga istrinya untuk terbang ke Paris. Menepati janji nya kepada keluarga nya. Karena rencan liburan keluarganya harus tertunda oleh pekerjaan.


Icha juga sudah tinggal kembali dirumah besar Anton dan Cinta. Bersama suaminya yaitu Niko. Bahkan Niko juga memutuskan untuk mengurus pindah kuliah ke Jakarta saja. Demi menjaga istrinya karena walau bagaimana pun juga Icha sekarang sudah menjadi tanggung jawabnya. Almarhum pak Nata juga sempat menitipkan Icha kepadanya. Sebelum mereka mengucapakan ijab qobul dirumah sakit.


Kembali pada Lana, ia sudah berkemas dan akan langsung ke Bandara karena jadwal penerbangan nya satu jam lagi.


Lana meminta sopirnya untuk mengantarkannya. Karena tidak mungkin ia pergi menyetir mobil sendiri. Sedangkan ia harus terbang naik pesawat.


"Iya sayang, aku sudah sampai Bandara sekarang. Satu jam lagi akan take out".Lana berbicara dari sambungan telponnya. Yang tentunya pasti Raya istrinya.


Setelah mematikan telpon nya. Ia memasukkan kembali ponsel miliknya kedalam saku jaketnya. Dan Lana langsung masuk kedalam Bandara.


Brukkk...


"Aduh sorry... Saya ti...


Lana langsung terkejut dan diam di tempatnya berdiri. Begitupun dengan wanita cantik yang tadi tidak sengaja menyenggol tubuhnya. Hingga ponsel wanita itu jatuh ke lantai.

__ADS_1


Sesaat hanya keheningan tercipta. Keduanya sama sama tak bergeming hanya nafas dan juga tatapan mata yang saling memandang.


"Ehem... " Lana berdehem untuk membuyarkan kecanggungan yang terjadi saat ini. "Maaf aku harus pergi!! ".Pamit Lana dan segera beranjak pergi. Tapi tangannya di cekal oleh wanita itu.


" Tunggu kak!!! ".Tia menarik lengan Lana membuat Lana menatap nya dengan tatapan tajamnya. Dan Tia pun langsung sadar lalu melepaskan cekalan tangannya.


" Maaf".Lirih Tia sambil menundukkan kepalanya.


Lana pun langsung menarik tangannya kembali. Dan berniat kembali melangkah pergi meninggalkan Tia. Namun, lagi lagi Tia menghentikan langkahnya.


"Kita perlu bicara kak!!! ".Ucap Tia dengan suara pelan nya.


Lana kembali melangkahkan kakinya. Meninggalkan Tia yang saat ini hanya diam membisu mendengar kata kata yang keluar dari mulut Lana.


" Sebenci itukah kakak padaku???".Seru Tia membuat dengan suara yang sedikit berteriak. Membuat orang orang di bandara sempat menoleh kearah mereka.


"Kau lebih tahu jawabannya".Balas Lana dengan datar. Dan kemudian ia langsung pergi begitu saja. Meninggalkan Tia yang nampak berkaca kaca.

__ADS_1


" Maafkan aku kak!!. Maaf karena sudah menyia nyiakan laki laki sebaik kamu".Lirih Tia sambil menghapus lelehan bening yang keluar di ujung matanya.


"Mommy... " Teriak Daren yang baru saja tiba di Bandara untuk menjemput Tia. Karena Tia baru saja mendarat di Bandara setelah beberapa hari ini ia harus ke Amerika untuk urusan bisnis nya.


"Are you okey Mom??? ".Tanya Daren saat ia sudah berada di depan Tia.


" Yah Mommy baik baik saja".Jawab Tia sambil tersenyum. Agar putranya tidak curiga.


Daren pun langsung memeluk Mommy nya. Dan mereka pun melangkah keluar dengan bergandengan tangan. Layaknya sepasang kekasih.


Tia tidak tahu jika Lana masih memperhatikan nya sejak tadi. Ia hanya menghindari hal hal yang tidak di inginkan dan memicu pertengkaran dengan sang istri.


"Kenapa jalan hidup kita harus begini?. Dan aku tidak akan pernah menghalangi kedekatan anak anak kita Tia. Biarlah masa lalu hanya terjadi pada kita tapi jangan dengan anak anak".Guman Lana.


Lana sangat tahu wajah pemuda yang tadi bersama Tia. Apalagi Lana juga mendengar saat Daren memanggil Tia dengan sebutan Mommy. Selama ini Lana selalu menjaga sikembar dari jauh. Ia tidak akan membiarkan kedua putrinya bergaul bebas di luar sana.


Oleh sebab itu ia lebih memilih untuk menyewa bodyguard. Dan menjaga mereka dari jauh. Daripada harus memperlihatkan langsung ke posesif pannya pada kedua putrinya.

__ADS_1


Lana kembali melangkah masuk kedalam bandara.Karena pesawat nya akan segera take out. Untuk sementara waktu ia akan menghabiskan banyak waktu untuk keluarga nya. Menyampingkan dulu masalah pekerjaan. Liburan selama satu minggu hanya tersisa lima hari lagi. Akan Lana manfaatkan sebaik mungkin untuk membuat anak anak dan istrinya bisa menikmati waktu liburan dengan nyaman.


__ADS_2