Posesif Husband

Posesif Husband
Salah Paham


__ADS_3

Dua mobil mewah mulai memasuki perkarangan rumah mewah dengan nuansa moder. Entah bertemu dimana mereka hingga bisa datang bersamaan seperti itu. Satu mobil sudah terparkir tepat di halaman depan rumah mewah tersebut di susul dengan mobil satunya lagi.


Tampak tiga orang pria tampan dengan pesona masing masing mulai menampakkan kakinya turun dari mobil masing masing.


Candra berdiri tepat di samping mobilnya sembari tersenyum menatap kearah kakak iparnya. Abang dari istrinya. Sedangkan Tomy hanya membungkuk kan tubuhnya memberi hormat pada tuan rumah.


" Bagaimana perjalanan bisnisnya??. Apa semua berjalan dengan lancar??? ". Candra bertanya pada Niko setelah Niko berada tepat di hadapan nya.


" Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar. Semua itu juga berkat anda tuan Candra". Puji Niko menepuk bahu adik iparnya.


Candra tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Sudah berapa kali aku bilang panggil saja namaku bang!!. Bukankah aku ingin sudah jadi suami dari adikmu yang bar bar itu? ".Candra sedikit meledek Niko.


" Walaupun bar bar kau bisa cinta hidup dengan nya". Balas Niko tersenyum tipis.


"Kalau tidak hidup bagaimana bisa twins ada di dunia ini. Semua itu karena...


" Shasa Ayana menangis". Teriak Icha dari dalam rumah. Beruntung saja kakak iparnya langsung memanggil nya kalau tidak. Sudah di pastikan Shasa akan membuka aib suaminya itu.


" Abang lihat sendiri bukan?. Bagaimana prontalnya istriku itu ? ". Niko hanya mengangkat bahunya saja.

__ADS_1


" Ayo kita masuk!!". Niko mengajak kedua pria tampan itu masuk kedalam rumahnya. Sambil di selingi obrolan sepanjang perjalanan kedalam.


Sean yang baru saja selesai dimandikan. Dan kini penampilan anak tampan itu sudah rapi dan wangi. Dengan memakai setelan santainya. Langsung berlari kearah Papanya.


Niko pun menyambut putranya dan langsung menggendongnya" Uh, kenapa? Kangen ya sama Papa??? ".Niko menciumi pipi sang putra.


" Mama juga kangen sama Papa". Celetuk Sean yang di sambut kekehan kecil dari Candra dan juga Tomy.


"Udah sini Sean sama Daddy dulu!. Siapa tahu Papa mau kangen kangenan sama Mama ". Goda Candra seraya ingin mengambil alih Sean dari gendongan Niko.


" Daddy gak kangen Mommy ??? ". Tanya Sean dengan raut wajah datarnya.


"Bercanda bang, serius amat". Seru Candra yang langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Mama dimana boy?? ". Tanya Niko karena tadi ia hanya mendengar suara istrinya saja. Dan Icha pun seperti nya belum mengetahui kepulangan nya. Makanya istrinya itu tidak menyambut kedatangan nya.


" Mama ada di kamarnya. Katanya mau mandi juga". Niko pun langsung tersenyum mendengar jawaban dari putranya. Niko pun buru buru menyerahkan Sean pada Candra. Membuat Candra terkejut.


"Titip keponakan mu!!". Seru Niko dengan wajah datarnya.

__ADS_1


" Sabar bang!!. Buru buru amat, Kita tahu udah satu minggu kan di tampung? ". Goda Candra sambil terkekeh. Sedangkan Tomy sejak tadi sudah menyingkir dari hadapan para tuan nya itu.


Tomy memilih untuk bergabung bersama istri dan juga putrinya di taman belakang. Daripada harus ikut konyol seperti Candra dan Niko. Apalagi harus mendengarkan ucapan ucapan yang hanya membuat telinganya sakit dan kepalanya pusing.


Sebab, Tomy masih harus puasa sampai istrinya selesai waktu nifasnya. Dan itu pun harus tetap menunggu sampai jahitan Tiara sembuh seperti sedia kala. Dapat di bayangkan bukan, berapa lama Tomy harus puasa?.


Niko yang sudah naik ke lantai atas membuat Candra menggeleng kan kepalanya. Lalu ia mengajak Sean untuk ke taman belakang. Namun, Saat Candra akan melangkah suara seorang wanita menghentikan langkahnya.


"Miki... ".


Candra pun tanpa sengaja menoleh, Namun, sama sekali ia tidak mengenali wanita yang saat ini tersenyum manis padanya. Bahkan wajah wanita itu penuh kebahagiaan menatap nya.


" Bukan Miki Tante. Tapi Daddy Candra". Sean yang malah melayangkan protesnya. Membuat Ratih mengerutkan keningnya bingung.


"Sayang... Kemarilah!!. Apa kau tidak merindukanku??? ". Shasa yang berdiri di depan pintu teras belakang tampak memanyunkan bibirnya.


Wanita dua anak itu tampak sedikit kesal. Sejak tadi ia menunggu kedatangan suaminya. Tapi, Candra tak kunjung menghampiri nya. Dan ketika ia ingin masuk, malah melihat Ratih berdiri tepat di hadapan suaminya dengan raut wajah sangat menyimpan kerinduan yang mendalam.


"Baiklah sayang, aku datang". Candra berlalu begitu saja. Meninggalkan Ratih yang masih memaku di tempat nya berdiri sambil terus menatap punggung Candra yang mulai menghilang dibalik tembok.

__ADS_1


" Ternyata benar jika kau sudah menikah dengan anak seorang pengusaha terkenal. Bahkan kau sudah tidak mengenaliku lagi". Guman Ratih yang mulai salah paham.


__ADS_2